Puasa 14 Tahun Berakhir! Ai Ogura Kembalikan Jepang ke Podium MotoGP

Penantian panjang Jepang tuntas di Le Mans, Ai Ogura ukir sejarah MotoGP.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Mei 2026, 06:30 WIB
Pembalap Jepang dari tim Trackhouse Racing, Ai Ogura (C), merayakan bersama timnya di parc ferme setelah finis ketiga di Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 10 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Ai Ogura akhirnya memutus puasa panjang Jepang di MotoGP.

Finis ketiga pada GP Prancis di Le Mans menjadi podium pertama pembalap Jepang di kelas utama sejak 2012, sekaligus mengakhiri penantian selama 14 tahun yang terasa hampir mustahil bagi negara dengan sejarah besar di balap motor grand prix.

Advertisement

Sebelum Ogura naik podium di Le Mans, pembalap Jepang terakhir yang mampu menembus tiga besar MotoGP adalah Katsuyuki Nakasuga saat finis kedua pada seri penutup musim 2012 di Valencia, yang diguyur hujan.

Sejak saat itu, Jepang seperti kehilangan jejak di papan atas MotoGP.

Padahal, jika melihat dominasi pabrikan Jepang sejak era 1960-an, absennya satu pun podium dalam kurun selama itu terasa sulit dipercaya. Apalagi kalender MotoGP modern menghadirkan jumlah balapan jauh lebih banyak dibanding era sebelumnya.

Sejarah podium Jepang di kelas utama dimulai pada GP Prancis 1973 melalui Hideo Kanaya bersama Yamaha. Setelah pencapaian perdana itu, pebalap Jepang perlahan menjadi bagian tetap persaingan papan atas MotoGP.

Namun, semuanya berhenti mendadak setelah jumlah podium Jepang terkunci di angka 93 lewat penampilan Nakasuga pada 2012. 


Rekam Jejak

Tadayuki Okada sukses menjadi pemenang 500cc GP Indonesia di Sentul setelah mengalahkan Mick Doohan dan Alex Criville. (AFP/Kemal Jufri)

Pada era 1970-an hingga 1980-an, pencapaian rider Jepang memang belum konsisten. Sebagian besar podium datang dari Hideo Kanaya yang mengoleksi lima podium dan Takazumi Katayama dengan delapan podium.

Perubahan baru terasa pada dekade 1990-an ketika pembalap Jepang mulai rutin bersaing di barisan depan kelas 500cc, hampir selalu bersama motor pabrikan negara sendiri.

Nama-nama seperti Shinichi Itoh, Norick Abe, Tadayuki Okada, hingga bersaudara Aoki menjadi sosok penting pada masa itu.

Gelombang berikutnya hadir setelah pergantian milenium lewat Tohru Ukawa dan mendiang Daijiro Katoh. Makoto Tamada juga berkembang menjadi langganan papan atas bersama Honda.

Saat Tamada memenangi GP Jepang 2004 di Motegi, kemenangan pembalap tuan rumah masih dianggap hal biasa. Bahkan pada balapan itu, podium tidak hanya diisi satu peMbalap Jepang karena Shinya Nakano ikut finis tiga besar bersama Kawasaki.


Prestasi Rider Jepang

Makoto Tamada mangawali karir di Superbike dan podium pertamanya pada tahun 2001. Prestasinya itu membuat pabrikan Honda merekrutnya untuk berlaga di Moto GP. Tak salah ia langsung meraih podium di musim debut pertamanya ketika GP Brasil. (Foto: AFP/Kazuhiro Nogi)

Tak banyak yang menduga kemenangan Tamada di Motegi tersebut ternyata menjadi kemenangan terakhir pembalap Jepang di grand prix hingga sekarang.

Setelah itu, grafik prestasi rider Jepang turun tajam. Tamada hanya mampu finis ketiga di Jepang pada 2005, lalu Nakano meraih posisi kedua di Assen 2006. Sesudahnya, praktis tak ada hasil besar lagi sampai kejutan Nakasuga di Valencia 2012.

Meski begitu, puasa sebenarnya baru benar-benar dimulai setelah musim tersebut.

Satu di antara penyebabnya adalah perubahan arah pabrikan Jepang yang dalam beberapa tahun terakhir lebih banyak mengandalkan pembalap Eropa. Ironisnya, kebangkitan Jepang justru datang melalui motor pabrikan Eropa.

Ogura sempat mendekati podium saat balapan di Amerika Serikat pada Maret lalu. Namun, masalah mekanis menggagalkan peluang besar finis ketiga.

Kesempatan itu akhirnya benar-benar datang di Le Mans. Dengan gaya khasnya yang kuat pada lap-lap akhir, Ogura berhasil merebut posisi ketiga dan mengakhiri penantian panjang Jepang.


Podium Bersama Motor Non-Jepang

Pembalap Jepang dari Tim Trackhouse Racing, Ai Ogura (kanan), menikung saat Grand Prix MotoGP Prancis di Le Mans, Prancis barat laut, pada 10 Mei 2026. (Loic VENANCE/AFP)

Fakta bahwa podium tersebut diraih bersama Aprilia juga menjadi catatan tersendiri. Yamaha bahkan disebut berharap bisa membawa kembali pembalap Jepang ke papan atas setelah merekrut Ogura untuk musim depan.

Bagi penggemar lama MotoGP, Ogura bukan pembalap Jepang pertama yang naik podium bersama motor non-Jepang.

Pada 1999, Tetsuya Harada pernah dua kali finis ketiga bersama Aprilia, masing-masing di GP Prancis dan GP Inggris. Dua podium itu menjadi satu-satunya contoh lain pembalap Jepang menembus tiga besar dengan motor non-pabrikan Jepang sebelum Ogura melakukannya di Le Mans.

Hasil di GP Prancis membuat total podium Jepang di kelas utama kini mencapai 94 kali. Jumlah itu menempatkan Jepang di posisi ketujuh daftar negara dengan podium terbanyak sepanjang sejarah MotoGP.

Italia masih memimpin daftar tersebut dengan 795 podium, disusul Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Prancis.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait