Utusan Khusus Trump Ngotot, Sebut Peluang Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 di Atas 50 Persen

Utusan khusus Donald Trump, Paolo Zampolli, kembali bersuara. Kali ini ia mengkllaim peluang Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 lebih dari 50 persen.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 April 2026, 17:30 WIB
Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Bola.com, Jakarta - Utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Paolo Zampolli, rupanya masih berkeras dengan usulannya yang kontroversial. Terbaru, Zampolli menyebut peluang Timnas Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 mencapai lebih dari 50 persen.

Zampolli, pengusaha kelahiran Italia yang kini menjabat sebagai utusan khusus Donald Trump untuk kemitraan global, mengaku aktif mendorong FIFA untuk mempertimbangkan skenario "Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026".

Advertisement

Ia menilai situasi politik antara AS dan Iran dapat memengaruhi keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Ketegangan antara kedua negara, yang oleh Trump berulang kali disebut sebagai "perang", menimbulkan pertanyaan soal keamanan dan izin masuk bagi delegasi Iran ke wilayah AS.


Pernyataan Terbaru Zampolli

Bek Italia #03, Federico Dimarco, merayakan gol pertama timnya bersama penyerang Italia #09, Mateo Retegui, bek Italia #05, Riccardo Calafiori, dan gelandang Italia #08 Sandro Tonali selama pertandingan Grup A2 UEFA Nations League antara Prancis dan Italia di Parc des Princes di Paris pada 6 September 2024. (FRANCK FIFE/AFP)

Dalam konteks itu, Zampolli mengusulkan agar FIFA mencoret Iran dan menggantinya dengan Italia sebagai tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos kualifikasi.

"Saya rasa ada lebih dari 50 persen peluang Italia akan berpartisipasi di Piala Dunia," kata Zampolli kepada RAI GR Parlamento.

Ia juga mengungkapkan rencananya bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Miami dalam rangkaian Grand Prix Formula 1, akhir pekan ini.

"Tidak seharusnya ada Piala Dunia tanpa Italia. Keputusan ada di tangan Infantino dan Trump," imbuhnya.

Akan tetapi, dorongan Zampolli tersebut tidak mendapat dukungan luas. Sejumlah tokoh sepak bola Italia sudah menyatakan penolakan terhadap gagasan kontriversial mengambil tempat Iran di Piala Dunia 2026.


Latar Belakang Ide Kontroversial

Pemain Timnas Italia bereaksi dalam pertandingan leg kedua perempat final UEFA Nations League melawan Jerman di Signal Iduna Park, Dortmund, Senin dini hari WIB (24-3-2025). (Bola.com/figc.it)

Zampolli kemudian menjelaskan asal-usul ide tersebut. Ia mengaku mulai mempertanyakan status Iran setelah melihat ketidakpastian akibat konflik yang sedang berlangsung.

"Saya melihat Iran belum sepenuhnya pasti, karena perang, jadi saya bertanya kepada Infantino soal peluang Italia dipanggil kembali," kata Zampolli.

Ia juga menyinggung persoalan visa dan keamanan sebagai faktor tambahan.

"Sekarang mendapatkan visa sangat sulit dan kami tidak ingin orang-orang masuk, yang bisamelakukan hal buruk. Jika Anda mengirim orang yang tidak diterima di Amerika Serikat, lebih baik mereka tidak datang," jelasnya.

Zampolli menambahkan bahwa ia belum berdiskusi langsung dengan Trump mengenai hal ini.

"Saya belum berbicara dengan Trump, dan dia juga belum mengambil keputusan," katanya.


Iran Tetap Disambut dengan Catatan

Para pemain timnas Iran melakukan aksi simbolis dengan membawa tas sekolah sebelum melakoni laga uji coba melawan Nigeria di Stadion Corendon Airlines Park, Antalya, Turki, Jum’at, 27 Maret 2026. (AP Photo/Riza Ozel)

Meski begitu, Zampolli menegaskan bahwa pemain Iran tetap disambut, dengan catatan tertentu.

Ia mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, terkait kebijakan masuk ke negara tersebut.

"Pemain Iran dipersilakan, tetapi Marco Rubio sudah jelas mengatakan bahwa kami tidak bisa mengizinkan orang yang tidak mencintai Amerika Serikat, masuk," tegas Zampolli.

Ia menutup dengan nada terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

"Jika Iran tidak ikut, saya tidak tahu apakah kami siap menggantinya dengan tim lain, tetapi apa pun bisa terjadi," ucapnya.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait