Jumpa Timnas Vietnam U-17 di Laga Terakhir Fase Grup A Piala AFF U-17 2026, Pengamat Beberkan PR yang Harus Dituntaskan Kurniawan

Nasib Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 berada di titik kritis. Kekalahan mengejutkan dari Timnas Malaysia U-17 membuat peluang Garuda Muda lolos ke fase berikutnya semakin menipis.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 18 April 2026, 09:45 WIB
Pemain Timnas Malaysia U-17 merayakan gol ke gawang Timnas Indonesia U-17 dalam laga kedua Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Kamis (16/4/2026). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Nasib Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026 berada di titik kritis. Kekalahan mengejutkan dari Timnas Malaysia U-17 membuat peluang Garuda Muda lolos ke fase berikutnya semakin menipis.

Bermain di Stadion Joko Samodro, Gresik, Kamis (16/4/2026) malam WIB, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto justru tampil di bawah ekspektasi. Padahal, Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menang telak 4-0 atas Timor Leste U-17 di laga pembuka.

Advertisement

Secara di atas kertas, Indonesia memang lebih diunggulkan. Selain faktor tuan rumah, performa awal yang meyakinkan membuat optimisme publik meningkat.

Namun, realita di lapangan berkata lain. Garuda Muda harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor tipis 0-1 lewat gol tunggal Fareez Danial di babak pertama.

 


Dominan, Tapi Tumpul di Depan Gawang

Kekalahan tersebut membuat peluang skuad Garuda lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026 menjadi sulit. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Meski kalah, Indonesia sebenarnya tidak bermain buruk. Mereka mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, terutama di babak kedua.

Namun, masalah utama terletak pada penyelesaian akhir. Peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol, membuat dominasi menjadi sia-sia.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai permainan Indonesia sebenarnya cukup baik, tetapi hasil akhir tetap menjadi penentu.

“Kita sebenarnya lebih dalam permainan. Kita main cukup baik. Tapi dalam sepak bola yang dilihat adalah hasil akhir, dan itu yang membuat kita kalah,” ujarnya.

 


Long Ball Tak Efektif, Kreativitas Mandek

Timnas Malaysia U-17 melawan Timnas Indonesia U-17. (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan).

Ropan, sapaan akrabnya, juga menyoroti pendekatan taktik yang digunakan tim. Ia mempertanyakan penggunaan bola panjang yang dinilai tidak efektif dalam membongkar pertahanan lawan.

“Ketidaktenangan pemain terlihat saat mencoba memaksakan bermain dengan long pass. Saya tidak tahu apakah ini instruksi pelatih, tapi sepertinya tidak efektif,” jelasnya.

Selain itu, ia menilai kreativitas pemain di sepertiga akhir lapangan masih sangat kurang. Serangan kerap mentok sebelum benar-benar mengancam gawang lawan.

“Bagaimana pemain bisa lebih kreatif masuk ke kotak penalti, karena kita selalu gagal di sepertiga akhir,” lanjutnya.

 


Laga Hidup Mati Kontra Vietnam

Kans Skuad Garuda Muda untuk lolos ke babak semifinal semakin tipis. Hal tersebut karena hanya tiga juara grup yang mendapatkan tiket otomatis ke semifinal, sementara satu tiket tersisa akan menjadi milik runner-up terbaik. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Situasi Indonesia kini semakin sulit. Di laga terakhir Grup A, mereka harus menghadapi Timnas Vietnam U-17 yang tampil sangat impresif.

Vietnam baru saja menunjukkan kekuatan dengan kemenangan telak 10-0 di laga kedua. Sebelumnya, mereka juga menghajar Malaysia 4-0.

Laga hidup mati Indonesia kontra Vietnam dijadwalkan berlangsung di Stadion Delta Sidoarjo, Minggu (19/4/2026) pukul 19.30 WIB.

Ropan pun pesimistis dengan peluang Garuda Muda.

“Dengan kekalahan dari Malaysia, saya pikir ini jadi sangat berat. Bahkan bisa dibilang kita sudah gagal,” katanya.

 


Peluang Tipis, Harapan Masih Ada

Meski peluang sangat kecil, harapan tetap ada selama bola masih bergulir. Sepak bola selalu menyimpan kejutan, meski secara realistis tantangan yang dihadapi Indonesia sangat berat.

“Memang dalam sepak bola segala sesuatu bisa terjadi. Tapi kalau melihat perbandingan dengan Vietnam, kita sulit bahkan untuk mencetak satu gol,” tutup Ropan.

Kini, semua bergantung pada bagaimana Garuda Muda bangkit dan memperbaiki kelemahan dalam waktu singkat. Jika tidak, perjalanan mereka di Piala AFF U-17 2026 bisa berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Berita Terkait