Badai Baru Man City: Sheikh Mansour Dituding Terkait Milisi Sudan yang Diduga Lakukan Genosida

Pemilik Man City, Sheikh Mansour, dituduh memasok senjata ke RSF, kelompok yang dituduh melakukan genosida yang masih berlangsung di Sudan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 April 2026, 21:00 WIB
Foto yang diberikan oleh Pengadilan Kepresidenan UEA ini menunjukkan Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri UEA, Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan, tiba di Bandara Internasional Sharm el-Sheikh pada 13 Oktober 2025, menjelang KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh. (Eissa AL-HAMMADI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pemilik klub Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed Al-Nahyan, kini menghadapi sorotan tajam setelah dituding memiliki keterkaitan dengan konflik berdarah di Sudan. Bahkan, muncul desakan agar ia dilarang terlibat dalam sepak bola Inggris.

Sorotan itu mencuat setelah organisasi non-pemerintah (NGO), FairSquare, meminta pemerintah Inggris menyelidiki hubungan Sheikh Mansour dengan Rapid Support Forces (RSF), kelompok yang dituduh melakukan genosida yang masih berlangsung di Sudan.

Advertisement

Dalam laporan tersebut, FairSquare menyoroti dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam memasok senjata kepada RSF.

Hingga kini, baik Amerika Serikat maupun Inggris telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pihak yang terkait dengan RSF, tetapi tidak terhadap Sheikh Mansour.

"Ada banyak bukti dari berbagai sumber tepercaya, termasuk Panel Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Sudan, bahwa Uni Emirat Arab telah menyediakan senjata, amunisi, dan perlengkapan lain kepada RSF sejak Juni 2023, yang melanggar embargo Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2004. Tindakan itu memperkeruh konflik, yang berujung pada berbagai kekejaman RSF yang terdokumentasi dengan baik di El-Fasher," ungkap FairSquare.

"Uni Emirat Arab telah memungkinkan individu dan entitas yang terkait dengan RSF untuk mengoordinasikan aktivitas mereka dari wilayahnya, tampaknya tanpa hambatan," tambah FairSquare.


Tudingan NGO

Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed al-Nahyan kiri) dan pemilik Manchester City, Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan (dua dari kiri), menonton pertandingan final Liga Champions antara Inter Milan kontra Manchester City di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, pada 10 Juni, 2023. (Franck Fife/ AFP)

Lebih lanjut, FairSquare menyebut Sheikh Mansour sebagai "tokoh senior dan berpengaruh di UEA yang berinteraksi dengan RSF sebelum dan sesudah pecahnya konflik di Sudan".

Organisasi tersebut juga mengonfirmasi bahwa Premier League dan Regulator Sepak Bola Independen (Independent Football Regulator) telah menerima laporan pengaduan yang diajukan kepada pemerintah Inggris pada 7 April.

Laporan itu menyoroti dugaan peran sentral UEA dan Sheikh Mansour dalam memicu konflik di Sudan.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, melakukan kunjungan ke UEA dan sempat bertemu dengan Sheikh Mansour.


Perubahan Regulasi

Winger Manchester City, Antoine Semenyo (melompat), berhasil menyumbangkan satu gol saat timnya menang 2-0 atas Newcastle United pada laga leg pertama semifinal Carabao Cup musim ini di St. James' Park, Rabu (14/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Pengaduan dari FairSquare ini juga muncul menjelang perubahan besar dalam regulasi sepak bola Inggris. Mulai bulan depan, Independent Football Regulator akan mengambil alih seluruh proses pemeriksaan kepemilikan klub.

Di sisi lain, Man City masih menghadapi 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan di Premier League, delapan tahun setelah penyelidikan dimulai. Hingga kini, belum ada kepastian kapan putusan akan diumumkan.

Pihak Man City telah dihubungi Inside World Football untuk memberikan tanggapan, tetapi belum memberikan pernyataan resmi.

 

Sumber: Inside World Football