Bola.com, Jakarta - Jelang duel krusial melawan Arsenal, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menunjukkan kombinasi sikap respek dan kepercayaan diri tinggi.
Pertemuan kedua tim ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menentukan dalam perburuan gelar Premier League musim 2025/2026. Selisih poin yang masih bisa dikejar membuat duel di Etihad Stadium terasa seperti final.
Arsenal datang sebagai pemuncak klasemen, sementara Manchester City terus menekan dari belakang. Situasi ini membuat tensi pertandingan dipastikan sangat tinggi.
Namun di tengah tekanan tersebut, Guardiola memilih pendekatan yang tenang. Ia tetap fokus pada performa timnya, sembari mengakui kekuatan mental yang dimiliki lawan.
Arsenal Punya Senjata Emosional yang Unik
Guardiola menilai Arsenal memiliki karakter yang tidak dimiliki tim lain. Salah satunya adalah dorongan emosional akibat penantian panjang tanpa gelar liga.
“Orang-orang sangat menuntut. Semua ingin menang,” ujar Guardiola.
“Kami bersaing dalam aspek yang sangat penting yang tidak bisa kami lawan, 22 tahun tanpa gelar Premier League. Dalam hal itu, kami tidak bisa bersaing. Mereka punya sesuatu yang membuat mereka unik.”
City Siap Tempur, Percaya Diri Kejar Arsenal
Meski memberi pujian, Guardiola tetap optimistis dengan peluang timnya. Ia menegaskan bahwa Manchester City berada dalam kondisi siap tempur.
Dengan selisih enam poin, peluang untuk mengejar Arsenal masih terbuka lebar, terutama jika City mampu memaksimalkan laga langsung melawan rivalnya tersebut.
“Kami dalam kondisi bagus, kami siap. Enam poin bukan jarak yang dekat, tetapi kami punya peluang,” tegasnya.
Tuntutan Performa Sempurna
Guardiola menyadari bahwa menghadapi Arsenal membutuhkan performa terbaik tanpa cela. Ia menegaskan bahwa hanya permainan di level tertinggi yang bisa membawa kemenangan.
“Kami harus tampil hampir sempurna, di level tertinggi untuk mengalahkan tim seperti Arsenal,” katanya.
Ia juga mengingat pengalaman pertemuan sebelumnya di Wembley sebagai referensi penting.
“Kalau kami bermain seperti babak kedua saat di Wembley selama 95 menit, kami akan lebih dekat untuk menang. Tapi sepak bola tidak bisa diprediksi.”