Bola.com, Jakarta - Frank Lampard mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil membawa Coventry City promosi ke Premier League musim depan. Kepastian itu didapat usai hasil imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers pada Sabtu (18/4/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut memastikan Coventry naik kasta secara otomatis, sebuah pencapaian yang dinilai sangat spesial oleh Lampard, mengingat timnya bukan klub yang menerima keuntungan finansial dari sistem “parachute payment”.
“Bisa meraih promosi otomatis sebagai tim non-parachute dengan tiga laga tersisa adalah sesuatu yang luar biasa. Para pemain telah melakukan hal yang spesial dan unik,” ujar Lampard.
Legenda Chelsea itu juga menyoroti betapa sulitnya mendapatkan poin di fase akhir musim, terutama dalam laga tandang seperti melawan Blackburn.
Penantian 25 Tahun
Keberhasilan ini terasa semakin emosional karena menjadi momen kembalinya Coventry ke kasta tertinggi sepak bola Inggris setelah penantian selama 25 tahun. Lampard mengaku perjalanan timnya musim ini tidak lepas dari mentalitas bangkit setelah kegagalan di babak play-off musim lalu.
“Kami sempat membicarakan target di musim panas, apakah bisa finis di posisi tiga atau empat untuk mendapat keuntungan di play-off. Tapi kali ini, kami berhasil melampaui itu,” tambahnya.
Lampard juga tak lupa memberikan apresiasi kepada staf pelatih dan seluruh elemen tim yang telah bekerja keras sejak awal kedatangannya sekitar 15 bulan lalu.
“Kami datang dalam situasi yang belum pasti, tapi perlahan kami jatuh cinta dengan klub ini. Ini adalah salah satu pencapaian terbaik dalam karier saya,” tutupnya.
Polesan Lampard
Bermain di Ewood Park, Coventry hanya membutuhkan satu poin untuk mengamankan tiket promosi otomatis. Hasil imbang tersebut membawa mereka mengoleksi 86 poin, ini cukup untuk memastikan finis di dua besar dengan tiga laga tersisa.
Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi klub berjuluk Sky Blues tersebut. Perjalanan mereka menuju Premier League tidaklah mudah. Pada 2018, Coventry masih berkompetisi di kasta keempat Inggris, sebuah titik terendah dalam sejarah modern klub.
Di bawah asuhan Frank Lampard, Coventry menunjukkan transformasi luar biasa. Lampard sendiri datang menggantikan Mark Robins saat tim terpuruk di posisi ke-17. Namun, perlahan ia membangun kembali kekuatan tim hingga mampu bersaing di papan atas.