John Terry Tawarkan Diri Gantikan Liam Rosenior, tapi Ditolak Mentah-Mentah Chelsea

Ingin gantikan Liam Rosenior, John Terry Justru mendapat penolakan keras dari Chelsea.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 April 2026, 11:15 WIB
Duta Besar Liga Champions dan mantan pemain sepak bola Inggris, John Terry, menyampaikan pidato pada pengundian babak 16 besar turnamen sepak bola Liga Champions UEFA 2023-2024 di House of European Football di Nyon, pada 18 Desember 2023. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Chelsea berpisah dengan Liam Rosenior memang tidak terlalu mengejutkan, tetapi tetap menyisakan cerita menarik di baliknya. Satu di antaranya adalah tawaran dari legenda klub, John Terry, yang ternyata ditolak mentah-mentah oleh pemilik klub.

Rosenior hanya bertahan singkat di Stamford Bridge. Ia ditunjuk menggantikan Enzo Maresca, tetapi masa jabatannya berakhir setelah hanya 106 hari.

Advertisement

Rentetan hasil buruk menjadi pemicu utama, dengan enam kekalahan dari tujuh pertandingan terakhir yang membuat manajemen mengambil keputusan tegas.

Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan keputusan tersebut tidak diambil dengan mudah.

"Ini bukan keputusan yang diambil klub dengan ringan. Namun, hasil dan performa belakangan ini berada di bawah standar yang dibutuhkan, sementara musim masih menyisakan banyak hal untuk diperjuangkan. Semua orang di Chelsea mendoakan yang terbaik untuk Liam ke depannya," demikian isi pernyataan Chelsea.

Sebagai pengganti sementara, Chelsea menunjuk Calum McFarlane hingga akhir musim.


Menawarkan Diri

Berbeda dengan kedua mantan pemain Chelsea sebelumnya, John Terry sudah mampu membawa Aston Villa promosi ke Liga Inggris di musim debutnya. Terry ditunjuk sebagai asisten manajer pada 2018 silam dan telah mengorbitkan pemain seperti Tyrone Mings dan Jack Grealish. (Foto: AFP/Pool/Tim Keeton)

Saat ini, The Blues berada di peringkat ketujuh klasemen Liga Inggris dan masih berjuang untuk mengamankan tiket ke Liga Champions, target yang kini terasa cukup berat.

Di tengah situasi itu, muncul kabar bahwa John Terry sempat menawarkan diri untuk mengisi posisi pelatih interim. Namun, tawaran tersebut ditolak secara tegas oleh pemilik klub.

Informasi tersebut diungkap oleh pandit TalkSPORT, Andy Jacobs, via Chelsea Chronicle.

"Saya mendapat informasi John Terry ingin mengambil alih hingga akhir musim, tetapi mereka tidak menginginkannya, dan mereka menyampaikan dengan sangat jelas bahwa dia tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan itu," ujar Jacobs.


Alasan Penolakan

Pelatih Aston Villa, Dean Smith dan John Terry saat melawan West Ham United pada laga Premier League di Stadion London, Minggu (26/7/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Andy Rain/Pool via AP)

Alasan di balik penolakan tersebut tidak dijelaskan secara terperinci. Padahal, Terry merupakan satu di antara pemain terbaik dalam sejarah Chelsea.

Ia juga pernah menegaskan bahwa dirinya memiliki kapasitas untuk melatih, termasuk pengalaman tiga tahun sebagai pelatih di level Liga Inggris bersama Aston Villa.

"Saya memiliki semua lisensi kepelatihan yang diperlukan, saya punya pengalaman tiga tahun melatih di Liga Inggris bersama Aston Villa," kata Terry.

"Selain itu, tidak ada yang lebih 'Chelsea' daripada saya. Untuk kembali ke puncak, kami membutuhkan manajer top. Ya, itu mungkin membuat saya tersingkir, tetapi tolong jangan katakan saya tidak memenuhi syarat!"


Sudah Lama Tak Dilirik Chelsea

John Terry adalah kapten paling sukses dalam sejarah Chelsea. Ia juga mampu memainkan pertahanan kokohnya untuk merebut gelar-gelar bergengsi. Terry menjadi pembuat penampilan tertinggi ketiga (717) dalam sejarah klub sebelum meninggalkan The Blues pada 2017. (AFP/Adrian Dennis)

Belakangan, nama Terry juga sempat menjadi sorotan karena komentar di luar sepak bola.

Ia diketahui menanggapi unggahan anggota parlemen Inggris, Rupert Lowe, yang berisi dukungan terhadap pelarangan burqa serta memastikan seluruh stasiun di London hanya menggunakan rambu berbahasa Inggris.

Belum jelas apakah hal tersebut turut memengaruhi keputusan klub. Namun yang pasti, Terry sudah cukup lama tidak dilirik untuk peran manajerial di klub yang membesarkan namanya.

Bahkan sebelumnya, ketika Maresca dipecat, Terry mengaku lebih merasa frustrasi ketimbang marah karena tidak diberi kesempatan.

"Saya tidak marah, mungkin lebih frustrasi," ujarnya.

"Namun, pada akhirnya seseorang harus mengambil keputusan. Saya suka ketika orang membuat keputusan dengan tegas, 'ya atau tidak'. Jelas, kepemilikan klub atau siapa pun yang membuat keputusan, direktur olahraga, memilih 'tidak' untuk melibatkan saya, dengan alasan apa pun. Saya tidak tahu alasannya," ucap mantan kapten The Blues itu.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait