Bola.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, memastikan bahwa pihak federasi dan operator kompetisi memberikan perhatian penuh terhadap kasus penunggakan gaji pemain, ofisial, dan pelatih yang terjadi di PSBS Biak.
Menjelang akhir musim BRI Super League 2025/2026, pemain dan ofisial PSBS Biak masih belum menerima pelunasan gaji yang tertunggak hampir empat bulan. Beberapa pemain asing dan lokal akhirnya memilih untuk angkat kaki, meski terikat kontrak.
Yunus Nusi menegaskan, PSSI telah berkoordinasi dengan operator kompetisi, ILeague, untuk menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, dana subsidi berupa deposit milik PSBS akan ditahan terlebih dahulu sampai klub memenuhi kewajibannya.
"Kami sudah meminta kepada PT LIB (ILeague) agar ini menjadi catatan penting, dan operator sudah menjamin kepada kami bahwa ada deposit dari PSBS Biak yang masih dipegang oleh PT LIB," kata Yunus Nusi.
"Kami meminta agar dana tersebut untuk ditahan, demi menyelesaikan segala persoalan terkait hak dan kewajiban pihak klub. Insyaallah jumlahnya cukup," imbuhnya.
Bayar Gaji Pemain PSBS
Menurut Yunus Nusi, Direktur Utama ILeague, Ferry Paulus, juga telah sepakat untuk menjalankan saran federasi. Dana subsidi ini nantinya akan digunakan untuk melunasi gaji pemain dan ofisial PSBS.
'Saya sudah meminta Dirut LIB. Beliau sudah menyampaikan bahwa mereka setuju dengan apa yang diinginkan oleh PSSI. Itu akan menjadi kompensasi penyelesaian hak dan kewajiban antara klub dengan pemain dan pelatih," ungkap pria asal Gorontalo, Sulawesi Utara, itu.
"Tujuan deposit ini memang untuk itu. PT LIB menahan dana subsidi dan depositnya dalam rangka mengantisipasi hal-hal seperti itu. Saya pastikan aman," tambah Yunus Nusi.
Kasihan Pemain dan Pelatih
Yunus turut prihatin dengan persoalan ini. Federasi berharap permasalahan ini tidak kembali terjadi di Indonesia. Sebab, pemain dan pelatih menjadi korban karena hak-haknya tak dipenuhi sesuai kesepakatan kontrak.
"Saya sudah meminta LIB agar ini menjadi catatan dan perhatian kita karena kami tidak mau seperti ini terjadi. Kasihan pemain dan pelatih. Mereka sudah berjuang, tiba-tiba gajinya tidak dibayar oleh klubnya," ujarnya.
"Deposit ini untuk menyelesaikan permasalahan itu. Untuk pencairannya saya belum tahu. Nanti tinggal diatur melalui mekanisme yang ada. Nanti biar dikaji oleh tim legal PT LIB," lanjut mantan Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur itu.
Sempat Mogok Main
Akibat permasalahan ini, pemain PSBS sempat mengancam tidak akan tampil pada sisa pertandingan BRI Super League 2025/2026.
Dampak dari persoalan ini sudah mulai terasa. Setidaknya enam pemain memilih hengkang akibat masalah gaji yang tak kunjung dibayarkan.
Dua di antaranya adalah pemain lokal, yaitu Arif Budiyono dan George Brown. Sementara empat pemain lainnya merupakan legiun asing, yakni Ruyery Blanco, Eduardo Barbosa, Kevin Alexander, dan Sandro Embalo.