Fabio Quartararo ke Honda, Bos Yamaha Sarankan Perubahan pada Regulasi Perpindahan Pembalap MotoGP

Managing Director of Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio berpendapat MotoGP membutuhkan bursa perpindahan pembalap yang lebih terstruktur ke depannya.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 23 Mei 2026, 18:00 WIB
Paolo Pavesio, Managing Director of Yamaha Motor Racing. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Managing Director of Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio berpendapat MotoGP membutuhkan bursa perpindahan pembalap yang lebih terstruktur ke depannya.

Yamaha memang berada di tengah kekacauan bursa transfer pembalap jelang musim 2027. Laporan menunjukkan Fabio Quartararo telah menandatangani kontraknya dengan Honda pada akhir tahun 2025 atau saat MotoGP 2026 belum dimulai.

Advertisement

Yamaha kemudian bergerak cepat untuk merekrut Jorge Martin. Lalu isunya merekrut Ai Ogura untuk menggantikan Alex Rins. 

Paolo Pavesio berpikir bahwa proses perpindahan pembalap sebelum musim dimulai adalah hal yang tidak sehat. Meski belum diresmikan sampai saat ini, Fabio Quartararo dan Jorge Martin bukanlah satu-satunya pembalap besar yang telah memilih tim untuk MotoGP 2027 sebelum musim 2026 dimulai.

Disebutkan Pedro Acosta menandatangani kontraknya dengan Ducati pada bulan Desember, mengamankan kursi di samping Marc Marquez.

Hal itu membuat Francesco Bagnaia keluar, tetapi ia dengan cepat menyetujui kesepakatan dengan Aprilia untuk menggantikan Jorge Martin. Sementara Marco Bezzecchi memperpanjang kontraknya bersama Aprilia.

 

 

 

 


Pavesio: Situasi yang Tidak Baik

Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo saat tampil pada perkenalan motor baru Yamaha untuk mengarungi MotoGP 2026 di Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Berbicara kepada Moto.it, Paolo Pavesio mengatakan situasi ini tidak baik untuk MotoGP. Contohnya situasi kontrak Fabio Quartararo.

Dia menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun dengan Yamaha pada tahun 2024, tetapi ia akan menghabiskan 50 persen dari kontrak tersebut untuk tim lain, karena pembalap asal Prancis itu sudah tahu bakal hengkang ke Honda pada musim 2027. 

Pavesio berpendapat bahwa memperkenalkan kapan bursa perpindahan bisa dilakukan merupakan langkah bijak. Cara ini mengadopsi sepak bola di mana ada dua jendela transfer pemain yang dapat dimaanfatkan klub untuk jual beli pemain, 

"Ada satu hal yang dapat saya katakan: situasi yang berkembang tahun ini, menurut pendapat saya, tidak sehat dan tidak tepat dalam jangka panjang. Pasar perpindahan pembalap yang terlalu dini tidak memungkinkan siapa pun untuk memaksimalkan investasi yang telah dilakukan," kata Pavesio. 

 


Bukan Masalah Mudah yang Bisa Dipecahkan

"Kemudian, setelah itu, ketika tiba saatnya balapan, para pembalap memikirkan apa yang mereka lakukan sekarang. Tetapi mengetahui bahwa beberapa pembalap top sudah melakukan perpindahan sebelum kejuaraan dimulai, dengan kontrak yang hampir menjadi kontrak standar dua tahun," Pavesio menuturkan. 

"Berarti Anda tidak dapat memanfaatkan 50 persen dari investasi yang dilakukan pada seorang pembalap secara maksimal. Saya rasa kita membutuhkan – seperti yang kita bicarakan tentang Liberty, MotoGP Group, sebelumnya – pendekatan struktural, seperti di olahraga lain, terkait jendela transfer, di mana semuanya akan stabil pada periode tersebut," tambahnya. 

Namun, tidak jelas bagaimana tepatnya jendela transfer dapat ditegakkan di MotoGP, karena para pembalap sering kali menyepakati kesepakatan secara informal sebelum mereka menandatangani kontrak.

Pada akhirnya, ini mungkin bukan masalah mudah yang dapat dipecahkan oleh para petinggi MotoGP.

Berita Terkait