Pep Guardiola Sebut Kritik terhadap Selebrasi Man City Sebagai Hal Bodoh, Tegaskan Pemain Bebas Merayakan

Pep Guardiola mengecam kritik terhadap selebrasi Man City setelah kemenangan atas Arsenal, Minggu malam lalu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 22 April 2026, 18:45 WIB
Rayan Cherki (kanan) merayakan golnya buat Man City ke gawang Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, angkat suara menanggapi kritik terhadap selebrasi timnya setelah mengalahkan Arsenal. Ia menilai komentar-komentar tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal.

Man City meraih kemenangan penting 2-1 atas Arsenal di Stadion Etihad pada Minggu malam lalu, hasil yang membuat mereka hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Liga Inggris itu, dengan satu pertandingan lebih sedikit.

Advertisement

Seusai peluit akhir, suasana perayaan langsung pecah. Penjaga gawang Gianluigi Donnarumma bahkan melompat ke tribune di dekat gawangnya, sementara pemain lain merayakan kemenangan dengan penuh emosi.

Namun, selebrasi tersebut menuai kritik dari sejumlah pundit, termasuk Wayne Rooney dan Danny Murphy dalam program "Match of the Day".

Rooney menilai perayaan itu sedikit berlebihan, sementara Murphy berkomentar bahwa dari sudut pandang pemain Arsenal, selebrasi tersebut terasa terlalu besar mengingat mereka masih memimpin klasemen.


Tanggapan Guardiola

The Cityzens sejatinya sempat unggul terlebih dahulu melalui Rayan Cherki pada menit ke-12. Namun, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan lewat Kai Haverz dua menit kemudian setelah berhasil memanfaatkan blunder dari kiper Gianluigi Donnarumma. (AP Photo/Dave Thompson)

Menanggapi hal itu, Guardiola tidak tinggal diam.

"Orang boleh mengatakan hal-hal bodoh apa pun yang mereka inginkan," ujar Guardiola saat membahas laga tandang ke Burnley.

"Pemain merayakan karena tahu nilai dari lawan yang dihadapi. Mereka tahu jika kami tidak menang, maka selesai sudah peluang kami. Kami menang dan masih berada dalam persaingan. Bagaimana mungkin mereka tidak merayakannya?"

Ia juga menegaskan bahwa pemain berhak mengekspresikan kebahagiaan mereka selama tetap menghormati lawan.

"Selama Anda tetap menghormati lawan dan pendukung mereka, rayakanlah dengan cara apa pun yang Anda inginkan," tegasnya.

Guardiola menambahkan, tidak semua kemenangan dirayakan dengan cara yang sama.

"Tentu saja kami tidak akan merayakan seperti ini di tengah pekan jika menang 3-0 atau 4-0 melawan lawan yang berbeda. Semua orang tahu laga itu seperti final, terutama bagi kami. Mungkin tidak bagi mereka, tapi bagi kami itu final, jadi wajar jika dirayakan," imbuhnya.


Perburuan Gelar Makin Ketat

Erling Haaland menjadi kunci kemenangan Manchester City saat menjamu Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Minggu (19/04/2026) waktu setempat. (AP Photo/Dave Thompson)

Jika Man City mampu menang di markas Burnley, Kamis dini hari nanti, mereka akan menyamai perolehan poin Arsenal, yakni 70.

Saat ini, Erling Haaland dkk. telah mencetak 65 gol dari 32 pertandingan dan kebobolan 29 kali. Sementara Arsenal mengoleksi 63 gol dari 33 laga dengan 26 kali kebobolan.

Dalam situasi poin sama, penentuan juara akan ditentukan oleh selisih gol.

"Hal itu bisa saja terjadi, tapi kami tidak boleh terdistraksi," kata Guardiola.

"Jika kami terlalu mengejar hal itu, kami bisa kehilangan keseimbangan, dan ketika tidak seimbang, kami akan kebobolan banyak gol," lanjutnya.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait