Respons Kongo usai AS Terapkan Aturan Darurat Ebola Jelang Piala Dunia 2026

Respons Kongo setelah AS mewajibkan isolasi 21 hari akibat wabah Ebola.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Mei 2026, 09:15 WIB
Para pemain dan staf pelatih DR Kongo merayakan kemenangan setelah lolos ke Piala Dunia selama pertandingan play-off final kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Republik Demokratik Kongo dan Jamaika di Stadion Akron di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 31 Maret 2026. (Ulises Ruiz/AFP)

Bola.com, Jakarta - Republik Demokratik Kongo menghadapi hambatan serius jelang tampil di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk The Leopards itu untuk sementara tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat dan diwajibkan menjalani masa isolasi selama 21 hari sebelum bisa terbang ke lokasi turnamen.

Kongo sedang bersiap menjalani penampilan kedua mereka di Piala Dunia, sekaligus yang pertama sejak edisi 1974. Tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 diraih setelah melewati jalur playoff antarkonfederasi dan mengalahkan Jamaika pada partai penentuan.

Advertisement

Namun, persiapan mereka terganggu akibat merebaknya kembali wabah Ebola varian Bundibugyo. Hingga kini tercatat ada sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian yang diduga terkait wabah itu di Kongo.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menaikkan status risiko di RD Kongo menjadi "sangat tinggi", Jumat lalu.

Situasi tersebut membuat sejumlah agenda resmi di ibu kota Kinshasa dibatalkan, termasuk acara pelepasan Timnas Kongo ke Piala Dunia 2026 bersama Presiden Felix Tshisekedi dan sesi latihan terbuka untuk publik.


Isolasi 21 Hari

Para pemain Republik Demokratik Kongo mengikuti sesi latihan di Pusat Pelatihan Verde Valle di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 30 Maret 2026, menjelang pertandingan play-off final kualifikasi Piala Dunia melawan Jamaika di Stadion Akron pada 31 Maret. (Ulises Ruiz/AFP)

Kini, langkah yang lebih ketat diberlakukan. Seluruh pemain dan staf Timnas Kongo diwajibkan menjalani isolasi selama 21 hari.

Aturan itu diterapkan oleh CDC Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention), yang melarang masuk warga non-AS yang dalam 21 hari terakhir berada di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan.

Skuad Kongo diperkuat sejumlah pemain yang berkiprah di Eropa, termasuk bek Aaron Wan-Bissaka dan penyerang Yoane Wissa. Mereka juga dijadwalkan menjalani laga uji coba melawan Denmark dan Chile di Liege, Belgia, serta Cadiz, Spanyol.

Meski begitu, mereka kemungkinan baru akan tiba di Houston pada 11 Juni, enam hari sebelum pertandingan pertama kontra Portugal.


Tak Ada Kelonggaran

Andrew Giuliani berpose di karpet merah sebelum Pengundian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Kevin Dietsch/Getty Images via AFP)

Saat ini Kongo menjalani pemusatan latihan sekaligus isolasi di Belgia. Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan pemerintah AS tidak akan memberi kelonggaran.

"Kami sudah sangat jelas kepada Kongo bahwa mereka harus menjaga integritas "gelembung isolasi" itu selama 21 hari sebelum bisa datang ke Houston pada 11 Juni," kata Giuliani kepada ESPN.

"Kami juga sudah menegaskan kepada pemerintah Kongo bahwa mereka harus mempertahankan gelembung tersebut atau berisiko tidak bisa bepergian ke Amerika Serikat. Kami tidak bisa lebih jelas lagi."

"Kami ingin memastikan tidak ada apa pun yang masuk atau mendekati perbatasan kami terkait situasi ini," lanjut Giulani.


Respons FECOFA

Para pemain dan staf pelatih DR Kongo merayakan kemenangan setelah lolos ke Piala Dunia selama pertandingan play-off final kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Republik Demokratik Kongo dan Jamaika di Stadion Akron di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, pada 31 Maret 2026. (Ulises Ruiz/AFP)

Kongo dijadwalkan menghadapi Denmark pada 3 Juni sebelum menjalani laga pemanasan terakhir melawan Chile enam hari kemudian. Setelah menghadapi Portugal pada laga pembuka Grup K tanggal 17 Juni, mereka juga akan bertemu Kolombia dan Uzbekistan.

Kendati berada di bawah pembatasan ketat, Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFA) menegaskan tidak ada perubahan agenda persiapan tim.

"Kami tetap menjalankan program latihan seperti biasa. Tidak ada pemain di skuad ini yang datang dari RD Kongo," kata seorang juru bicara tim, dikutip Al Jazeera.

Skuad asuhan Sebastien Desabre itu memang mayoritas dihuni pemain yang berbasis di Eropa. Selain Wan-Bissaka dan Wissa, ada pula striker Cedric Bakambu serta mantan bek West Ham, Arthur Masuaku.

Desabre yang berasal dari Prancis juga menetap di Eropa. Hanya sebagian kecil ofisial tim yang datang langsung dari Kongo menuju Belgia.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait