3 Pemain Legendaris Liverpool Cetak Sejarah Baru di Derbi Merseyside

Kemenangan atas Everton diraih berkat gol-gol dari dua veteran andalan, Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, yang memastikan Liverpool tetap berada di jalur yang benar untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, satu-satunya target yang tersisa bagi The Reds musim ini.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 20 April 2026, 13:30 WIB
Bek Liverpool, Virgil van Dijk, menanduk bola yang menjadi gol penentu kemenangan atas Everton pada laga pekan ke-33 Premier League 2025/2026 di Hill Dickinson Stadium, Minggu (19/4/2026). (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Liverpool berhasil mengukir sejarah baru dalam derbi Merseyside dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Everton di Hill Dickinson Stadium, Minggu (19/4/2026).

Kemenangan ini diraih berkat gol-gol dari dua veteran andalan, Mohamed Salah dan Virgil van Dijk, yang memastikan tim asuhan Arne Slot tetap berada di jalur yang benar untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, satu-satunya target yang tersisa bagi The Reds musim ini.

Advertisement

Laga ini menjadi sangat istimewa mengingat ini pertemuan pertama antara kedua rival sekota ini di Hill Dickinson Stadium, kandang baru Everton. Namun, di tengah momen bersejarah itu, sosok-sosok legendaris Liverpool yang mencuri panggung.

Saat para pemain berjalan menuju sudut pendukung Liverpool setelah drama yang luar biasa di tepi Sungai Mersey, giliran Andy Robertson yang mendapat nyanyian meriah dari para suporter yang bersuka cita.

Robertson akan mengakhiri kiprahnya di Anfield bulan depan sebagai peraih dua gelar Premier League. Lalu disusul kapten Van Dijk, sang pencetak gol pemenang, dan kemudian Salah, yang menambahkan gol ke-257-nya untuk menyamai rekor Steven Gerrard sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam derbi Premier League dengan sembilan gol.


3 Veteran Tampil saat Paling Dibutuhkan

The Reds sejatinya unggul terlebih dahulu melalui gol Mohamed Salah pada menit ke-29 sebelum disamakan oleh tuan rumah pada babak kedua lewat Beto Betuncal. (AP Photo/Ian Hodgson)

 

Mohamed Salah dan Andy Robertson memang akan meninggalkan Anfield musim panas ini, sementara Van Dijk akan memasuki tahun terakhir kontraknya pada usia 35 tahun, awal Juli mendatang.

Namun, sebelum era baru yang berani dimulai di Anfield, adalah hal yang tepat ketiganya tampil memainkan peran vital dalam derbi bersejarah ini.

Ketika Liverpool yang kehilangan kepercayaan diri membutuhkan para pemimpin mereka di kandang lawan, ketiga veteran ini tampil meninggalkan jejak.

Virgil van Dijk menyundul bola untuk mencetak gol kemenangan di menit ke-100 setelah gol pembuka Salah sebelumnya sempat disamakan oleh Beto.

Selain kualitas mereka di atas lapangan, Liverpool juga harus mencari pengganti karakter-karakter tangguh ini di ruang ganti musim panas mendatang, sebuah tugas yang sama sekali tidak mudah bagi mereka yang bertanggung jawab di bidang rekrutmen.

Musim Liverpool memang kerap diwarnai oleh drama di menit-menit akhir, hingga tidak ada tim lain yang mencetak lebih banyak gol setelah menit ke-75 dibanding mereka dengan 18 gol.

Namun di sisi lain, mereka juga terlalu sering kehilangan poin di masa injury time. Ketika wasit keempat menampilkan angka 11 menit tambahan dengan skor imbang, gol kemenangan di salah satu pihak sudah terasa seperti takdir, dan kali ini, takdir berpihak pada Liverpool.


Everton Sempat Samakan Kedudukan, Mamardashvili Harus Keluar dengan Tandu

Reaksi Striker Everton, Beto, setelah mencetak gol ke gawang Liverpool dalam laga derbi Merseyside pada pekan 33 Premier League 2025/2026 di Hill Dickinson Stadium, Minggu (19/4/2026). (Paul ELLIS / AFP)

 

Everton sejatinya memulai laga dengan lebih baik dan sempat mendominasi melalui ancaman-ancaman Beto, yang sundulannya berhasil diantisipasi dengan cerdas oleh Giorgi Mamardashvili.

Kebangkitan Liverpool terjadi setelah gol Iliman Ndiaye dianulir karena Jake O'Brien dinyatakan offside sebelum memberikan umpan.

Memanfaatkan momen tersebut, Liverpool membuka skor melalui Salah yang menuntaskan peluang pertama mereka setelah mendapat umpan dari Cody Gakpo.

Gol tersebut menenangkan permainan Liverpool dan mereka menyelesaikan babak pertama dengan dewasa. Curtis Jones, yang bermain sebagai bek kanan, tampil sangat impresif baik dalam distribusi bola maupun kemauan untuk bertahan di posisi yang tidak sepenuhnya ia kuasai.

Everton menyamakan kedudukan di babak kedua melalui Beto, yang menyelesaikan umpan silang Kiernan Dewsbury-Hall setelah Ibrahima Konate dan Van Dijk terpancing keluar dari posisi tengah mereka.

Gol itu juga membawa kabar buruk bagi Mamardashvili yang harus ditandu keluar lapangan dan digantikan oleh kiper ketiga Freddie Woodman, yang baru kali ini tampil di kasta tertinggi sepak bola Inggris dalam hampir lima tahun terakhir.


Kemenangan Penting untuk Kejar Tiket Liga Champions

Kemenangan ini membawa makna yang jauh lebih besar dari sekadar kebanggaan derbi. Liverpool kini tujuh poin di atas Chelsea di posisi enam, yang justru kalah dari Manchester United pada Sabtu lalu, melanjutkan rentetan empat kekalahan beruntun tanpa mencetak satu pun gol.

Jarak tersebut kini semakin memberikan ruang aman bagi Liverpool dalam perburuan tiket Liga Champions.

Meski demikian, musim ini tetaplah menjadi kampanye yang menyakitkan. Mengalami 17 kekalahan di semua kompetisi adalah statistik yang tidak dapat diterima, dan evaluasi mendalam perlu dilakukan setelah pertandingan terakhir musim ini pada 24 Mei.

Tanda tanya soal kelayakan Arne Slot sebagai pelatih kepala pun dipastikan akan terus menghantui.

Namun, untuk saat ini, semua itu bisa menunggu. Hari ini adalah tentang babak baru dalam sejarah derbi Merseyside, yang dibuka dengan cara paling membahagiakan bagi Liverpool.

Sumber: Liverpool Echo


Persaingan di Premier League

Berita Terkait