Piala Dunia 2026 Belum Panas, tapi Edisi 2014, 2018, dan 2022 Juga Begitu

Belum memanas, Piala Dunia 2026 hadapi pola yang sama seperti edisi-edisi sebelumnya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 April 2026, 14:30 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 belum menunjukkan lonjakan antusiasme pada fase awal. Namun, pola seperti ini bukan hal baru. Turnamen sebelumnya, Piala Dunia edisi 2014, 2018, dan 2022, juga melalui fase serupa sebelum akhirnya berlangsung meriah.

Menjelang turnamen, narasi yang muncul hampir selalu sama: infrastruktur dinilai belum siap, harga dianggap terlalu mahal, hingga keraguan terhadap kesiapan tuan rumah.

Advertisement

Namun, saat kompetisi dimulai, perhatian beralih sepenuhnya ke pertandingan dan kekhawatiran tersebut mereda.

Situasi serupa kini terjadi menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Data awal menunjukkan minat belum melonjak signifikan.


Pemohon Visa Turis AS

Ilustrasi paspor, passport, visa. (Photo by Agus Dietrich on Unsplash)

Sekitar 12.000 pemohon visa turis Amerika Serikat untuk keperluan Piala Dunia 2026 tercatat mendaftar dalam sistem percepatan janji temu khusus FIFA (FIFA PASS). Angka itu tergolong rendah jika dibandingkan dengan target penjualan sekitar 6,5 juta tiket untuk 104 pertandingan.

Analis Migration Policy Institute, Ariel Ruiz Soto, menyebut angka tersebut "berada di sisi bawah".

Data lain juga belum menunjukkan peningkatan. Hingga saat ini, Departemen Luar Negeri AS (The State Department) mencatat 5,1 juta permohonan EST, izin perjalanan elektronik, jumlah yang masih sejalan dengan tahun normal yang biasanya mencapai sekitar 15 juta.

Hal ini berarti, efek Piala Dunia 2026 belum terlihat dalam arus permohonan perjalanan.


Sektor Perhotelan

Sebuah papan iklan yang mempromosikan Piala Dunia 2026 terlihat di luar Faneuil Hall Marketplace pada 10 Maret 2026 di Boston, Massachusetts. (Maddie Meyer/Getty Images via AFP)

Pandangan serupa datang dari sektor perhotelan.

CEO Hilton, Christopher Nassetta, mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa Piala Dunia 2026 "belum sekuat yang diharapkan", meski ia menegaskan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan.

Ruiz Soto bahkan menyampaikan penilaian lebih tegas.

"Belum ada bukti signifikan bahwa jumlah pelancong internasional akan meningkat karena Piala Dunia musim panas ini," ujarnya.

Beberapa faktor memang menjadi hambatan. Kunjungan internasional ke AS turun sekitar 5,5 persen tahun lalu. Kebijakan visa, pengetatan imigrasi, persepsi di pasar utama, serta harga tiket pertandingan yang disebut sebagai yang termahal sepanjang sejarah turnamen ikut memengaruhi.

Selain itu, kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang membatasi akses masuk dari empat negara peserta juga menambah kompleksitas.


Memanas Mendekati Hari H

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Meski begitu, sejarah menunjukkan Piala Dunia sering kali memanas mendekati hari pertandingan.

Proses persetujuan ESTA bisa berlangsung cepat, dalam hitungan jam bahkan menit, dan penggemar dari negara seperti Inggris, Jerman, Jepang, Prancis, dan Spanyol tidak selalu merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.

Dengan format baru 48 tim, Piala Dunia 2026 tetap diperkirakan akan mencapai kesuksesan.

Pertanyaan utamanya bukan apakah turnamen ini akan berhasil, melainkan apakah awal yang lambat ini akan menjadi isu besar, atau sekadar catatan kecil ketika kompetisi sudah berjalan dan atmosfer sepak bola mengambil alih.

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait