Carlo Ancelotti Bongkar Masalah Besar Italia: Sepak Bola Tak Cuma Cetak Gol!

Carlo Ancelotti melontarkan kritik keras. Ia menilai sepak bola kehilangan hal mendasar, bukan sekadar soal cetak gol.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 17 April 2026, 20:15 WIB
Juru taktik kawakan Carlo Ancelotti akan memimpin timnas Brasil di Piala Dunia 2026. (AFP/Maddie Meyer/Getty Images)

Bola.com, Jakarta - Pelatih kawakan Italia, Carlo Ancelotti, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi sepak bola di negaranya saat ini. Dalam wawancara bersama Il Giornale, ia menilai ada satu hal mendasar yang telah hilang dari permainan Italia.

Ancelotti menyoroti kegagalan Timnas Italia, yang kembali absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, serta merosotnya prestasi klub-klub Serie A di kompetisi Eropa musim ini.

Advertisement

Menurut Ancelotti, perbedaan paling mencolok antara Serie A dan Liga Champions terletak pada tempo permainan.

"Perbedaan mendasarnya adalah kecepatan," katanya.

"Bukan hanya lari secara fisik, tetapi kecepatan berpikir, keterlibatan konstan, intensitas, yang bukan sekadar kata kosong dan tidak bisa diterapkan hanya di momen tertentu. Sepak bola Italia telah kehilangan itu," ujarnya.

Tak hanya soal tempo, ia juga menilai fondasi permainan Italia ikut terkikis.

"Sepak bola Italia juga kehilangan soliditas. Kita sudah kekurangan talenta di beberapa area, tetapi fokus berlebihan pada taktik justru merusak karakter yang selama ini menjadi kekuatan utama kita," lanjutnya.

 


Serie A Tak Lagi Jadi Magnet Pemain Top

1. Ronaldo - Inter Milan mendatangkan bomber asal Brasil ini dari Barcelona pada tahun 1997. Peraih gelar FIFA World Player of the Year tahun 1996, 1997 dan 2002 itu mencetak 49 gol dalam 68 laga. (AFP/Electronic Image)

Ancelotti menyoroti menurunnya daya tarik Serie A di mata pemain dunia.

"Pemain asing hebat tidak lagi datang ke Italia. Di luar negeri, dengan hak siar yang besar dan investor kuat, terbentuk pasar yang lebih menarik," katanya.

Ia kemudian membandingkan kondisi saat ini dengan masa lalu, ketika Serie A dipenuhi bintang kelas dunia.

"Sekarang tidak ada lagi pemain luar biasa seperti Falcao, Maradona, Platini, Krol, Rummenigge, Ronaldo, Ronaldinho, dan lainnya. Lalu, dari siapa pemain muda Italia belajar?" ujar Ancelotti, yang kini melatih Timnas Brasil.

 


Soroti Klub dan Gaya Bermain

Como tampil luar biasa saat menjamu Pisa dalam lanjutan Serie A. Minggu 22 Maret 2026, bermain di kandang sendiri, tim asuhan Cesc Fabregas mencatat kemenangan telak dengan skor 5-0. (Antonio Saia/LaPresse via AP)

Ancelotti menyinggung beberapa klub, termasuk Como yang dianggap belum memberi kontribusi signifikan bagi perkembangan pemain lokal.

"Saya tidak melihat banyak pemain Italia di sana," ucapnya.

Ia juga menyoroti gaya bermain Atalanta yang agresif.

"Mereka bermain satu lawan satu secara agresif dan karena itu mengambil risiko besar. Lihat saja lagi pertandingan mereka melawan Bayern," sentil mantan pelatih banyak klub besar termasuk AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid itu.

 


Italia Harus Kembali ke Akar

Pelatih Brasil Carlo Ancelotti memimpin sesi latihan menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Latihan ini digelar di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025. (AP Photo/Andre Penner)

Di akhir pernyataannya, Ancelotti menegaskan pentingnya mengembalikan identitas lama sepak bola Italia, terutama dalam hal pertahanan.

"Kita harus kembali memiliki bek, atau lebih tepatnya mentalitas bertahan, yang dulu membawa kesuksesan bagi klub dan tim nasional. Jika tidak, kita akan terus menderita," tegasnya.

Pelatih dengan banyak gelar itu menutup dengan pernyataan yang menegaskan filosofi permainan yang menurutnya mulai dilupakan.

"Sepak bola bukan hanya soal mencetak lebih banyak gol dari lawan, tetapi juga soal kebobolan lebih sedikit. Itu bukan hal sepele," kata Ancelotti.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait