Marcos Reina Keluhkan Kinerja Wasit yang Ganggu Ritme Permainan Laga Persik Vs Persijap di BRI Super League

Skenario permainan cepat yang diterapkan pelatih Marcos Reina tak berjalan sesuai rencana saat Persik bermain imbang tanpa gol kontra Persijap di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Senin (06/04/2026).

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 07 April 2026, 11:15 WIB
Marcos Reina, pelatih Persik Kediri di BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Kediri - Skenario permainan cepat yang diterapkan pelatih Marcos Reina tak berjalan sesuai rencana saat Persik Kediri bermain imbang tanpa gol kontra Persijap Jepara di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Senin (06/04/2026).

Padahal pelatih asal Spanyol itu sudah merancang taktik ofensif untuk menekan tim asuhan Mario Lemos sejak menit awal. Marcos Reina mengatakan kedua tim telah menyuguhkan permainan yang enak ditonton.

Advertisement

Namun dia menyebut ritme permainan terganggu karena wasit Muhammad Iqballuddin sering menghentikan pertandingan meski pelanggaran itu hanya kategori ringan.

"Saya amati irama permainan kami diganggu peluit wasit yang menstop pertandingan. Beberapa pelanggaran kecil, dia tetap meniup peluit. Padahal pemain kami sedang menguasai bola untuk menyerang lawan," katanya.

 


Wasit Biarkan Kerumunan Pemain

Jose Enrique nyaris mencetak dua gol untuk Persik Kediri ke gawang Persijap Jepara, namun gagal. (Dok: Persik)

Untuk pelanggaran berskala berat, wasit dinilai Marcos Reina juga kurang cepat mengambil keputusan. Sehingga terjadi kerumunan pemain yang beradu argumentasi.

"Regulasi sudah jelas. Hanya kapten tim yang boleh komunikasi dengan wasit. Tapi wasit membiarkan kejadian yang memancing kerumunan pemain," Reina menuturkan. 

"Sehingga wasit terlambat mengambil keputusan. Kalau pertandingan sering terhenti merusak performa pemain, karena mereka mulai dari awal lagi," jelasnya.

 

 


Pemain Persijap Seharusnya Mendapat Kartu Merah

Marcos Reina juga menyoroti wasit yang memberi kartu merah kepada dua pemain Persijap, Najeeb Yakubu dan Buyung Ismu, yang jelas melakukan pelanggaran cukup riskan yang berpotensi dapat kartu kuning kedua.

"Dari pengamatan saya seharusnya ada dua pemain Persijap dapat kartu kuning kedua yang berubah kartu merah. Tapi itu tak dilakukan wasit. Saya kira ini tak bagus untuk sepak bola Indonesia. Wasit juga harus memperbaiki diri lagi," tuturnya. 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait