Bola.com, Jakarta - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, memastikan timnya dalam kondisi siap tempur jelang menghadapi Garudayaksa FC pada partai puncak Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) pukul 19.00 WIB.
PSS melaju ke final setelah tampil impresif sebagai juara Grup Timur dengan koleksi 36 poin. Super Elang Jawa merebut tiket promosi usai membungkam PSIS Semarang 3-0 di kandang sendiri, 3 Mei lalu.
Di sisi lain, Garudayaksa FC datang dengan status penguasa Grup Barat. Tim besutan Widodo Cahyono Putro itu mengoleksi 52 poin dan memastikan lolos ke final setelah menekuk Persikad Depok 3-1.
"Pertandingan ini sudah dinantikan seluruh pemain karena kami dipastikan lolos langsung. Pemain semuanya sudah punya sikap, karakter yang akan mereka tunjukkan," ujar Ansyari saat sesi konferensi pers jelang laga, Jumat (8/5/2026).
"Semua pemain sudah tidak sabar untuk bermain di final. Di tim ini juga ada beberapa pemain yang pernah merasakan final sebelumnya seperti Mofu, Ichsan Pratama, Figo, dan Faris," sambungnya.
PSS Ingin Runtuhkan Pertahanan Garudayaksa
Garudayaksa FC dikenal sebagai tim dengan lini belakang solid sepanjang fase grup. Namun, Ansyari menegaskan PSS sudah menyiapkan cara untuk membongkar pertahanan lawan.
"Besok kita lemahkan pertahanan mereka. Simpel. Karena semuanya mau menang, jadi punya motivasi yang tinggi. Saya kira itu yang kita instruksikan kepada seluruh pemain," tegas Ansyari.
"Kami juga didukung suporter yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi energi yang positif buat seluruh pemain. Pemain tidak ada beban dan mereka sudah bisa menampilkan permainan terbaik besok malam," imbuh dia.
Ketika disinggung soal rekor kandang PSS yang belum ternoda kekalahan, Ansyari berharap tren positif itu terus berlanjut hingga laga final. "Ya harus kita pertahankan. Harus mampu!" ucapnya singkat.
Tak Peduli Nomine Pelatih Terbaik
Selain membawa PSS ke final, Ansyari Lubis juga masuk nominasi pelatih terbaik musim ini. Meski begitu, pria berusia 55 tahun tersebut mengaku tidak terlalu memikirkan penghargaan individu.
"Kalau saya itu tidak saya pikirkan. Yang saya pikirkan tim. Kalau tim menang, juara, itu sudah satu bonus yang luar biasa buat saya," katanya.
Mantan gelandang Timnas Indonesia era 90-an itu juga menepis anggapan adanya tekanan karena Garudayaksa FC merupakan klub milik Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Sepak bola itu sportivitas, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan politik," tutur Ansyari.
Harapan untuk Kepemimpinan Wasit
Pelatih kelahiran Tebing Tinggi, Sumatra Utara itu turut menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan wasit di laga final nanti. Ia ingin pertandingan berjalan fair dan ditentukan oleh kualitas permainan kedua tim.
"Sudah pasti kan besok ditonton oleh seluruh petinggi PSSI. Saya harapkan juga pertandingan akan berjalan menarik dan dengan kepemimpinan wasit yang bagus," harap Ansyari.
"Kami enggak berpikir mau mereka apa segala macam, yang penting siapa yang terbaik itulah yang akan memenangkan pertandingan," pungkasnya.