Bola.com, Jakarta - Kiper andalan Cremonese dan juga Timnas Indonesia, Emil Audero kembali tampil gemilang di pentas Serie A 2025/2026. Ia membantu Cremonese meraih kemenangan penting di markas Udinese.
Bertandang ke Stadion Friuli, markas Udinese, Cremonese menang 1-0 melalui gol yang dicetak Jamie Vardy pada menit kesembilan. Laga ini merupakan penampilan yang ke-33 bagi Emil Audero.
Dari jumlah itu, kiper berusia 28 tahun tersebut berhasil mengukir clean sheet alias tak kebobolan yang ke-11 sepanjang musim ini. Sebuah prestasi yang cukup baik bagi sang penjaga gawang.
Emil Audero memperoleh rating 8,1 atau yang tertinggi di pertandingan ini setelah mencatat clean sheet dan melakukan dua kali penyelamatan krusial.
Namun perasaannya masih campur aduk antara gembira namun juga bersedih. Sebab Cremonese masih belum lepas dari jeratan zona degradasi, di saat Serie A hanya tinggal menyisakan satu pertandingan terakhir.
Butuh Keajaiban
Keberhasilan mencuri tiga poin di markas Udinese, membuat Cremonese mengoleksi 34 poin. Namun I Grigiorossi masih berada di peringkat ke-18 atau masuk zona degradasi. Mereka terpaut satu poin dari Lecce di batas aman untuk menghindari degradasi ke Serie B.
Lecce berhasil membungkus kemenangan atas tuan rumah Sassuolo dengan skor 2-3 di waktu yang bersamaan dengan laga Udinese versus Cremonese. Artinya, peluang terakhir untuk bertahan di Serie A antara Lecce dan Cremonese ditentukan di pertandingan terakhir.
Pada laga ke-38 akhir pekan nanti, Lecce akan menjamu Genoa di kandang sendiri. Sementara Cremonese juga bermain di kandang sendiri untuk menjamu Como. Tidak ada cara selain menang bagi Cremonese dan berharap Lecce terpeleset.
Tak Kehilangan Fokus
Emil Audero memberikan komentar mengenai perasaannya setelah kemenangan di markas Udinese. Meski hatinya campur aduk melihat timnya antara bisa menang dan masih berada di zona merah, Emil Audero mengapresiasi perjuangan seluruh rekan setimnya.
"Kegembiraan hari ini adalah kegembiraan yang campur aduk. Kita harus melihat sisi positifnya karena kita memainkan pertandingan yang hebat dan berat. Segala sesuatunya berjalan buruk bagi kita, tetapi kita tidak bisa mengendalikannya. Apa yang bisa kita kendalikan, kita kendalikan. Kita menang dengan bermain sebaik mungkin," tutur Emil Audero di laman resmi Cremonese.
"Sekarang kita harus mengerahkan seluruh kemampuan kita di pertandingan terakhir, terutama fokus pada diri kita sendiri. Yang terpenting adalah memainkan pertandingan dengan keinginan dan semangat kompetitif yang tinggi. Como memiliki kualitas, tetapi kita harus melakukan bagian kita," tandas mantan kiper Juventus dan Inter Milan itu.
Kiprah Musim Ini
Emil Audero berstatus pemain pinjaman Cremonese musim ini dari Como. Ia langsung menjadi andalan di bawah mistar gawang Cremonese sejak pekan pertama.
Meski sempat diganggu cedera, pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu masih mendapat kepercayaan dengan penampilan hingga 33 kali musim ini. Dari jumlah itu, ia kebobolan 46 kali.
Emil Audero juga mencatat dua penyelamatan dari lima kali eksekusi penalti lawan. Selain 11 kali nirbobol, Emil Audero tiga kali masuk best XI Serie A musim ini.
Sumber: Cremonese