Bola.com, Bantul - Pelatih Malut United, Hendri Susilo, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan wasit setelah timnya kalah 0-2 dari PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026.
Malut United harus mengakhiri laga dengan 10 pemain dalam duel yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (10/5/2026) malam WIB. Situasi itu membuat Laskar Kie Raha kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah.
Tim asal Maluku Utara tersebut akhirnya menyerah lewat gol penalti Ze Valente pada menit ke-45+13' dan tambahan gol Andi Irfan di pengujung laga.
Kekalahan ini membuat Malut United turun ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 52 poin. Sementara itu, kemenangan menjaga PSIM tetap berada di urutan ke-11 dengan raihan 42 angka.
Soroti Kartu Merah
Hendri Susilo menilai titik balik pertandingan terjadi ketika wasit Candra memberikan penalti sekaligus kartu merah kepada gelandang Malut United, Wbeymar Angulo, di akhir babak pertama.
Menurut Hendri, pihaknya sebenarnya bisa menerima vonis penalti. Namun, dia mempertanyakan keputusan tambahan berupa kartu merah yang dinilai merugikan timnya.
"Seperti yang sudah kita lihat pertandingan. Saya juga bingung ya, apa yang diambil decision sama oknum itu. Karena menurut saya kalaupun itu penalti kami enggak akan komplain," ujar Hendri seusai laga.
"Kenapa yang kami pertanyakan, apa yang dapat kartu merah itu yang kita pertanyakan. Jawaban dari mereka tidak realistis menurut saya. Bukan karena kekalahan, tapi apa pun juga saya salut dengan pemain-pemain saya," lanjutnya.
Tetap Fight meski Kalah Jumlah Pemain
Terlepas dari kontroversi tersebut, Hendri tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan anak asuhnya. Meski kalah jumlah pemain, Malut United dinilai masih mampu memberikan perlawanan hingga menit akhir.
"Dengan sembilan pemain tetap kami fight sampai akhir. Ya, saya respek buat pemain saya. Mungkin cara itu yang, caranya seperti itu buat mengalahkan Malut," tegas pelatih berusia 60 tahun itu.
"Menurut saya masalah muncul setelah wasit memberikan penalti dan kartu merah. Itu masalahnya, yang lain-lain enggak ada," keluh Hendri Susilo.
Hal senada disampikan kiper Malut United, Angga Saputro. Penjaga gawang berusia 32 tahun itu mengapresiasi semangat juang rekan-rekannya kendati berada dalam situasi sulit.
"Dalam pertandingan ini tadi sangat seru dan pertandingan malam ini sama-sama memberikan perlawanan, dan pemain kita fight semua," ucap Angga.