Bukannya Nonton PSG Vs Bayern Munchen di Liga Champions, Pep Guardiola Pilih Saksikan Duel Klub Kasta Ketiga Liga Inggris

Alih-alih menikmati pertarungan PSG versus Bayern Munchen, Pep Guardiola malah hadir langsung di Edgeley Park untuk menyaksikan laga kasta ketiga sepak bola Inggris.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 29 April 2026, 18:30 WIB
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, pada pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Craven Cottage, Rabu, 3 Desember 2025. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Bola.com, Jakarta - Pep Guardiola kembali mencuri perhatian publik sepak bola. Namun kali ini, bukan karena taktik brilian bersama Manchester City, melainkan keputusan mengejutkan Guardiola soal pertandingan yang dipilih untuk ditonton.

Saat sebagian besar pencinta sepak bola dunia terpaku pada duel panas leg pertama semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain kontra Bayern Munchen di Parc des Princes, Rabu (29/04/2026) dini hari WIB, Guardiola justru mengambil arah berbeda.

Advertisement

Alih-alih menikmati pertarungan elite Eropa, manajer asal Spanyol itu malah hadir langsung di Edgeley Park untuk menyaksikan laga kasta ketiga sepak bola Inggris antara Stockport County melawan Port Vale.

Keputusan tersebut jelas mengejutkan banyak pihak. Pep Guardiola dikenal sebagai sosok perfeksionis yang identik dengan sepak bola kelas dunia, penuh detail teknis, serta strategi tingkat tinggi.

 


Dekat dengan Tempat Tinggal Guardiola

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, merayakan kemenangan atas Nottingham Forest pada laga pekan ke-18 Premier League di Stadion The City Ground, Sabtu (27/12/2025). (Joe Giddens/PA via AP)

Maka ketika dia memilih untuk merasakan atmosfer League One dibanding panggung megah Liga Champions, publik pun bertanya-tanya.

Stockport berada di wilayah Greater Manchester, cukup dekat dari tempat tinggal Guardiola. Kota tersebut juga dikenal sebagai kampung halaman bintang Man City, Phil Foden. Kedekatan geografis menjadi salah satu alasan logis, tetapi tetap saja pilihan Pep Guardiola terasa tidak biasa.

Meski pernah mengaku pada awal 2024 jika dirinya jarang punya waktu menonton tim lain, pekan ini situasinya berbeda. Manchester City telah tersingkir dari Liga Champions, sementara jadwal Premier League memberi sedikit ruang bernapas sebelum laga berikutnya melawan Everton.

 


Laga Divisi Tiga, tetapi Sarat Drama

Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih bersaing di Liga Champions. (AFP/Paul Currie)

Bukan tanpa alasan eks pelatih Barcelona tersebut datang ke Edgeley Park. Pertandingan itu ternyata memiliki tensi tinggi.

Stockport tengah berjuang mengamankan tiket playoff League One demi peluang promosi ke Championship musim depan. Jika itu terealisasi, untuk pertama kalinya mereka naik kasta sejak terdegradasi pada 2002.

Di atas kertas, lawan mereka, Port Vale, yang sudah dipastikan turun ke League Two, seharusnya bisa dikalahkan dengan mudah. Namun kenyataannya berbeda.

Stockport justru kebobolan dua gol cepat dan akhirnya kalah 1-2. Kekalahan itu menjadi pukulan telak karena gagal mengunci posisi aman playoff, bahkan kini terancam keluar dari enam besar pada pekan terakhir musim.

 


Suka Atmosfer Sepak Bola Tradisional

Bagi Pep Guardiola, pesona sepak bola bukan hanya soal gemerlap Liga Champions atau duel para superstar.

Pelatih berusia 55 tahun itu memang memiliki ketertarikan khusus terhadap atmosfer sepak bola tradisional Inggris, mulai dari stadion kecil, duel fisik, bola panjang, serta tekanan suporter lokal yang begitu autentik.

Saat Manchester City menghadapi Salford City di Piala FA musim ini, Guardiola pernah mengungkapkan betapa ia menikmati pengalaman bermain atau datang ke markas tim-tim divisi bawah.

"Saat tiba di stadion dan semua fans bernyanyi 'Who are you?', atmosfer seperti itu adalah kenangan yang akan saya bawa seumur hidup," ujar Guardiola.

Sumber: Sports Illustrated

 

Berita Terkait