Jean-Paul van Gastel Belajar dari Nasib Giovanni van Bronckhorst: Sukses Bisa Jadi Bumerang bagi PSIM

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, angkat bicara soal penurunan performa timnya di putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 10 April 2026, 18:45 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, saat memimpin timnya menghadapi Persik Kediri pada laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) sore WIB. Sayangnya, PSIM harus puas bermain imbang 2-2 kontra Persik. (dok. PSIM Yogyakarta)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, angkat bicara soal penurunan performa timnya di putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Ia menilai hasil yang diraih Laskar Mataram tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas permainan di lapangan.

Dari sembilan pertandingan putaran kedua BRI Super League, PSIM memang baru meraih satu kemenangan, yakni saat menghadapi PSBS Biak. Namun, Jean-Paul van Gastel menegaskan timnya tetap berada di jalur yang tepat.

Advertisement

"Saya rasa performa kami tidak seburuk itu. Kami tampil sangat baik dalam 17 pertandingan pertama, mungkin bahkan melebihi ekspektasi," ujar pelatih asal Belanda tersebut.

"Terkadang performa bagus Anda bisa menghalangi di paruh kedua musim. Saya pernah bekerja dengan Giovanni van Bronckhorst, dia mencapai final Eropa. Tapi musim berikutnya saat bermain di Liga Champions dan liga domestik, dia justru dipecat. Jadi terkadang kesuksesan Anda bisa menjadi kejatuhan Anda," lanjutnya.

 

 


Mampu Menjaga Konsistensi

PSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan dua gol tanpa balas atas Dewa United pada laga pekan ke-10 BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (22/10/2025) sore WIB. (dok. PSIM Yogyakarta)

Sebagai informasi, Jean-Paul van Gastel pernah menjadi asisten Giovanni van Bronckhorst di sejumlah klub, termasuk Feyenoord dan Besiktas.

Meski hasil di putaran kedua menurun, pelatih berusia 53 tahun itu tetap melihat adanya catatan positif dari performa anak asuhnya. Menurut dia, PSIM masih mampu menjaga konsistensi permainan.

"Saya rasa di paruh pertama kami melakukannya dengan sangat baik dan di paruh kedua kami juga masih bermain dengan baik. Hanya saja hasilnya sedikit berkurang. Secara keseluruhan kami masih berada di jalur yang benar," katanya.

Sejauh ini, PSIM menjadi salah satu tim dengan jumlah hasil imbang terbanyak. Dari 26 pertandingan, mereka mengoleksi 11 kali seri, sembilan kemenangan, dan enam kekalahan.


Terlalu Banyak Seri

Dengan raihan 38 poin menempatkan mereka di posisi kedelapan klasemen sementara BRI Super League. Van Gastel menilai, kunci untuk memperbaiki posisi ialah mengubah hasil imbang menjadi kemenangan.

"Kami butuh lebih banyak kemenangan. Saya rasa kami adalah tim dengan hasil seri terbanyak. Jika kami bisa mengubah hasil seri itu menjadi kemenangan, situasinya akan sangat berbeda," ucap Van Gastel.

Pemegang lisensi UEFA Pro itu juga membantah anggapan menurunnya motivasi pemain karena posisi tim yang relatif aman. Ia menegaskan PSIM belum sepenuhnya lepas dari ancaman degradasi.

"Tidak, saya tidak merasa tim saya kurang motivasi. Posisi kami belum aman, lawan masih bisa mengejar poin kami. Kami menyadari itu jadi tim ini jelas tidak kekurangan motivasi," tandasnya.

Dengan delapan laga tersisa, peluang PSIM untuk bertahan di kasta tertinggi terbuka lebar. Tetapi, konsistensi dan ketajaman di lini depan akan jadi faktor penentu bagi Laskar Mataram untuk menutup musim dengan hasil maksimal.


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait