Michael Carrick Kehilangan Dukungan di MU Usai Kekalahan dari Leeds

Kekalahan dari Leeds bikin dukungan ke Michael Carrick di MU runtuh.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 April 2026, 20:15 WIB
Pelatih Middlesbrough, Michael Carrick memberi instruksi dari pinggir lapangan saat menghadapi Brighton and Hove Albion pada laga putaran ketiga Piala FA 2022/2023 di Riverside Stadium, Middlesbrough (7/1/2023). Michael Carrick saat ini tengah membesut Middlesbrough sejak ditunjuk pada 24 Oktober 2022. Sebelumnya ia sempat menjadi caretaker Manchester United hanya dalam 3 laga, mulai 21 November 2021 hingga 2 Desember 2021. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Kekalahan mengecewakan Manchester United saat menjamu Leeds United (14-4-2026) menjadi pukulan besar bagi peluang Michael Carrick untuk diangkat sebagai pelatih kepala secara permanen.

Carrick, yang ditunjuk hingga akhir musim pada Januari lalu setelah pemecatan Ruben Amorim, sempat mendapat kepercayaan penuh dari jajaran manajemen. Ia membuka masa kepemimpinannya dengan catatan impresif: enam kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh pertandingan pertama.

Advertisement

Namun, performa MU belakangan ini menurun. Hanya meraih empat poin dari kemungkinan 12 dalam empat laga terakhir Premier Leagur, yang ditutup dengan kekalahan 1-2 di Old Trafford pada Selasa dini hari WIB kemarin, memunculkan keraguan baru soal masa depan Carrick.

Kendati sempat membawa MU naik ke peringkat ketiga dan bersaing untuk tiket Liga Champions, posisi itu kini tidak lagi aman. Dengan enam laga tersisa, persaingan makin ketat.

Aston Villa yang berada di posisi keempat memiliki poin yang sama dengan MU, sementara Liverpool hanya terpaut tiga poin di peringkat kelima.

MU dan Liverpool akan berhadapan di Old Trafford pada 3 Mei, laga yang berpotensi menentukan nasib mereka menuju Liga Champions.

Sebelum itu, Setan Merah harus menghadapi Chelsea yang berada di posisi keenam pada Minggu (19-4-2026) dini hari WIB.


Kurangnya Intensitas

Wasit asal Inggris, Paul Tierney, berbicara dengan bek Manchester United, Lisandro Martínez, setelah ia menarik rambut striker Inggris milik Leeds United, Dominic Calvert-Lewin, yang berujung pada kartu merah untuk Martínez dalam pertandingan Premier League antara Manchester United dan Leeds United di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 April 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Kekalahan dari Leeds tidak semata-mata dipengaruhi keputusan wasit. Meski Carrick mengeluhkan kartu merah untuk Lisandro Martinez akibat menarik rambut penyerang Leeds, Dominic Calvert-Lewin, performa tim secara keseluruhan dinilai jauh dari memuaskan.

Sumber internal menyebutkan manajemen sangat khawatir dengan minimnya intensitas dan tujuan permainan MU. Padahal, tim memiliki waktu persiapan hingga tiga pekan menghadapi lawan yang hanya sekali menang tandang sepanjang musim.

Carrick bahkan membawa skuadnya menjalani pemusatan latihan singkat selama 72 jam di Dublin. Namun, hasilnya tidak terlihat di lapangan.

MU bahkan mendapat cemoohan dari pendukung sendiri saat tertinggal 0-2 di babak pertama.

Gol hiburan dari Casemiro tidak mampu mengubah penilaian bahwa itu adalah penampilan terburuk Setan Merah di bawah Carrick.


Manajemen MU Bergerak

CEO Manchester United, Omar Berrada (kanan), dan Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox (tengah), duduk di antara penonton selama pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor di Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Situasi ini membuat manajemen kembali mengkaji opsi pelatih lain. Proses pencarian yang sebelumnya berjalan perlahan kini mulai dipercepat.

Petinggi klub seperti Jim Ratcliffe, Omar Berrada, dan Jason Wilcox berada dalam tekanan besar untuk tidak kembali salah memilih pelatih, setelah sebelumnya memperpanjang kontrak Erik ten Hag pada 2024 sebelum memecatnya hanya sembilan laga kemudian, serta merekrut dan kemudian memecat Ruben Amorim dengan biaya mendekati 30 juta paun.

Manajemen juga berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu, ketika menunjuk Ole Gunnar Solskjaer secara permanen setelah awal yang menjanjikan sebagai pelatih sementara.


Nama-Nama Besar Masuk Radar

Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, berjalan di lapangan setelah timnya kalah dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup A antara Slovakia dan Jerman di Bratislava, Slovakia, Jumat (5-9-2025) dini hari WIB. (Foto AP/Denes Erdos)

Sejumlah nama besar kini masuk radar MU. Di antaranya pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, pelatih Aston Villa, Unai Emery, hingga pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner.

Nama lain seperti Andoni Iraola juga ikut dipertimbangkan, meski ia disebut lebih dekat untuk menangani Athletic Bilbao.

Sementara itu, beberapa kandidat lain seperti pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, dan pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, tidak lagi tersedia setelah keduanya memperpanjang kontrak bersama tim masing-masing.

Dengan situasi yang berkembang, peluang Carrick untuk mendapatkan posisi permanen kini berada di persimpangan. Ia dituntut segera memperbaiki performa tim, dimulai dari laga melawan Chelsea, serta lima pertandingan tersisa lainnya.

Jika tidak, posisinya bisa sepenuhnya tergeser oleh kandidat lain yang dinilai lebih berpengalaman untuk memimpin MU ke depan.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait