Air Mata Mohamed Salah di Perpisahan Liverpool, Tinggalkan Warisan Besar di Anfield

Perjalanan panjang Mohamed Salah bersama Liverpool FC resmi berakhir dengan penuh emosi. Dalam laga terakhirnya bersama The Reds, Salah tidak mampu menyembunyikan kesedihan setelah menutup era gemilangnya di Anfield.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 25 Mei 2026, 09:30 WIB
(Dari kiri ke kanan, baris belakang) Kiper Liverpool asal Georgia #25, Giorgi Mamardashvili, striker Liverpool asal Prancis #22, Hugo Ekitike, bek Liverpool asal Belanda #04, Virgil van Dijk, bek Liverpool asal Prancis #05, Ibrahima Konate, gelandang Liverpool asal Hungaria #08, Dominik Szoboszlai, dan gelandang Liverpool asal Belanda #38, Ryan Gravenberch, (Dari kiri ke kanan, baris depan) bek Liverpool asal Irlandia Utara #12, Conor Bradley, bek Liverpool asal Skotlandia #26, Andrew Robertson, gelandang Liverpool asal Argentina #10, Alexis Mac Allister, gelandang Liverpool asal Jerman #07, Florian Wirtz, dan striker Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, berpose untuk foto tim menjelang kick-off pertandingan League Phase Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris pada 5 November 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Perjalanan panjang Mohamed Salah bersama Liverpool FC resmi berakhir dengan penuh emosi. Dalam laga terakhirnya bersama The Reds, Salah tidak mampu menyembunyikan kesedihan setelah menutup era gemilangnya di Anfield.

Pemain asal Mesir tersebut mengaku menangis lebih banyak dibandingkan momen lain sepanjang hidupnya karena harus meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya di sepak bola Eropa.

Advertisement

Salah menjadi salah satu sosok paling penting dalam kebangkitan Liverpool dalam hampir satu dekade terakhir. Sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017, ia menjelma menjadi ikon baru The Reds dan membawa klub kembali bersaing di level tertinggi Inggris maupun Eropa.

Tak heran, perpisahan itu terasa begitu berat bagi sang pemain.

“Saya banyak menangis. Lebih banyak daripada sepanjang hidup saya,” ujar Salah.

“Sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini. Saya sebenarnya bukan orang yang terlalu emosional, tetapi ini sangat sulit,” lanjutnya.

“Kami berhasil melakukannya dan membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya,” tegas Salah.

 


Salah Antar Liverpool Kembali ke Puncak

Mohamed Salah dalam laga Liverpool vs Brentford di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (Dok. Liverpool FC)

Selama berseragam Liverpool, Salah sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi untuk klub Merseyside tersebut.

Ia menjadi bagian penting saat Liverpool menjuarai UEFA Champions League musim 2018/2019 setelah mengalahkan Tottenham Hotspur FC di partai final.

Semusim berselang, Salah juga membantu Liverpool mengakhiri puasa panjang gelar Liga Inggris dengan menjuarai Premier League 2019/2020, trofi liga pertama mereka dalam 30 tahun.

Selain itu, Salah turut membawa Liverpool meraih gelar FIFA Club World Cup, UEFA Super Cup, Piala FA, dua Piala Liga Inggris, hingga Community Shield.

Secara individu, Salah juga mencatatkan berbagai prestasi luar biasa, termasuk beberapa kali menjadi top scorer Premier League dan masuk jajaran pemain terbaik dunia.

Kecepatan, produktivitas, dan konsistensinya membuat Salah dikenang sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Liverpool.

 


Pesan Menyentuh untuk Generasi Berikutnya

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot, memeluk striker Mesir nomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan Premier League Inggris antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 15 Agustus 2025. Liverpool menang dengan skor 4-2. (Paul ELLIS/AFP)

Dalam momen perpisahannya, Salah juga menyampaikan pesan khusus kepada para pemain muda dan generasi penerus Liverpool.

Menurutnya, kesuksesan bukan hanya soal bakat, melainkan kerja keras dan totalitas di lapangan.

“Pesan saya untuk para pemain, ini bukan hanya tentang bakat,” kata Salah.

“Yang paling penting adalah bekerja keras dan memberikan segalanya. Selalu,” tegasnya.

Ucapan tersebut seolah menjadi penutup sempurna untuk perjalanan luar biasa Mohamed Salah bersama Liverpool.

Dari pemain yang sempat diragukan di Premier League, Salah berubah menjadi legenda Anfield yang membantu Liverpool kembali berdiri di puncak sepak bola dunia.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait