Dedi Kusnandar: Wajar Pemain Persib Kecewa kalau Konvoi Tidak Tertib, Harus Evaluasi!

Perayaan gelar juara Persib Bandung kawasan Asia Afrika, Bandung, Minggu (24/5/2026), meninggalkan catatan evaluasi.

BolaCom | Muhammad FaqihDiterbitkan 25 Mei 2026, 18:45 WIB
Tim dan ofisial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara BRI Super League 2025/2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Bandung - Perayaan gelar juara Persib Bandung kawasan Asia Afrika, Bandung, Minggu (24/5/2026), meninggalkan catatan evaluasi. Pawai juara berjalan kurang tertib hingga skuad Maung Bandung kesulitan mencapai titik akhir di Pendopo Bandung.

Pawai juara dimulai dari Gedung Sate dan bergerak menuju kawasan Asia Afrika. Awalnya konvoi berjalan lancar, tetapi saat memasuki Jalan Asia Afrika, rombongan Persib kesulitan menembus kerumunan bobotoh.

Advertisement

Situasi tersebut membuat para pemain dan pelatih turun dari kendaraan yang ditumpangi. Mereka kemudian berjalan kaki dari Gedung Merdeka hingga Pendopo sambil dikawal ketat petugas keamanan.

Dalam perjalanan menuju Pendopo, para pemain harus berdesak-desakan dengan ribuan bobotoh yang telah memadati Jalanan Asia Afrika sejak pagi hari. Bahkan, sebagian pemain tidak merasa nyaman karena bobotoh berusaha mendekat.

Hal itu yang membuat pemain terlihat kelelahan setelah tiba di Pendopo. Bahkan, bek asing Persib, Frans Putros harus kehilangan handphone saat berada di tengah kerumunan.


Harus Evaluasi

Para pemain Persib Bandung ketika mengikuti konvoi juara, Minggu (25/5/2025). (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Gelandang Persib, Dedi Kusnandar, mengakui perayaan gelar juara kali ini tidak berjalan dengan baik. Namun, dia berharap hal tersebut menjadi evaluasi pihak terkait agar hal serupa tidak terulang kembali.

"Mungkin semua bisa melihat kemarin kurang tertib. Pasti ada kekecewaan dari pemain, tapi ya itu ke depannya bisa jadi pembelajaran," kata Dedi kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

"Mudah-mudahan dengan kejadian ini harus belajar dari pengalaman, mudah-mudahan bisa juara lagi tahun depan, bisa jadi pembelajaran ke depannya agar lebih terkoordinasi. Kita tahu animo dari tahun ke tahun lebih luar biasa lagi, terus sebagai pembelajaran juga," lanjutnya.


Lanjut di Sumedang

Tim dan ofisial Persib Bandung menyapa warga saat konvoi juara BRI Super League 2025/2026 di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Setelah merayakan di Bandung, pesta juara kini berlanjut di Sumedang, tepatnya di kediaman Manajer Persib, Umuh Muchtar di kawasan Tanjung Sari, Sumedang, Senin (25/5/2026).

Sejak pagi bobotoh mulai berondong-bondong datang ke lokasi acara. Mereka datang full dengan atribut Persib, mulai dari jersey, syal hingga bendera.

Suasana makin meriah dengan hiburan musik dangdut dan acara mancing bersama bobotoh. Namun, dalam acara ini Marc Klok dan kawan-kawan tidak hadir karena kelelahan.

"Kita tahu animo bobotoh seperti apa jadi situasi seperti ini kita sudah tahu, sangat luar biasa animo antusiasme bobotoh perayaan juara ini sangat besar. Jadi sangat bangga sebagai pemain Persib dengan animo seperti ini," terang Dado.

"Saya titip buat bobotoh, boleh kita merayakan tapi jaga ketertiban, jaga keselamatan, karena itu yang paling penting," ucapnya. 

Berita Terkait