El Clasico Berakhir Pahit, Arbeloa Tanggapi Amarah Suporter Real Madrid

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, memahami amarah fans setelah kandas 0-2 dari Barcelona.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 11 Mei 2026, 05:50 WIB
Pemain Barcelona, Ferran Torres terjatuh saat berebut bola dengan gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouameni dalam pertandingan sepak bola liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona pada 10 Mei 2026. (Josep LAGO / AFP)

Bola.com, Barcelona - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, harus menghadapi berbagai pertanyaan sulit usai pertandingan, mulai dari keputusan VAR, performa tim, hingga kekecewaan besar para pendukung.

Kekalahan 0-2 dari Barcelona di Camp Nou, Senin (11/5/2025) dini hari WIB, bukan hanya menjadi pukulan bagi Real Madrid, tetapi juga memastikan Barcelona resmi mengunci gelar LaLiga 2025/2026.

Advertisement

Ia menyoroti insiden yang melibatkan Jude Bellingham dan keputusan wasit yang menurutnya kontroversial.

“Dari apa yang kami lihat, itu jelas. Mungkin seseorang perlu menjelaskan kenapa VAR tidak turun tangan,” ujarnya.

Meski kecewa, Arbeloa tetap memberikan kredit kepada Barcelona. “Mereka menguasai pertandingan dengan sangat cepat,” tambahnya.


Frustrasi Sepanjang Musim

Penyerang Barcelona, Ferran Torres, mencetak gol kedua timnya meski mendapat tekanan dari kiper Belgia Real Madrid CF bernomor punggung 01, Thibaut Courtois, dalam pertandingan liga sepak bola Spanyol antara FC Barcelona melawan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 10 Mei 2026. (Lluis GENE / AFP)

 

Soal reaksi fans Real Madrid, Arbeloa tidak menutup mata terhadap rasa frustrasi yang semakin besar sepanjang musim.

“Kami memahami frustrasi dan kekecewaan atas musim ini,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa tim juga merasakan hal yang sama dan harus bertanggung jawab atas performa yang menurun.

“Kami harus melihat apa yang salah. Tim ini sudah berkali-kali bangkit sebelumnya. Kami memahami kemarahan itu karena kami juga merasakannya.”

Meski peluang juara sudah hilang, ia menegaskan Real Madrid tidak boleh menyerah di sisa musim. “Kami tidak bisa membuang tiga pertandingan terakhir. Kami membela sesuatu yang lebih besar dari diri kami sendiri: lambang ini.”


Lag Sulit

Pemain Barcelona, Gerard Martín (kanan), berebut bola dengan pemain Real Madrid, Gonzalo Garcia, dalam pertandingan Liga Spanyol di Camp Nou, Spanyol, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Arbeloa juga menilai pertandingan sudah sulit sejak awal setelah Barcelona unggul lebih dulu.

“Mereka sangat kuat saat memimpin. Ini tim yang sangat terorganisir,” katanya. Ia menekankan perlunya evaluasi besar menjelang musim depan.

“Kami punya skuad hebat dengan potensi besar, tapi kami harus belajar dari pertandingan-pertandingan di mana kami kehilangan poin yang seharusnya bisa kami ambil.”

 


Alasan Coret Dean Huijsen

Ia juga menjelaskan keputusan mencoret Dean Huijsen dari starting XI sesaat sebelum kick-off. Menurutnya, sang pemain sempat ingin tampil meski dalam kondisi tidak fit.

“Dia ingin bermain, tapi kondisinya lemah. Itu keputusan saya,” jelasnya.

Kekalahan ini bukan hanya mengukuhkan Barcelona sebagai juara LaLiga, tetapi juga menandai periode penuh tekanan bagi Real Madrid yang kini menghadapi banyak tanda tanya besar untuk masa depan mereka.

Sumber: AS

Berita Terkait