Bola.com, Jakarta - Di antara beberapa laga usiran yang melibatkan Persija kontra Persib, salah duel klasik yang ikonik adalah pertandingan pada pentas ISL 2008/2009 yang digelar di Stadion Gajayana Malang, 10 Juni 2009.
Imbas pesta demokrasi Pemilu, pihak kepolisian pelit mengeluarkan izin keramaian untuk pertandingan sepak bola musim itu. Hanya Sriwijaya FC dan Persipura yang bisa menggelar laga kandangnya sepanjang musim.
Enambelas kontestan lainnya harus berpindah-pindah markas. Termasuk Persija yang secara de facto punya kandang di Jakarta. Macan Kemayoran sering menggunakan Stadion Gajayana Malang untuk menjamu tamunya.
Persija harus menghadapi Persib di partai penutup di stadion yang tahun ini telah berusia 100 tahun itu. Kekuatan kedua tim kala itu sangat mumpuni. Danurwindo menukangi Persija, sedangkan Jaya Hartono membesut Persib.
Nama-nama yang Bermain
Persija digawangi kiper kawakan, Hendro Kartiko. Sementara Tema Mursadat dan Cecep Supriyatna bergiliran berdiri di bawah mistar Persib. Persija punya tiga bek tangguh, Abanda Herman, Pierre Njanka, dan Leonard Tupamahu sebagai pemain muda yang sedang bersinar.
Pertahanan Persib dipandegani Maman Abdurahman, Nyeck Nyobe, dan 'Suster Ngesot' Nova Arianto. Tandem Ponaryo Astaman-Robertino Pugliara sebagai otak serangan Persija adu teknik dengan gelandang asing, Lorenzo Cabanas yang duet dengan Gilang Angga.
Lini depan kedua kubu juga menakutkan. Bambang Pamungkas yang kini jadi manajer tim Persija sosok paling mengerikan. Tapi Persib memiliki pasangan Hilton Moreira dan Cristian Gonzales.
Seperti biasa, suhu panas telah terasa sebelum pertandingan digelar. Jakmania mengalami lemparan dalam perjalanannya ke Malang dengan moda transportasi kereta api. Bobotoh yang dilarang pergi ke Kota Apel, akhirnya bisa meloloskan seribu anggotanya.
Petugas keamanan bekerja keras sehingga tak terjadi bentrokan antara kedua kelompok suporter fanatik itu. Tribune Jakmania dan Bobotoh dipisah dan dijaga ketat polisi.
Tensi Justru di Lapangan
Namun pertempuran hebat malah terjadi di atas rumput hijau. Baru empat menit, Tema Mursadat yang mengalami cedera harus digantikan Cecep Supriyatna.
Tapi Persib unggul lebih dulu lewat gol Airlangga Sucipto pada menit ke-50. Enam menit berselang, Persija membalas berkat gol Fabio Lopes Alcantara yang notabene eks striker Persib.
Setelah terjadinya dua gol itu, tensi permainan terus meningkat. Puncaknya adalah pelanggaran yang dilakukan Abanda Herman. Hadiah penalti yang diberikan wasit legendaris Indonesia, Purwanto, pun berhasil dieksekusi Cristian Gonzales pada menit ke-89.
Gol ini menobatkan penyerang kelahiran Uruguay yang kini jadi WNI itu sebagai topskorer bersama Boaz Solossa dengan total 28 butir. Pada laga ini, Purwanto mengeluarkan enam kartu kuning untuk pemain Persija.
Mereka yang diganjar adalah Ismed Sofyan, Leonard Tupamahu, Ponaryo Astaman, Pierre Njanka, dan Aris Indarto. Eka 'Ebol' Ramdani dan Hilton Moreira mewakili Persib.
Kemenangan ini menempatkan Persib di peringkat ketiga klasemen akhir dengan nilai 66, di bawah Persipura Jayapura sebagai kampiun (80 poin) dan Persiwa Wamena (66).
Kenangan Aris Indarto
Setelah berlalu selama 17 tahun, Aris Indarto masih mengenang memori kelam tersebut. Meskipun di pertandingan itu dia bermain sekitar lima menit menggantikan Pierre Njanka yang diamankan karena sudah mendapatkan kartu kuning.
"Pemain Persija saat itu sudah dihinggapi kejenuhan karena tim lebih lama berada di luar Jakarta. Kami banyak tinggal di Malang sebagai kandang. Spirit kami tetap tinggi menghadapi Persib. Tapi faktor psikis itu tak bisa dibohongi," kata Aris Indarto.
Bibit kesumpekan itu mulai terasa pada putaran kedua. Di putaran pertama, perolehan poin Persija jauh berada di atas Persib. Namun berangsur-angsur nilai mereka turun finish di urutan ketujuh dengan 53 poin.
"Sering main kandang di Malang tentu dukungan Jakmania tak banyak. Ini ikut mempengaruhi motivasi tim. Apalagi kita away jauh-jauh," tuturnya.
Karena musim itu ada tujuan tim luar Jawa. Sumatra diwakili Sriwijaya FC dan PSMS. Persipura dan Persiwa sebagai duta Papua. Persiba dan PKT Bontang dari Kalimantan, dan PSM dari Sulawesi.