Momen Langka El Clasico Jadi Penentu Juara Liga Spanyol, Terakhir Kali 97 Tahun Lalu

Untuk kedua kalinya dalam sejarah La Liga, gelar juara dipastikan langsung dalam duel El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid.

Bola.com, Jakarta - La Liga musim 2025/2026 menjadi salah satu musim paling bersejarah. Untuk kedua kalinya dalam sejarah La Liga, gelar juara dipastikan langsung dalam duel El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid.

Barcelona memastikan gelar juara La Liga musim 2025/2026 secara meyakinkan setelah mengalahkan rival abadi mereka, Real Madrid, dengan skor 2-0 dalam laga El Clásico di Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini sekaligus mengantar Barcelona meraih gelar liga ke-29 mereka, dan mempertahankan status juara untuk musim kedua beruntun.

Sebelumnya, momen serupa hanya pernah terjadi pada musim 1931/1932 ketika Real Madrid memastikan gelar usai bermain imbang 2-2 melawan Barcelona.

Kini, rivalitas dua raksasa Spanyol itu kembali memasuki babak baru. Real Madrid masih memimpin sejarah, tetapi Barcelona terus mendekat dan mengancam tahta Los Blancos sebagai raja La Liga sepanjang masa.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tensi Tinggi

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi karena bukan hanya mempertaruhkan gengsi, tetapi juga gelar juara liga.

Barcelona langsung tampil agresif sejak awal dan membuka keunggulan cepat melalui tendangan bebas spektakuler Marcus Rashford pada menit ke-9 yang tak mampu dibendung Thibaut Courtois.

Hanya sembilan menit berselang, Barcelona menggandakan keunggulan. Umpan cerdas Dani Olmo diselesaikan dengan tenang oleh Ferran Torres di dalam kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Dua gol cepat tersebut membuat Real Madrid kesulitan bangkit sepanjang laga, meski beberapa peluang sempat tercipta di babak kedua.

Atmosfer Emosional di Camp Nou

Laga ini juga memiliki nuansa emosional bagi Barcelona setelah kabar duka yang menimpa pelatih Hansi Flick, yang kehilangan ayahnya beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Meski demikian, skuad Barcelona tampil solid dan mampu menghadirkan kemenangan untuk sang pelatih.

Setelah pertandingan, Flick menyampaikan pesan penuh haru.

“Saya tidak akan pernah melupakan hari ini. Awalnya tidak mudah, tetapi tim ini luar biasa. Ini adalah keluarga. Saya sangat bangga pada mereka," katanya.

Emosional

Seperti El Clasico pada umumnya, pertandingan berlangsung panas dengan sejumlah benturan keras dan kartu kuning untuk kedua tim. Bahkan sempat terjadi keributan kecil di tengah lapangan pada babak kedua.

Real Madrid yang tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Kylian Mbappe, juga menghadapi masalah internal dengan absennya Federico Valverde akibat insiden latihan menjelang laga.

Usai peluit akhir, Camp Nou berubah menjadi pesta besar. Para pemain Barcelona merayakan gelar bersama pelatih Hansi Flick yang diangkat tinggi oleh skuadnya.

Kemenangan ini juga menegaskan dominasi Barcelona dalam beberapa musim terakhir, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai pesaing utama Real Madrid dalam sejarah panjang rivalitas dua klub terbesar Spanyol tersebut.

Sumber: ESPN, Squawka

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer