Bola.com, Jakarta - Majelis Pidana Pengadilan Nasional telah menjatuhkan putusan terhadap salah satu jaringan IPTV ilegal terbesar. Vonis itu setelah adanya pelanggaran terhadap pasar dan konsumen, hak kekayaan intelektual, serta pencucian uang.
Sekaligus menetapkan salah satu nilai kompensasi terbesar dalam sejarah Spanyol untuk pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Kasus ini dibuka beberapa tahun lalu, laporan awal dari Nagravision kemudian dilanjutkan berkat laporan dan pengembangan perkara yang diajukan oleh LALIGA, yang memberikan bukti pembelian krusial untuk verifikasi fakta.
Sejumlah perusahaan kemudian turut bergabung dalam proses hukum sebagai penuntut swasta, seperti Movistar Plus+, Mediapro, dan Egeda.
Kasus ini akhirnya diselesaikan dengan para terdakwa menerima dakwaan bersama yang diajukan oleh Kejaksaan serta para penuntut swasta lainnya.
Penyelidikan ini terutama dilakukan oleh Unit Pusat Kejahatan Siber dari Direktorat Jenderal Kepolisian, serta Kelompok Hak Kekayaan Intelektual dari Unit Pusat Kejahatan Khusus dan Kekerasan (UDEV), dengan dukungan Europol dan Eurojust dalam koordinasi internasional.
Tidak Hanya Tayangan Sepak Bola
Putusan tersebut menetapkan kompensasi sebesar 12 juta euro bagi perusahaan-perusahaan terdampak serta lebih dari 30 juta euro dalam bentuk denda atas pencucian uang. Jaringan ini dipimpin oleh sosok yang dikenal sebagai “Dash, the Iranian”.
Mereka beroperasi melalui kanal seperti rapidiptv.com, rapidiptv.net, dan iptvstack.com, dengan secara ilegal mendistribusikan siaran sepak bola, film, dan serial, termasuk konten LALIGA kepada lebih dari dua juta orang melalui server yang tersebar di 13 negara di tiga benua.
Untuk mencuci uang tersebut, organisasi ini menggunakan payment gateway, bursa kripto, perusahaan cangkang, dan faktur palsu.
Beberapa operasi yang teridentifikasi antara lain pembangunan gedung residensial di Iran, pembelian properti di Barcelona senilai 1,7 juta euro, serta pembelian dua kendaraan mewah senilai 400.000 euro. Kesepakatan ini mencakup penyitaan seluruh aset dan dana yang disita serta penutupan permanen domain terkait.
Ancaman Serius
Sementara itu presiden LALIGA, Javier Tebas, menyatakan penipuan ini sebagai ancaman serius dan sangat mengancam industri sepak bola.
“Penipuan audiovisual adalah ancaman serius yang mengancam keberlangsungan industri yang fundamental bagi ekonomi Eropa, yaitu olahraga langsung. Kami bangga dengan sanksi teladan ini, yang menunjukkan bahwa pembajakan harus diperangi secara tegas di setiap level, terutama terhadap organisasi dan mafia di baliknya," ujar Tebas.
Vonis dari pengadilan Spanyol ini menunjukkan relevansi strategi global anti-pembajakan LALIGA, yang pada musim 2024/25 berhasil menurunkan konsumsi pembajakan di Spanyol sebesar 60 persen.
Upaya ini tidak hanya mencakup langkah hukum dan operasi bersama aparat keamanan negara, tetapi juga melibatkan pilar lain seperti edukasi, aksi institusional, dan teknologi.