Bola.com, Liverpool - Liverpool meraih kemenangan penting 3-1 atas Crystal Palace dalam lanjutan Premier League di Anfield, Sabtu (25/4/2026). Hasil ini memperkuat posisi The Reds dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.
Penyerang asal Swedia, Alexander Isak, membuka keunggulan Liverpool pada menit ke-35. Gol tersebut menjadi yang pertama baginya di Anfield sejak bergabung dengan klub. Tendangan Isak dari jarak dekat sempat memantul sebelum melewati kiper Palace.
Lima menit berselang, Andrew Robertson menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat serangan balik cepat yang rapi.
Kiper pelapis ketiga Liverpool, Freddie Woodman, tampil impresif dalam debutnya di Premier League musim ini. Ia melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan sundulan Jean-Philippe Mateta sebelum gol kedua Liverpool tercipta.
Woodman mendapat kesempatan tampil setelah dua kiper utama, termasuk Alisson Becker, mengalami cedera.
Momentum Positif
Crystal Palace sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Daniel Muñoz pada menit ke-71. Bahkan, tim tamu nyaris menyamakan skor ketika peluang mereka membentur tiang gawang menjelang akhir laga.
Namun, Liverpool memastikan kemenangan melalui gol Florian Wirtz di masa injury time.
Di balik kemenangan ini, Liverpool mendapat kabar kurang menyenangkan setelah Mohamed Salah harus ditarik keluar karena cedera. Sang bintang yang telah mengumumkan akan meninggalkan klub di akhir musim ini diharapkan tidak mengalami cedera serius.
Kemenangan ini membuat Liverpool unggul delapan poin dari peringkat keenam dalam perebutan tiket Liga Champions, dengan empat pertandingan tersisa musim ini.
Efektivitas Jadi Kunci
Kemenangan The Reds ditentukan oleh gol Alexander Isak (35’), Andrew Robertson (40’), dan Florian Wirtz (90+6’). Sementara tim tamu sempat memperkecil ketertinggalan lewat Daniel Munoz pada menit ke-70.
Meski menang, Liverpool sebenarnya kalah dalam beberapa aspek statistik. Crystal Palace mencatat:
13 tembakan (Liverpool 9)
8 tembakan tepat sasaran (Liverpool 3)
8 sepak pojok (Liverpool 5)
Namun Liverpool unggul dalam penguasaan bola dengan 55% dan tampil lebih klinis dalam memaksimalkan peluang.
Perbedaan utama dalam laga ini adalah efektivitas. Dari hanya tiga tembakan tepat sasaran, Liverpool mampu mencetak tiga gol. Sebaliknya, Palace yang lebih agresif justru gagal memaksimalkan peluang.