Premier League Tak Mau VAR Makin Berkuasa, Ini Alasannya

Premier League bersiap menolak penambahan wewenang VAR musim depan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 13 Mei 2026, 08:30 WIB
Sebuah layar LED menampilkan pesan VAR selama pertandingan sepak bola English Premier League antara West Ham United dan Arsenal di Stadion London, London Timur pada 10 Mei 2026. (Adrian Dennis / AFP)

Bola.com, Jakarta - Liga Inggris dikabarkan tidak akan memperluas kewenangan VAR mulai musim depan, meski FIFA berencana menerapkan aturan baru tersebut di Piala Dunia 2026.

Keputusan itu muncul setelah pembicaraan antara Premier League dan badan wasit Inggris, Professional Game Match Officials (PGMO).

Advertisement

Pada Februari lalu, International Football Association Board (Ifab) sebenarnya sudah menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan VAR ikut campur dalam keputusan sepak pojok, mulai bulan depan.

Aturan baru tersebut dibuat setelah adanya permintaan dari FIFA. Rencananya, kewenangan tambahan VAR itu akan digunakan pada Piala Dunia 2026.

Namun, Ifab memberikan kebebasan kepada setiap liga dan kompetisi untuk menentukan apakah aturan tersebut ingin diterapkan atau tidak.

Keputusan akhir di Liga Inggris memang baru akan diputuskan dalam rapat tahunan klub bulan depan. Meski begitu, PGMO disebut sudah menyarankan Premier League untuk tidak memperluas tugas VAR.

Satu di antara alasan utamanya adalah kekhawatiran pertandingan akan berlangsung jauh lebih lama.


Pandangan Berbeda

Kiper Arsenal, David Raya, berusaha menjangkau bola di depan gawang dalam pertandingan Liga Inggris antara West Ham United FC melawan Arsenal FC di Stadion London Stadium, London timur, pada 10 Mei 2026. (Adrian Dennis / AFP)

PGMO menilai pemeriksaan VAR untuk situasi sepak pojok berpotensi menambah waktu henti pertandingan secara signifikan. Situasi itu dikhawatirkan memengaruhi kepentingan pemegang hak siar dan meningkatkan tekanan terhadap perangkat pertandingan.

Selain itu, banyak klub Liga Inggris disebut tidak tertarik menambah tanggung jawab VAR karena bisa membuat jalannya pertandingan makin sering terhenti.

FIFA memiliki pandangan berbeda.

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, disebut khawatir keputusan sepak pojok yang salah dapat memberi dampak besar dalam pertandingan Piala Dunia, terutama di fase gugur.

Lantaran laga Piala Dunia nanti juga akan memiliki jeda hidrasi tambahan selama tiga menit di setiap babak, FIFA disebut tidak terlalu mempermasalahkan potensi pertandingan berjalan lebih lama.


Keyakinan PGMO

Para pemain mengajukan banding kepada wasit Chris Kavanagh setelah ia membatalkan gol Callum Wilson dari West Ham selama pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Situasinya dianggap berbeda di Liga Inggris yang memainkan 38 pertandingan dalam semusim sehingga satu keputusan sepak pojok biasanya tidak terlalu menentukan.

Namun, kontroversi dalam laga West Ham United melawan Arsenal, Minggu malam lalu, ikut memperkuat perdebatan tersebut.

Pada pertandingan itu, wasit Chris Kavanagh menganulir gol penyeimbang Callum Wilson pada masa injury time setelah berdiskusi dengan VAR, Darren England.

Keputusan tersebut membuat Arsenal menjaga keunggulan dalam perburuan gelar Liga Inggris, sementara West Ham makin terancam degradasi.

Kepala perwasitan PGMO, Howard Webb, dijadwalkan membahas insiden tersebut dalam program "Sky Sports Match Officials Mic'd Up" pada Selasa waktu setempat.

PGMO tetap yakin Kavanagh dan Darren England sudah mengambil keputusan yang tepat sekaligus mengikuti prosedur yang benar.


West Ham Komplain

Callum Wilson dari West Ham, tengah, mencetak gol yang kemudian dibatalkan setelah peninjauan video selama pertandingan Liga Inggris antara West Ham dan Arsenal di London, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto AP/Ian Walton)

Sementara itu, West Ham dikabarkan akan mengajukan keluhan resmi terkait keputusan pelanggaran terhadap Pablo yang dianggap mengganggu kiper Arsenal, David Raya.

Meski begitu, pihak klub juga memahami langkah tersebut kemungkinan besar tidak akan mengubah apa pun.

Ifab diperkirakan baru akan membahas lebih jauh persoalan duel fisik dan tarik-menarik dalam situasi sepak pojok setelah Piala Dunia 2026 selesai digelar.

Sampai saat ini, belum ada usulan konkret mengenai cara mengatasi masalah tersebut.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait