Skandal Wasit Italia Memanas: Gianluca Rocchi dan Supervisor VAR Mundur Sementara di Tengah Penyelidikan

Sepak bola Italia kembali berada dalam pusaran krisis setelah kasus dugaan kecurangan olahraga yang melibatkan perangkat pertandingan semakin berkembang.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 26 April 2026, 08:00 WIB
Inter Milan's Petar Sucic celebrates after scoring his side's third goal during the Italian Cup, return-leg soccer match between Inter Milan and Como, in Milan, Italy, Tuesday, April 21, 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Italia kembali berada dalam pusaran krisis setelah kasus dugaan kecurangan olahraga yang melibatkan perangkat pertandingan semakin berkembang. Kepala wasit Serie A dan Serie B, Gianluca Rocchi, resmi mengundurkan diri sementara dari jabatannya.

Langkah ini diambil di tengah penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa Milan. Dugaan intervensi terhadap keputusan pertandingan, termasuk penggunaan VAR, menjadi inti dari perkara tersebut.

Advertisement

Tak hanya Rocchi, supervisor VAR Andrea Gervasoni juga mengambil langkah serupa. Keduanya kini berada dalam sorotan setelah disebut masuk dalam penyelidikan yang sama.

Situasi ini membuat otoritas wasit Italia harus bergerak cepat. Asosiasi Wasit Italia (AIA) langsung menggelar rapat darurat untuk menentukan langkah lanjutan.

 


Rocchi Pilih Mundur Demi Proses Hukum

Pemain Inter Milan Lautaro Martinez (kanan) merayakan gol bersama rekan setimnya Marcus Thuram pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Roma di Milan, Italia, Minggu, 5 April 2026. (AP Photo/Luca Bruno)

Rocchi mengungkapkan bahwa keputusan untuk mundur sementara bukan hal mudah. Ia mengambil langkah tersebut demi menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan wasit.

“Menyusul perkembangan hari ini, bersama AIA dan demi kebaikan kelompok CAN agar bisa bekerja dengan tenang, saya memutuskan untuk mengundurkan diri sementara dari jabatan saya mulai saat ini,” ujar Rocchi.

Ia menambahkan bahwa keputusan ini telah dipertimbangkan secara matang. Rocchi ingin memastikan proses hukum berjalan tanpa gangguan.

“Pilihan ini memang menyakitkan dan sulit, tetapi saya ambil bersama keluarga. Tujuannya agar proses hukum berjalan dengan baik, dan saya yakin akan keluar dari situasi ini tanpa cela serta lebih kuat,” ucapnya.

Rocchi juga menekankan bahwa langkah tersebut diambil demi melindungi rekan-rekannya di dunia perwasitan. Ia tidak ingin kasus ini berdampak pada kinerja perangkat pertandingan lainnya.

“Kecintaan saya terhadap asosiasi dan tanggung jawab atas peran ini membuat saya harus melindungi kelompok penting ini. Saya tidak ingin mereka terdampak oleh situasi saya,” katanya.

 


Dugaan Tekanan VAR dan Penunjukan Wasit

Pemain Inter Milan, Petar Sucic, memeluk sang pelatih, Christian Chivu, setelah memastikan timnya lolos ke final Coppa Italia 2025/2026. Inter Milan menang 3-2 atas Como 1907 untuk lolos ke partai puncak Piala Italia tersebut. (AP Photo/Luca Bruno)

Dalam penyelidikan yang berjalan, Rocchi diduga memengaruhi keputusan pertandingan melalui tekanan terhadap VAR. Selain itu, ada pula tuduhan terkait penunjukan wasit yang menguntungkan klub tertentu.

Rocchi sendiri membantah tudingan tersebut dan menyatakan keyakinannya terhadap proses hukum. Ia merasa telah menjalankan tugas dengan benar selama ini.

“Saya yakin selalu bertindak dengan benar dan memiliki kepercayaan penuh pada proses peradilan,” ujarnya.

Beberapa pertandingan ikut disorot dalam penyelidikan ini. Termasuk laga Udinese kontra Parma pada Maret 2025 yang diwarnai keputusan penalti kontroversial.

Kasus lain yang turut diperiksa adalah pertandingan Inter melawan Verona pada Januari 2024. Momen tersebut memicu perdebatan setelah dugaan pelanggaran tidak ditindak dan berujung gol kemenangan Inter.

 


AIA Siapkan Pengganti Sementara

Menyikapi situasi ini, AIA langsung menggelar rapat Komite Nasional. Agenda utama adalah menentukan pengganti sementara untuk posisi Rocchi.

Dalam pernyataan resminya, AIA menyebut keputusan Rocchi telah disampaikan kepada wakil presiden Francesco Massini. Langkah serupa juga diambil oleh Andrea Gervasoni yang ikut menonaktifkan diri.

Situasi ini membuat federasi harus bergerak cepat agar operasional kompetisi tetap berjalan normal. Keputusan dalam waktu dekat akan menjadi penentu stabilitas perwasitan Italia di tengah tekanan besar.


Persaingan di Liga Italia

Berita Terkait