Diskusi PSSI Pers: Exco PSSI Ungkap 3 Syarat Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasnuryadi Sulaiman, membahas masa depan sepak bola Indonesia dalam Diskusi PSSI Pers.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 16 April 2026, 20:00 WIB
Para pemain Timnas Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGK), Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasnuryadi Sulaiman, membahas masa depan sepak bola Indonesia dalam Diskusi PSSI Pers bertajuk "96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030" di GBK Arena, Jakarta Pusat, pada Kamis (16/4/2026).

Satu yang ia tekankan sejak awal soal visi. Tanpa kesepakatan arah yang jelas, seluruh kerja keras di lapangan berisiko tidak menuju ke tujuan yang sama.

Advertisement

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menyatukan visi. Pada akhirnya, kita harus memilih arah yang terbaik dan paling memungkinkan untuk diwujudkan sebagai tujuan bersama," ujar Hasnur.

Hasnuryadi juga mendorong agar evaluasi terus dilakukan secara konsisten terhadap hasil-hasil yang sudah dicapai. Baginya, melihat ke belakang bukan untuk bernostalgia, melainkan untuk memastikan langkah ke depan lebih terukur.

 


Perbedaan Dikelola dengan Koordinasi yang Baik

Timnas Indonesia Emil Audero, Kevin Diks, Jay Idzes, Calvin Verdonk. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Soal perbedaan kepentingan di dalam ekosistem sepak bola nasional, Hasnuryadi tidak menampiknya sebagai sesuatu yang mustahil ia atasi. Yang terpenting, perbedaan itu harus dikelola dengan koordinasi yang baik, bukan dibiarkan menjadi sumber gesekan.

"Saat ini, kita bisa melihat hasil-hasil yang sudah ada, lalu terus melakukan evaluasi," kata pria yang karib dipanggil Hasnur itu.

"Ke depan, bagaimana perbedaan kepentingan itu bisa dikoordinasikan dengan baik, itu menjadi hal penting. Namun yang paling utama, menurut saya, kita tidak boleh memberikan prioritas berdasarkan ego atau kepentingan tertentu," jelasnya.

 


Maraton Panjang

Timnas Indonesia versus Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Hasnuryadi meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memandang pembangunan sepak bola Indonesia bukan sebagai sprint, melainkan maraton panjang. Rentang 20 hingga 30 tahun ke depan ia sebut sebagai skala waktu yang seharusnya menjadi pegangan bersama.

"Kita harus melihat ini sebagai proses jangka panjang, 20 hingga 30 tahun ke depan. Saat ini, saya melihat kita sudah cukup kompak, berada di jalur yang benar, dan memiliki semangat yang baik. Dari seluruh elemen, termasuk kerja sama Indonesia dan China, kita berharap bisa mewujudkan visi bersama ini," ucap Hasnur.

"Tadi saya juga sempat menyampaikan bahwa untuk menuju 2030, kita harus memiliki tiga hal utama, pelatih yang baik, pemain terbaik, dan program yang tepat. Ketiganya harus berjalan bersamaan dan diberikan kesempatan yang sama," imbuh pria yang juga Wakil Gubernur Kalimantan Selatan itu.

Berita Terkait