Analisis Kinerja Lini Belakang Timnas Indonesia U-17 saat Tumbang dari Jepang di Piala Asia U-17 2026: Momok Umpan Silang

Timnas Indonesia U-17 harus kembali menelan kekalahan saat bersua Timnas Jepang U-17 pada laga terakhir Grup B Piala Asia U-17 2026. Kinerja sektor belakang Garuda Muda meninggalkan sederet catatan merah.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 13 Mei 2026, 10:45 WIB
Prediksi Jepang Vs Indonesia di Piala Asia U-17 2026. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-17 harus kembali menelan kekalahan saat bersua Timnas Jepang U-17 pada laga terakhir Grup B Piala Asia U-17 2026. Kinerja sektor belakang Garuda Muda meninggalkan sederet catatan merah.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan A King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah, Selasa (12/5/2026) malam WIB itu, Timnas Indonesia U-17 harus menyerah setelah tumbang 1-3 dari Jepang U-17.

Advertisement

Tiga gol skuad Samurai Biru pada laga ini dicetak oleh Ryoma Tsuneyoshi (28’), Takeshi Wada (59’), dan Arata Okamoto (71’). Sedangkan satu-satunya gol balasan Garuda Muda disumbangkan Peres Tjoe (70’).

Di lini belakang, skuad Garuda Muda memang memperlihatkan sejumlah catatan yang perlu dievaluasi oleh Kurniawan Dwi Yulianto. Catatan evaluasi ini menjadi kelemahan yang turut menyebabkan kebobolan.

 

 

 


Rentan Ditembus Umpan Silang

Aksi pemain Timnas Indonesia U-17, Peres Akwila Tjoe saat menghadapi Jepang dalam laga ketiga Grup B Piala Asia U-17 2026 di Lapangan A Komplek King Abdullah Stadium, Jeddah,

Tiga kebobolan yang dialami Timnas Indonesia U-17 pada pertandingan ini sebetulnya bersumber dari satu masalah akut yang dialami Garuda Muda, yakni lemah dan rentan ditembus oleh umpan-umpan silang.

Pasalnya, semua gol yang dicatatkan oleh skuad Samurai Biru pada laga ini dilakukan melalui umpan silang dari area sayap. Yang juga patut jadi perhatian, umpan-umpan silang ini dikirim Jepang melalui sisi kanan pertahanan Indonesia U-17.

Sektor ini menjadi sasaran utama Timnas Jepang U-17 dalam mengirimkan umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti. Sayangnya, skuad Garuda Muda gagal mengantisipasi potensi ancaman ini hingga menyebabkan tiga kebobolan

 

 

 

 


Kerepotan Antisipasi Transisi

Selain catatan soal umpan silang, evaluasi lainnya yang juga harus dipelajari Timnas Indonesia U-17 ialah kedisiplinan para pemain dalam menghadapi transisi menyerang Timnas Jepang U-17 yang cukup cepat.

Dua gol terakhir skuad Samurai Biru sebetulnya bermula dari proses semacam ini. Aktor yang juga harus mendapatkan atensi khusus ialah Rekuto Shiraogawa yang selalu menjadi kunci dalam membongkar pertahanan area kanan Indonesia.

Dia memiliki kecepatan dan kecermatan dalam mencari celah di area sayap. Akurasinya dalam mengirimkan final pass juga membuat lawan kerepotan. Dia berjasa di balik dua gol terakhir Samurai Biru.

 

 


Lemah Hadapi Second Ball

Starting XI Timnas Indonesia U-17, saat menghadapi China dalam laga pertama Grup B Piala Asia U-17 2026 di Lapangan A King Abdullah Sports City Training Stadium, Jeddah, Selasa (5/5/2026). (Dok. PSSI)

Di saat harus menerima banyak sekali tekanan dari Timnas Jepang U-17, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto juga terbilang kurang sigap dalam mengantisipasi second ball, terutama di area kotak penalti sendiri.

Sebab, ada beberapa momen yang memperlihatkan kurangnya antisipasi para pemain bertahan Timnas Indonesia U-17 saat harus memenangkan second ball. Ini membuat kotak penalti jadi area yang sangat rentan.

Masalah ini akhirnya turut menyebabkan kebobolan, tepatnya ketika Shiraogawa mengirimkan umpan silang yang bisa dihalau Mike Rajasa.

Tetapi, bola rebound bisa disambar oleh Takeshi Wada karena para pemain Indonesia yang tak mengantisipasi pergerakan tanpa bola lawan.

Berita Terkait