Bola.com, Jakarta - Juara dunia dua kali MotoGP, Pecco Bagnaia akhirnya buka suara terkait tekanan masif yang ia terima sepanjang MotoGP 2025. Rider asal Italia ini menyebut media peliput MotoGP hanya fokus melakukan perburuan skandal.
MotoGP 2025 memang menjadi periode kelam bagi Pecco Bagnaia bersama Ducati. Alih-alih mempertahankan dominasi, ia justru tampil inkonsisten dengan gagal meraih poin dalam 18 dari 44 balapan (gabungan Sprint Race dan Main Race) yang digelar, termasuk catatan sembilan kali tidak finis.
Keterpurukan ini memicu berbagai spekulasi liar mengenai keretakan hubungannya dengan Ducati hingga masa depannya di grid MotoGP.
Berbicara dalam podcast The BSMT, Pecco Bagnaia mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia mengaku awalnya ingin menjadi pembalap yang transparan di depan media, namun niat baik tersebut justru menjadi bumerang.
"Menurut pendapat saya, sayangnya, belakangan ini kita sudah mendekati level gila di tingkat media. Ini hanya perburuan skandal dan kontroversi terus-menerus. Apa pun yang Anda katakan akan diputarbalikkan sesuka mereka," ketus Bagnaia.
Media Scrum Memancing Emosi
Pecco menjelaskan betapa melelahkannya menghadapi rutinitas media pasca-balap yang repetitif, yang sering kali memancing emosi para pembalap.
"Ada 10-12 saluran televisi, lalu Anda ke media scrum di mana ada 15 jurnalis. Semuanya menanyakan hal yang sama. Jawaban pertama Anda mungkin diplomatis, jawaban kedua mulai berkurang, dan pada akhirnya Anda benar-benar meledak," tambahnya.
Meski mengkritik tajam media, Bagnaia juga cukup ksatria untuk mengakui kesalahannya sendiri. Ia menyesal sering kali langsung menjawab pertanyaan media saat adrenalin masih tinggi, tanpa menenangkan diri terlebih dahulu.
Pecco Bagnaia Akui Kesalahan Sendiri
Salah satu momen yang paling diingat adalah saat MotoGP Austria 2025. Setelah finis di posisi kedelapan yang mengecewakan, ia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya mulai habis kesabaran dengan tim Ducati.
"Itu adalah salah satu momen di mana saya melakukan kesalahan. Hal-hal seperti itu kemudian tersebar ke seluruh dunia," aku Bagnaia.
Retaknya hubungan Bagnaia dan Ducati tampaknya sudah mencapai titik nadir. Perbedaan sudut pandang menjadi pemicu utama; Bagnaia meyakini masalah musim lalu murni karena kendala teknis motor, sementara manajemen Ducati menganggap sang pembalap telah kehilangan kepercayaan diri.
Dalam beberapa pekan ke depan, drama ini diperkirakan akan berakhir dengan pengumuman besar. Rumor kuat menyebutkan: Pecco Bagnaia bakal hengkang dan bergabung dengan Aprilia untuk musim depan.
Posisi yang ditinggalkan Pecco di tim pabrikan Ducati akan diisi oleh wonderkid asal Spanyol, Pedro Acosta. Apakah kepindahan ke Aprilia akan mengembalikan senyum dan performa sang juara dunia? Kita tunggu saja perkembangannya.
Sumber: Motogpnews