Luis Enrique Merespons Tegas Isu Dirinya Menggantikan Michael Carrick di MU

Luis Enrique memberikan tanggapan yang jelas atas rumor ketertarikan MU kepadanya untuk menggantikan Michael Carrick.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 April 2026, 20:45 WIB
Pelatih kepala Paris Saint-Germain (PSG) asal Spanyol, Luis Enrique, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Paris Saint-Germain di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 15 April 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Luis Enrique memberikan sinyal kuat terkait masa depannya di tengah rumor yang mengaitkannya dengan Manchester United.

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) berusia 55 tahun itu disebut-sebut masuk radar MU untuk mengisi posisi pelatih permanen, yang hingga kini masih belum diputuskan.

Advertisement

Saat ini, kursi pelatih masih dipegang oleh Michael Carrick hingga akhir musim. Meski mampu menunjukkan kinerja impresif, mantan gelandang MU tersebut belum mendapat kepastian apakah akan dipermanenkan.

Di tengah banyaknya opsi pelatih di pasar, nama Enrique mencuat berkat rekam jejaknya bersama Barcelona dan PSG, termasuk keberhasilan meraih gelar Liga Champions bersama kedua klub tersebut.

Namun, peluang MU untuk memboyongnya dari Paris sejak awal memang tipis. Kini, harapan itu makin tipis setelah pernyataan terbaru Enrique. 


Respons Enrique

Pelatih kepala Paris Saint-Germain (PSG) asal Spanyol, Luis Enrique (kanan), berbicara kepada para pemainnya saat jeda pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Paris Saint-Germain di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut pada 14 April 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Dalam konferensi pers pada Rabu waktu setempat, Enrique mengungkapkan dirinya sudah mulai menyusun rencana untuk musim panas bersama Direktur Olahraga PSG, Luis Campos.

"Akan ada penyesuaian kecil, seperti tahun lalu. Kami tidak akan merekrut banyak pemain," ujar Enrique saat ditanya mengenai bursa transfer musim panas.

Tak hanya itu, pelatih asal Spanyol tersebut juga dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk memperpanjang kontraknya bersama PSG hingga 2030.

Ia pun masih berpeluang menambah gelar Liga Champions musim ini, meski harus lebih dulu melewati hadangan Bayern Munchen di semifinal.


Komentar Carrick

Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Di sisi lain, MU belum tampil di kompetisi elite Eropa sejak 2023. Namun, di bawah kendali Carrick, mereka berada di jalur tepat untuk kembali lolos.

Dua kemenangan dari enam laga tersisa sudah cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan, sekaligus memperkuat peluang Carrick untuk dipertahankan.

Carrick, yang kini berusia 44 tahun dan menggantikan Ruben Amorim pada Januari lalu, masih enggan berbicara banyak soal masa depannya. Meski begitu, ia memberi sinyal ingin tetap bertahan setelah kemenangan penting 1-0 atas Chelsea.

"Saya senang berada di sini," kata Carrick kepada TNT Sports.

"Saya memahami situasinya, ini bukan sepenuhnya dalam kendali saya. Anda ingin menjadi bagian dari malam-malam seperti ini, bagian dari sesuatu yang spesial, membangun tim. Saya tidak punya batas waktu untuk keputusan itu," imbuhnya.


Dukungan untuk Carrick

Mantan kiper Denmark, Peter Schmeichel (kanan), berbicara dengan mantan pemain Inggris kelahiran Kanada, Owen Hargreaves, sebelum pertandingan Grup C UEFA Euro 2024 antara Denmark dan Inggris di Frankfurt Arena di Frankfurt am Main pada 20 Juni 2024. (Kirill KUDRYAVTSEV/AFP)

Dukungan terhadap Carrick juga datang dari mantan rekan setimnya, Owen Hargreaves.

Ia menilai akan sangat tidak masuk akal jika MU tidak memberikan posisi permanen kepada Carrick, mengingat perubahan signifikan yang terjadi sejak tim berpisah dengan Amorim.

"Carrick memahami para pemain dan itu mungkin alasan mengapa dia ada di sana," ujar Hargreaves.

"Ia mengerti tekanan bermain untuk klub ini. Dia menempatkan pemain di posisi yang tepat agar bisa sukses dan mereka berkembang dalam segala aspek. Jadi, jika tidak memberinya posisi permanen setelah semua ini, itu benar-benar tidak masuk akal," tuturnya.

"Saya rasa hasil hari ini mempertegas hal itu. Jika mereka tidak menang dan tidak berada di posisi Liga Champions, mungkin masih bisa diperdebatkan untuk mendatangkan pelatih yang lebih berpengalaman. Tetapi, setelah hasil ini dan jika mereka finis di posisi ketiga, saya tidak melihat alasan untuk tidak memberikannya. Itu sama sekali tidak masuk akal," tegas gelandang MU periode 2007-2011 itu.

 

Sumber: The Mirror

Berita Terkait