Kobbie Mainoo Akhirnya Buka Suara soal Konfliknya dengan Ruben Amorim di MU

Ruben Amorim pernah pinggirkan Kobbie Mainoo, kini sang pemain angkat bicara.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 16 Mei 2026, 12:15 WIB
Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kobbie Mainoo akhirnya buka suara soal masa sulit yang dialaminya di Manchester United ketika masih ditangani Ruben Amorim.

Gelandang muda Inggris itu mengakui sempat mempertimbangkan masa depannya setelah jarang mendapat kesempatan bermain.

Advertisement

Pada April lalu, Mainoo resmi menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun bersama MU. Kesepakatan itu membuat pemain berusia 21 tahun tersebut bertahan di Old Trafford hingga 2031.

Sebelum kontrak anyar diteken, masa depan Mainoo sempat menjadi bahan spekulasi. Kontrak lamanya memang masih berlaku sampai musim panas 2027, tetapi posisinya di tim mulai tidak aman sejak kedatangan Amorim.

Mainoo sebelumnya menjadi bagian penting skuad Setan Merah dalam beberapa musim terakhir. Namun, situasinya berubah drastis di bawah Amorim. Ia kehilangan tempat di tim utama hingga muncul pembicaraan soal kemungkinan dijual pada bursa transfer Januari lalu.

Kondisi berubah setelah Amorim dipecat dan Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim. Mainoo kembali mendapat kepercayaan sebagai starter dan perlahan mengukuhkan lagi statusnya sebagai satu di antara proyek jangka panjang klub.

 


Semua Kemungkinan

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo (C), berduel dengan gelandang Bournemouth asal Inggris bernomor punggung 16, Marcus Tavernier (L), selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, Selasa (16-12-2025) dini hari WIB. (PETER POWELL/AFP)

Di era Amorim, Mainoo tidak pernah sekalipun menjadi starter di Premier League. Sebaliknya, bersama Carrick ia sudah tampil sejak menit awal dalam 14 pertandingan liga. Satu-satunya laga yang ia lewatkan adalah kekalahan 1-2 dari Leeds United karena mengalami cedera ringan.

Saat ditanya Sky Sports soal seberapa dekat dirinya meninggalkan MU, Mainoo mengakui sempat memikirkan semua kemungkinan.

"Ketika Anda tidak banyak bermain, atau bahkan tidak bermain sama sekali, Anda pasti mempertimbangkan banyak hal," kata Mainoo.

"Tetapi, yang selalu ada di pikiran saya adalah bermain untuk Manchester United dan terus membela klub tempat saya tumbuh," imbuhnya.


Hubungan dengan Amorim

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

Mainoo juga membahas hubungannya dengan Ruben Amorim. Meski Amorim beberapa kali menyatakan menyukai kualitasnya, pelatih asal Portugal itu merasa Mainoo tidak cocok dengan sistem permainan yang diterapkannya.

Amorim menilai posisi terbaik Mainoo sama dengan peran Bruno Fernandes, sementara kapten MU tersebut jelas tidak mungkin dicadangkan.

"Kalau ada pelatih baru, mereka pasti punya cara bermain sendiri. Kalau mereka merasa Anda tidak cocok, ya berarti Anda dianggap tidak cocok," ujar Mainoo.

"Yang bisa saya lakukan hanyalah terus bekerja dan berlatih agar mungkin mereka melihat saya dari sudut pandang yang berbeda," ungkapnya.


Periode Sulit

Gelandang Manchester United asal Inggris bernomor punggung 37, Kobbie Mainoo, melakukan pemanasan sebelum pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor, Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Mainoo mengakui periode tersebut tidak mudah dijalani. Namun, ia merasa banyak belajar soal kesabaran dan kedisiplinan.

Ia juga menyebut dukungan dari pemain senior seperti Casemiro dan Bruno Fernandes, serta sahabat dekatnya Joshua Zirkzee, membantunya melewati masa sulit.

"Berubah dari hampir selalu bermain di setiap pertandingan menjadi tidak sering bermain tentu bukan hal mudah," akunya.

"Tapi, itu bagus buat saya untuk belajar memahami diri sendiri, memahami permainan, dan belajar sabar."

"Saya belajar mengatur hidup, pola latihan, cara bekerja, dan membangun rutinitas."

"Situasinya memang berat ketika Anda bahkan tidak masuk sebagai pemain pengganti. Tapi, keluarga dan teman-teman membantu saya melihat bahwa masih ada harapan di ujung jalan. Mereka yakin situasinya akan kembali berpihak kepada saya suatu saat nanti, jadi saya hanya perlu bersabar," tuturnya. 


Peluang ke Piala Dunia 2026

Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, meninggalkan lapangan bersama Kobbie Mainoo dari Manchester United di akhir pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Liverpool di Manchester, Inggris, Minggu, 3 Mei 2026. (Foto AP/Dave Thompson)

Kebangkitan Mainoo bersama Carrick kini membuka lagi peluangnya masuk Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, sebelumnya memasukkan Mainoo dalam skuad untuk laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang pada Maret lalu. Ia juga masuk daftar sementara berisi 55 pemain untuk Piala Dunia 2026.

Mainoo sebelumnya mencatat sembilan penampilan bersama Inggris di era Gareth Southgate dan menjadi bagian penting perjalanan The Three Lions hingga final Euro 2024.

Meski begitu, persaingan di lini tengah Inggris tetap ketat. Mainoo harus menunggu hingga 22 Mei untuk mengetahui apakah namanya masuk skuad final Piala Dunia atau justru harus kembali berjuang demi tempat menuju Euro 2028.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait