Jelang Duel Como Vs Napoli, Fabregas Kenang Kerasnya Metode Latihan ala Antonio Conte

Pelatih Como, Cesc Fabregas, akan kembali berjumpa dengan mantan mentornya, Antonio Conte.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 01 Mei 2026, 15:45 WIB
Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, akan kembali berjumpa dengan mantan mentornya, Antonio Conte. 

Timnya menghadapi Napoli dalam lanjutan Serie A pekan ke-35 akhir pekan ini. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia dan menjadi momen emosional bagi Fabregas.

Advertisement

Dalam konferensi pers jelang laga, Fabregas mengenang masa-masanya saat dilatih Conte di Chelsea FC. Ia mengakui bahwa metode latihan pelatih asal Italia itu merupakan yang paling berat sepanjang kariernya sebagai pemain.

“Saya belajar banyak dari Antonio. Dia membuat saya sangat menderita secara fisik. Intensitas, kecepatan, semuanya harus maksimal. Tidak ada yang membuat saya bekerja sekeras itu,” ujar Fabregas.

Pertemuan melawan Napoli bukan sekadar laga penting dalam perebutan poin, tetapi juga menjadi ajang reuni penuh kenangan antara murid dan guru yang pernah berbagi kesuksesan di Inggris.


Bikin Sukses

Cesc Fabregas. Gelandang asal Spanyol ini didatangkan Chelsea dari Barcelona pada awal musim 2014/2015. Selama total 5 musim, ia tampil dalam 198 laga dengan torehan 22 gol. Dua gelar Premier League sukses diraihnya. Pada 2018/2019 dirinya hijrah ke Monaco hingga kini. (Foto: AFP/Ian Kington)

Meski begitu, mantan gelandang Arsenal FC dan FC Barcelona tersebut menegaskan bahwa metode keras Conte justru membuahkan hasil signifikan setelah proses adaptasi.

“Setelah empat atau lima bulan beradaptasi, sekitar Desember saya merasa berada dalam kondisi terbaik. Secara fisik luar biasa. Ketika sudah memahami cara kerja dan mentalitasnya, saya benar-benar percaya dengan apa yang dia lakukan,” lanjutnya.

Fabregas tercatat tampil dalam 86 pertandingan bersama Chelsea di bawah arahan Conte pada periode 2016 hingga 2018, dengan kontribusi 10 gol dan 22 assist.

Kini, mendekati usia 39 tahun, Fabregas mulai menunjukkan potensinya sebagai pelatih bersama Como. Ia bahkan berhasil membawa timnya bersaing di papan atas dan membuka peluang finis di posisi empat besar Serie A musim ini.


Jelang Duel

Selebrasi Nico Paz dalam laga Liga Italia 2025/2026 antara Como vs Inter Milan, Senin (13/4/2026). (Alessio Morgese/LaPresse via AP)

Como sedang berupaya menjaga asa untuk finis di empat besar. Namun performa mereka sedikit menurun dalam beberapa laga terakhir setelah sempat menembus zona Liga Champions. Kekalahan dari Inter Milan dan Sassuolo, serta hasil imbang kontra Udinese, membuat mereka kini tertinggal dari para pesaing langsung.

Meski begitu, Como masih berada dalam jarak yang cukup dekat. Mereka hanya terpaut tiga poin dari Juventus di posisi keempat, dan kemenangan atas Napoli bisa menjadi dorongan besar dalam perebutan tiket Eropa musim depan.

Di sisi lain, Napoli juga berada dalam tekanan. Tim asuhan Antonio Conte tengah berusaha mengamankan posisi empat besar setelah sempat kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Kekalahan dari Lazio sempat mengganggu laju mereka, namun kemenangan telak 4-0 atas Cremonese kembali menghidupkan kepercayaan diri skuad.


Napoli Unggul 6 Poin

Rasmus Hojlund dan Alessandro Circati berebut bola dalam laga Serie A antara Napoli vs Parma di Naples, 15 Januari 2026. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Napoli saat ini masih memiliki keunggulan enam poin atas Como, namun kekalahan di laga ini bisa membuat persaingan zona Liga Champions semakin terbuka lebar. Conte diperkirakan akan tetap menurunkan tim terbaiknya demi memastikan hasil positif di laga tandang ini.

Dari kubu Como, Fabregas diprediksi tetap mengandalkan skema 4-2-3-1 dengan Nico Paz sebagai kreator serangan utama, didukung oleh Assane Diao dan Martin Baturina di sisi sayap. Sementara di lini depan, Tasos Douvikas akan menjadi tumpuan utama untuk membongkar pertahanan Napoli.

Napoli sendiri kemungkinan kembali mengandalkan Kevin De Bruyne di lini serang bersama Scott McTominay, yang tengah dalam performa impresif. Kehadiran McTominay bisa menjadi pembeda, mengingat kontribusinya yang konsisten dalam beberapa laga terakhir.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait