Julukan Sindiran dari Pemain Chelsea Bongkar Lemahnya Kendali Liam Rosenior

Liam Rosenior diberi julukan "sindiran" oleh pemain Chelsea sebelum pemecatannya dari The Blues.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 April 2026, 07:15 WIB
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memasuki lapangan sebelum dimulainya laga fase liga Liga Champions antara Napoli vs Chelsea di Naples, Italia, Rabu, 28 Januari 2026. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Bola.com, Jakarta - Julukan bernada "sindiran" sempat melekat pada Liam Rosenior selama menangani Chelsea, sebelum akhirnya ia diberhentikan dari kursi pelatih.

Fakta ini terungkap dari laporan terbaru yang mengulas suasana internal tim.

Advertisement

Rosenior yang baru ditunjuk pada Januari lalu menggantikan Enzo Maresca, tidak bertahan lama. Ia dipecat pada Rabu waktu setempat setelah tim terpuruk dalam lima kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun.

Kekalahan telak 0-3 dari mantan klubnya, Brighton & Hove Albion, menjadi pukulan terakhir yang memastikan akhir masa jabatannya.

Pengumuman pemecatan tersebut disampaikan secara resmi oleh klub.


Julukan Rosenior

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris melawan Everton di Hill Dickinson Stadium, Inggris, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Dalam laporan panjang yang dirilis BBC, terungkap bagaimana pandangan para pemain terhadap Rosenior selama memimpin tim.

Sebagian besar pemain disebut melihatnya sebagai sosok yang baik. Namun, di balik itu, ada juga penilaian lain yang cukup tajam.

Satu di antara pemain bahkan memberinya julukan "guru pengganti" (the supply teacher), menggambarkan otoritasnya yang dianggap kurang kuat di ruang ganti.

Rosenior sempat menekankan pentingnya para pemain "menghormati bola" dalam tradisi berkumpul sebelum pertandingan (huddle) yang diperkenalkan kelompok pemimpin dalam tim.

Namun, seiring waktu, kelompok tersebut disebut mulai kurang vokal dalam rapat tim. Sumber yang dekat dengan sejumlah pemain menyebutkan kepada BBC bahwa Rosenior perlahan kehilangan kendali atas skuad.


Ketidakpuasan

Pemain Chelsea merayakan gol Josh Acheampong pada laga Premier League 2025/2026 melawan Nottingham - Dok. Chelsea/@ChelseaFC

Sebelum pemecatan diumumkan, BBC juga mengungkap adanya ketidakpuasan di kalangan pemain terhadap sejumlah keputusan Rosenior.

Satu di antara yang menjadi sorotan adalah minimnya waktu bermain bagi bek muda berusia 19 tahun, Josh Acheampong, yang disebut memicu ketidakpuasan di dalam tim.

Padahal, manajemen Chelsea sebelumnya memberikan dukungan penuh kepada Rosenior. Akan tetapi, hasil buruk memaksa klub mengambil langkah tegas untuk melakukan perubahan.


Kandidat Pelatih Baru

Marco Silva. Pelatih asal Portugal berusia 44 tahun ini telah menangani 3 klub EPL, yaitu Hull City, Watford dan Everton. Prestasi terbaiknya dalah membawa Everton finish di posisi 8 pada musim debutnya 2018/2019. Musim 2021/2022 ini ia menangani Fulham di Championship. (AFP/Oli Scarff)

Sebagai solusi jangka pendek, Calum McFarlane akan kembali menjabat sebagai pelatih sementara hingga akhir musim. Chelsea kemudian berencana menunjuk pelatih permanen pada musim panas mendatang.

Sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai kandidat pengganti. Pelatih yang akan meninggalkan Bournemouth, Andoni Iraola, disebut sudah dihubungi dan berstatus bebas pada musim panas.

Selain itu, pelatih Fulham, Marco Silva, berada dalam situasi serupa karena akan hengkang di akhir musim. Chelsea tidak perlu membayar kompensasi untuk merekrutnya, dan ia diketahui memiliki hubungan dengan agen ternama, Jorge Mendes, yang dekat dengan klub.

Nama lain yang masuk radar adalah mantan pelatih Borussia Dortmund, Edin Terzic. Namun, ada kekhawatiran dari sejumlah pelatih terkait stabilitas Chelsea yang dinilai kerap berganti pelatih dalam waktu singkat.

McFarlane akan memimpin tim dari pinggir lapangan di Stadion Wembley pada Minggu saat Chelsea menghadapi Leeds United di perempat final Piala FA.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait