3 Fakta Menarik Madura United Vs Persik di BRI Super League: Sapeh Kerrab Balas Dendam saat Remuk Redam

Persik Kediri kalah 1-2 dari Madura United pada laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Sabtu (11/4/2026).

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 12 April 2026, 12:30 WIB
Duel Madura United vs Persik Kediri di BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Bola.com, Kediri - Persik Kediri gagal bangkit. Alih-alih dapat poin, Macan Putih malah dibekuk Madura United 1-2 pada laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bangkalan Madura, Sabtu (11/4/2026).

Dua gol yang dicetak Fransiskus Alesandro dan Riquelme Sousa pada menit ke-34 dan 73' cukup untuk memaksa Persik pulang dengan tangan hampa.

Advertisement

Gol fantastis pemain muda Persik Kediri, Rendy Sanjaya, dari tendangan jarak jauh pada menit ke-62, tak mampu mengobati kesedihan tim asuhan Marcos Reina.

Padahal sebelum pertandingan Marcos Reina sudah mengingatkan anak asuhnya kalau Madura United yang sedang remuk redam di daftar klasemen adalah tim yang bagus.

Sang mentor juga telah berupaya menurunkan pemain terbaiknya, meski minus ikon klub, Kiko Carneiro dan Ezra Walian.

Nasi sudah menjadi bubur. Persik harus bangkit dan menatap tujuh sisa pertandingan musim ini dengan kepala tegak. Koleksi 30 angka masih belum aman bagi Persik dari ancaman degradasi. Minimal mereka harus mengumpulkan 40 poin, jika ingin selamat musim ini.

Pada Derbi Jatim itu, Madura United tak hanya beruntung, tapi juga tampil sangat efektif. Terutama saat memanfaatkan peluang menjadi gol.

Tim yang sementara dipegang Rahmat Basuki sebagai pelatih interim ini patut bangga. Mereka berhasil membayar lunas dua kekalahan dari Persik musim lalu. Berikut tiga fakta menarik dari pergulatan seru itu.

 
 

Beringsut dari Jepitan

Duel Madura United vs Persik Kediri di BRI Super League 2025/2026. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Kemenangan atas Persik bermakna besar bagi Madura United. Setelah dua pekan mendekam di zona degradasi, akhirnya Laskar Sapeh Kerrab berhasil naik satu peringkat.

Ini sinyal bagus. Rahmat Basuki yang ditunjuk sebagai caretaker mampu menggantikan tugas Carlos Parreira yang dipecat Maret lalu. Di tangan arsitek asal Brasil itu, Lulinha dkk. mencatat rentetan hasil buruk di Super League 2025/2026.

Carlos Parreira dinilai gagal mengangkat performa tim dengan rekor tanpa menang dalam 10 pertandingan berturut-turut. Selama 14 pertandingan, Carlos Parreira hanya memberi satu kemenangan, empat seri, dan sembilan kekalahan.

Kemenangan ini memunculkan keyakinan bahwa Madura United masih mampu bersaing dengan tim papan bawah, seperti PSM, Persijap, Persis, Semen Padang, dan PSBS untuk lepas dari ancaman degradasi.


Penyakit Kronis Persik

Untuk kesekian kali, dari beberapa pertandingan terakhir gawang Persik mudah dibobol lawan. Hingga pekan ke-27, Persik telah kemasukan 47 gol.

Mereka menempati urutan kedua sebagai klub dengan jumlah kebobolan terbanyak, setelah PSBS dengan total 64 butir.

Restrukturisasi lini pertahanan di putaran kedua dengan mendatangkan Hamra Hehanusa, Rezaldi Hehanusa, dan Chechu Meneses tak punya pengaruh signifikan.

Pelatih Marcos Reina menyebut pemain belakang masih sering mengulang kesalahan sama. Pria asal Spanyol itu harus mencari obat bagi penyakit kronis di tubuh Macan Putih itu.

Dia harus mampu bagaimana membangun skema pertahanan yang solid dengan kekuatan yang ada. Bursa transfer sudah tutup, Persik tak bisa menambah pemain belakang lagi.


Nominee Goal of the Week

Meski pulang ke Kediri dengan gigit jari dan tertunduk lesu, setidaknya penggawa Persik bisa sedikit bangga aksi Rendy Sanjaya. Pemain muda itu mencetak gol fantastis dari jarak sepertiga panjang lapangan ke gawang Madura United.

Tendangan kaki kirinya yang keras dan akurat membuat bola melesat cepat bak dilontarkan dari moncong meriam. Kiper Madura United, M. Dicky Indrayana, pun tak mampu menjangkau bola yang merobek sisi kiri atas gawang.

Dari sejumlah gol yang terjadi pada pekan ke-27 ini, aksi yang ditunjukkan Rendy Sanjaya bisa masuk nominasi sebagai goal of the week.

Performa pemain berusia 21 tahun ini meningkat pesat sejak melakukan debut pada 7 Februari lalu kala Persik menjinakkan Dewa United 2-1 di Kediri.

Awalnya Rendy Sanjaya hanya sebagai serep bagi Yoga Adiatama di sektor bek kiri. Namun, dia langsung jadi pilihan utama ketika koleganya itu mengalami cedera.

Rendy Sanjaya ternyata tak hanya fasih beroperasi sebagai bek kiri, tapi juga agresif di pos bek kanan di saat Rezaldi Hehanusa telah merumput lagi.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait