Bola.com, Jakarta - Di tengah performa motor Yamaha YZR-M1 yang menggunakan mesin V4 masih jauh dari harapan, dua pembalap mereka, Jack Miller dan Fabio Quartararo, menunjukkan sikap yang sangat kontras dalam menghadapi krisis yang sedang terjadi.
Jack Miller, pembalap asal Australia dan memperkuat Pramac, menegaskan komitmen penuhnya untuk terus membantu proyek V4 Yamaha hingga akhir musim.
Di sisi lain, juara dunia MotoGP 2021 dan pembalap pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, justru tampak mulai kehilangan motivasi dan kerap melontarkan kritik pedas kepada timnya sendiri.
Pasca-tes MotoGP Jerez beberapa waktu lalu, Jack Miller tidak menutupi fakta bahwa motor M1 mesin V4 masih memiliki segudang masalah.
"Setiap area butuh perbaikan. Jika motor ini melakukan satu hal dengan baik, mereka gagal di aspek lain," ungkap Miller kepada Speedweek.
Menyerah Bukan Pilihan
Meski demikian, Jack Miller sadar bahwa motor tersebut masih dalam tahap pengembangan awal"baru berusia sekitar enam hingga delapan bulan. Baginya, menyerah bukanlah sebuah opsi.
"Frustrasi? Tentu saja. Anda bekerja keras sepanjang pekan dan pramusim, tapi hasilnya belum terlihat. Namun, apa yang bisa dilakukan? Pulang ke rumah? Itu bukan pilihan bagi saya," Jack Miller menuturkan.
"Kami akan terus bekerja keras. Jika Anda terus berusaha, segalanya akan berbalik. Saya tipe orang yang akan berusaha memeras darah dari batu sekalipun," tambahnya.
Fabio Quartararo Sudah Tidak Termotivasi
Berbeda dengan semangat juang Miller, Fabio Quartararo justru menunjukkan tanda-tanda kelelahan mental. Pembalap asal Prancis yang santer dikabarkan bakal hengkang ke Honda pada akhir musim ini, mengaku mulai terbiasa dengan posisi papan bawah.
"Ini kenyataannya. Kami mulai terbiasa dengan hal ini. Setiap kali tiba di sirkuit, Anda tidak lagi memiliki ekspektasi; Anda bahkan tidak ingin memberikan segalanya," ujar Quartararo kepada Motorpasion Moto usai MotoGP Spanyol.
Sikap skeptis Fabio Quartararo diyakini salah satunya karena dirinya sudah mengetahui musim depan bakal hijrah ke pabrikan Honda.
Pembalap asal Prancis itu memang sudah sering mengkritik performa motor M1 dan Yamaha. Situasi semakin buruk pada MotoGP 2026, mengingat Fabio Quartararo bahkan kesulitan untuk bersaing di Top 10.
Sumber: Motogpnews