Kurang dari 45 Hari Jelang Piala Dunia, Tekanan Cedera Menghimpit Salah, Mbappe, dan Bintang Lainnya

Mohamed Salah, Kylian Mbappe, dan beberapa pemain bintang lainnya di bawah tekanan cedera jelang Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 April 2026, 20:15 WIB
Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Everton vs Liverpool di Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (AP Photo/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Dengan waktu tersisa kurang dari 45 hari menuju Piala Dunia 2026, setiap cedera kini terasa jauh lebih menentukan. Bukan sekadar absen di level klub, tetapi bisa menghapus kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Momen itu tergambar jelas saat Estevao terpincang meninggalkan lapangan dalam kekalahan Chelsea 0-1 dari Manchester United awal bulan ini.

Advertisement

Winger remaja Brasil itu menutupi wajahnya dengan jersey saat berjalan keluar di tengah babak pertama, sementara tangisnya baru pecah di ruang ganti.

Hasil pemeriksaan dua hari kemudian mengonfirmasi kekhawatiran terburuk: robekan hamstring derajat empat, jenis cedera paling parah di otot tersebut. Kondisi itu membuat peluangnya tampil bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 menjadi sangat kecil.

Kasus Estevao bukan satu-satunya. Seperti yang dialami Xavi Simons pada akhir pekan lalu, fase paling berisiko menjelang turnamen kini telah dimulai.

Dengan hanya 44 hari sebelum kick-off pada 11 Juni, satu cedera dengan masa pemulihan menengah saja sudah cukup untuk menghapus peluang masuk daftar 1.248 pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Waktu yang tersisa tidak cukup untuk rehabilitasi panjang.

 


Cedera Kecil, Dampak Besar

Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, mengontrol bola selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 25 April 2026. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Situasi ini membuat setiap tarikan otot atau rasa nyeri menjadi perhatian serius. Hal itu terlihat pada cedera hamstring yang dialami Kylian Mbappe saat Real Madrid bermain imbang 1-1 melawan Real Betis.

Sehari setelahnya, Mohamed Salah juga harus meninggalkan lapangan lebih awal ketika Liverpool menang 3-1 atas Crystal Palace, dengan keluhan serupa.

Nama lain yang memicu kekhawatiran adalah Lamine Yamal. Pemain muda Barcelona itu mengalami cedera paha yang membuatnya absen di fase akhir perburuan gelar La Liga.

Harapan untuk Yamal, Mbappe bersama Prancis, dan Salah dengan Mesir masih terbuka. Namun, waktu pemulihan makin sempit setiap pekan.

 

 


Tersingkir sebelum Dimulai

Para pemain memberikan perawatan kepada striker Liverpool, Hugo Ekitike, yang tergeletak cedera saat pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions UEFA melawan Paris Saint-Germain di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 14 April 2026. (FRANCK FIFE / AFP)

Beberapa pemain bahkan sudah dipastikan absen.

Rodrygo harus menepi setelah didiagnosis mengalami cedera ligamen lutut (ACL). Penyerang Real Madrid itu langsung mencoret namanya dari rencana Timnas Brasil.

"Hari terburuk dalam hidup saya. Cedera yang selalu saya takuti akhirnya terjadi," tulisnya di Instagram.

Nasib serupa dialami Hugo Ekitike. Penyerang Liverpool itu mengalami cedera Achilles saat menghadapi Paris Saint-Germain di Liga Champions dan harus menepi selama enam bulan.

Untuk Timnas Jerman, kehilangan juga datang dari Serge Gnabry. Cedera otot paha membuatnya harus menepi dalam jangka panjang. Ia mengakui peluang tampil di Piala Dunia 2026 sudah berakhir.

Situasi serupa juga menghantui pemain lain.

Kai Havertz terlihat emosional saat ditarik keluar dalam kemenangan tipis Arsenal atas Newcastle United. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyebutnya sebagai cedera otot.

 


Ketidakpastian Jelang Turnamen

Gelandang Tottenham Hotspur asal Belanda #07, Xavi Simons, bereaksi saat peluit akhir pertandingan Liga Inggris antara Tottenham Hotspur dan Brighton and Hove Albion di Stadion Tottenham Hotspur di London, 18 April 2026. Pertandingan berakhir 2-2. (Ben STANSALL/AFP)

 

Rekan setim Havertz di Arsenal, Eberechi Eze, juga harus keluar lebih awal di laga yang sama. Keduanya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

Kondisi ini membuat klub dan timnas berada dalam kecemasan yang sama, mengingat pemusatan latihan internasional akan dimulai dalam beberapa pekan ke depan.

Untuk Timnas Belanda, kabar buruk sudah datang.

Xavi Simons harus ditandu keluar saat Tottenham Hotspur menang besar atas Wolverhampton Wanderers akibat cedera lutut.

Pelatihnya Tottenham, Roberto De Zerbi, sempat menyebut hasil pasti baru diketahui dalam beberapa hari. Namun, Simons lebih dulu mengungkap kenyataan pahit.

"Mereka bilang hidup bisa kejam, dan hari ini saya merasakannya," tulisnya di Instagram.

"Musim saya berakhir tiba-tiba. Saya benar-benar hancur. Tidak ada yang masuk akal."

"Yang saya inginkan hanya berjuang untuk tim saya, tetapi itu diambil dari saya… bersama Piala Dunia. Mewakili negara saya musim panas ini… hilang begitu saja," tambahnya.

 


Harapan yang Masih Tersisa

Bek Tottenham Hotspur asal Argentina bernomor punggung 17, Cristian Romero, melambaikan tangan kepada para penggemar saat meninggalkan lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Tottenham Hotspur di Turf Moor, Burnley, Inggris barat laut pada 24 Januari 2026. Pertandingan berakhir 2-2. (Oli SCARFF/AFP)

Masih ada sedikit ruang optimisme.

Format baru Piala Dunia yang berlangsung selama 38 hari memberi peluang bagi pemain untuk pulih di tengah turnamen. Dengan 48 tim peserta, hanya 16 tim yang tersingkir sebelum fase gugur dimulai pada 28 Juni.

Hal ini berarti, pemain yang belum fit di awal turnamen masih bisa masuk skuad 26 pemain dan berpeluang tampil di fase berikutnya.

De Zerbi bahkan membuka kemungkinan bagi Cristian Romero untuk tetap masuk rencana Timnas Argentina yang berstatus juara bertahan.

Namun, untuk saat ini, ketidakpastian menjadi tema utama.

Dalam beberapa pekan menuju Piala Dunia 2026, pemain, pelatih timnas, dan suporter hanya bisa berharap tidak bernasib seperti Simons, Estevao, Ekitike, atau Gnabry.

Karena di fase ini, satu langkah salah, atau satu cedera kecil, bisa menghapus momen yang seharusnya menjadi puncak karier.

 

Sumber: The Athletic

Berita Terkait