Jelang Como Vs Napoli di Liga Italia, Cesc Fabregas Kenang Penderitaan karena Antonio Conte

Akhir pekan ini, Serie A akan menyajikan duel yang sarat emosi. Pelatih Como, Cesc Fabregas, akan bereuni dengan mantan mentornya di Chelsea, Antonio Conte, yang kini menukangi Napoli. Pertemuan keduanya dijadwalkan berlangsung di Stadio Sinigaglia, Sabtu (2/5/2026).

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 02 Mei 2026, 17:45 WIB
Momen Antonio Conte bersama Cesc Fabregas saat masih di Chelsea. (AFP/Ben Stansall)

Bola.com, Jakarta - Akhir pekan ini, Serie A akan menyajikan duel yang sarat emosi. Pelatih Como, Cesc Fabregas, akan bereuni dengan mantan mentornya di Chelsea, Antonio Conte, yang kini menukangi Napoli. Pertemuan keduanya dijadwalkan berlangsung di Stadio Sinigaglia, Sabtu (2/5/2026).

Menjelang laga krusial pekan ke-35 tersebut, Fabregas mengenang masa lalunya saat menjadi anak asuh Conte di Stamford Bridge.

Advertisement

Meski memiliki hubungan profesional yang sukses, pria asal Spanyol itu mengakui bahwa Conte adalah pelatih yang paling kejam dalam hal fisik.

Bagi Fabregas, latihan di bawah komando Conte adalah pengalaman yang menguji batas kemampuannya sebagai pesepak bola profesional.

"Saya belajar banyak dari Antonio. Dia membuat saya menderita luar biasa dari sisi fisik. Dia selalu menuntut kecepatan tinggi, intensitas tanpa henti, dan berlari dalam kecepatan penuh. Jujur saja, tidak ada pelatih yang membuat saya menderita lebih dari dia," ujar Fabregas dalam konferensi pers, Jumat (1/5/2026).

 

 

 

 


Metode Keras Conte Jadi Kunci Suksesnya di Chelsea

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Namun, Fabregas tidak menyimpan dendam. Ia justru mengakui bahwa metode keras Conte adalah kunci kesuksesannya di masa lalu.

"Memang benar, setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metodenya, pada Desember saya merasa seperti 'terbang'. Kondisi fisik saya luar biasa," Fabregas menuturkan. 

"Begitu saya terbiasa dengan caranya dan mentalitasnya, saya benar-benar percaya pada apa yang ia kerjakan," kenang mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu.


Fabregas Kini Belajar dari Sang Guru

Kini, Fabregas ingin menularkan resep tersebut ke skuad asuhannya di Como. Meski pendekatannya sedikit berbeda, ia tetap menekankan pentingnya intensitas dan kedisiplinan tinggi.

"Saya ingin menanamkan hal yang sama pada tim saya sekarang, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, baik saat menguasai maupun tanpa bola," tambah pelatih yang bakal merayakan ulang tahun ke-39 tersebut.

Selama diasuh Conte di Chelsea (2016–2018), Fabregas mencatatkan 86 penampilan, mencetak 10 gol, dan memberikan 22 assist.

Kini, di Serie A, Fabregas telah membuktikan kualitasnya sebagai pelatih dengan membawa Como bersaing ketat dalam perebutan posisi empat besar.

Sumber: Football Italia 

 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait