PSG Incar Back to Back Juara, Berikut Deretan Klub Eropa yang Sukses Angkat Trofi Liga Champions Berturut-turut

PSG, yang pada musim lalu berhasil mengangkat trofi juara Liga Champions mereka untuk kali pertama dalam sejarah lewat kemenangan 5-0 atas Inter Milan, kini akan kembali berlaga di pertandingan final kompetisi tersebut.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 Mei 2026, 06:00 WIB
Pemain Paris Saint-Germain (PSG) melakukan selebrasi usai menjuarai Liga champions 2024/2025 di Stadion Allianz Arena, Minggu (01/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Matthias Schrader)

Bola.com, Jakarta - Setelah meraih gelar juara Liga Champions pertamanya dalam sejarah klub, Paris Saint-Germain (PSG) kini berkesempatan untuk melanjutkan sejarahnya dengan mencatatkan back to back juara di kompetisi elite Eropa tersebut.

PSG, yang pada musim lalu berhasil mengangkat trofi juara Liga Champions mereka untuk kali pertama dalam sejarah lewat kemenangan 5-0 atas Inter Milan, kini akan kembali berlaga di pertandingan final kompetisi tersebut.

Advertisement

Kali ini Les Parisiens, julukan PSG, menghadapi Arsenal di laga final yang bakal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026). Klub ibu kota Prancis itu jelas mengincar momentum back to back juara Liga Champions.

Jika berhasil melakukannya, PSG bukan hanya memupuskan asa Arsenal untuk meraih gelar juara Liga Champions perdana mereka, tetapi juga masuk dalam daftar klub elite yang tercatat pernah melakukan back to back, bahkan ada yang berhasil meraih hattrick secara beruntun.

Sebelum PSG mencoba melakukannya pada akhir pekan ini, berikut deretan klub Eropa yang sukses melakukan back to back atau juara berturut-turut dalam sejarah Liga Champions.


Real Madrid (1955/1956 - 1959/1960, 2015/2016 - 2017/2018)

Pemain Real Madrid Marcelo mengangkat trofi setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid di Stade de France, Saint Denis, Prancis, 28 Mei 2022. Real Madrid mengalahkan Liverpool 1-0. (AP Photo/Manu Fernandez)

Pemegang rekor juara Liga Champions terbanyak ini memang layak menjadi yang teratas dalam daftar ini. Real Madrid bahkan sudah mendominasi sejak edisi pertama Liga Champions, atau yang dulu masih disebut European Cup.

Ketika kompetisi elite Eropa itu kali pertama digelar pada musim 1955/1956, Real Madrid langsung menjadi juara. Klub ibu kota Spanyol itu menang 4-3 atas Reims di laga final.

Setelah itu, Real Madrid juga berhasil meraih trofi juara yang sama pada empat musim selanjutnya, dengan mengalahkan Fiorentina di final 1956/1957, AC Milan di final 1957/1958, Reims pada musim 1958/1959, dan Eintracht Frankfurt pada musim 1959/1960.

Itu bukan satu-satunya periode Real Madrid menyabet gelar juara Eropa secara beruntun. Pada 2015/2016 hingga 2017/2018, Real Madrid berhasil menyabet gelar juara Liga Champions dalam tiga musim beruntun.

Los Blancos membungkam rival sekotanya, Atletico Madrid, di final musim 2015/2016, kemudian menang 4-1 atas Juventus pada final musim 2016/2017, dan membungkam Liverpool di final 2017/2018.


Benfica (1960/1961 - 1961/1962)

 

Setelah Real Madrid, tim yang juga sukses meraih juara back to back adalah Benfica. Klub Portugal itu melakukannya setelah Real Madrid menyabet lima gelar juara dalam lima musim pertama digelarnya European Cup.

Benfica menjadi juara European Cup pada musim 1960/1961 dan 1961/1962. Menariknya, Benfica mampu menjadi juara dalam dua musim beruntun dengan mengalahkan dua raksasa asal Spanyol di pertandingan final.

Pada musim 1960/1961, Benfica menang 3-2 atas Barcelona dalam laga final yang digelar di Swiss. Sementara pada musim 1961/1962, Benfica mengalahkan Real Madrid dengan skor 5-3 di pertandingan final yang digelar di Amsterdam, Belanda.


Inter Milan (1963/1964 - 1964/1965)

 

Kemudian klub yang juga berhasil melakukan back to back juara di kompetisi elite Eropa ini adalah Inter Milan, tepatnya pada musim 1963/1964 dan 1964/1965.

Gelar juara back to back itu dilakukan setelah AC Milan, rival sekota mereka, sempat menjuarai kompetisi itu pada musim 1962/1963.

Pada final European Cup 1963/1964, Inter Milan menjadi juara setelah mengalahkan Real Madrid dengan skor 3-1 di pertandingan final.

Sementara pada musim 1964/1965, Nerazzurri kembali mengangkat trofi juara setelah menang tipis 1-0 atas Benfica di partai puncak.


Ajax (1970/1971 - 1972/1973)

 

Klub selanjutnya yang juga mampu melakukan back to back juara adalah raksasa Belanda, Ajax. Seperti yang dilakukan Real Madrid, Ajax tak hanya back to back juara, melainkan mencatat hattrick juara secara beruntun.

Ajax kali pertama juara dalam rangkaian tersebut adalah pada musim 1970/1971. Saat itu raksasa Amsterdam itu menang 2-0 atas klub Yunani, Panathinaikos, di Wembley. Kemudian pada musim 1971/1972, Ajax menjadi juara setelah menang 2-0 atas Inter Milan di final.

Sementara pada musim 1972/1973, Ajax melengkapi hattrick juara secara beruntun di kompetisi paling elite Eropa itu dengan menang tipis 1-0 atas Juventus.


Bayern Munchen (1973/1974 - 1975/1976)

 

Seperti halnya yang dilakukan Ajax, Bayern Munchen yang kemudian menjadi juara pada musim berikutnya juga mampu melakukan hattrick beruntun. Klub Jerman Barat itu menjuarai European Cup pada musim 1973/1974 hingga 1975/1976.

Menarik pada musim 1973/1974, Bayern Munchen hampir saja gagal menjadi juara setelah bermain imbang 1-1 dengan Atletico Madrid di laga final.

Dalam laga ulangan yang digelar dua hari kemudian, Bayern Munchen menang telak 4-0 dan menjadi juara.

Setelah itu, Bayern Munchen kembali mendominasi Eropa dengan meraih juara lagi dalam dua musim selanjutnya. Bayern Munchen juara pada musim 1974/1975 setelah menang 2-0 atas Leeds United, dan menang 1-0 atas Saint-Etienne pada final musim 1975/1976.


Liverpool (1976/1977 - 1977/1978)

 

Dalam sejarahnya, Liverpool termasuk klub Inggris yang cukup sering menjadi juara di European Cup hingga menjadi Liga Champions. Liverpool tercatat sudah pernah enam kali menjadi juara, termasuk yang terakhir pada 2019.

Menariknya, dua trofi pertamanya di European Cup didapatkan dalam dua musim beruntun, yaitu pada musim 1976/1977 dan 1977/1978.

Pada momen tersebut, Liverpool meraih trofi juara untuk kali pertama setelah menang 3-1 tas Borussia Monchengladbach pada musim 1976/1977.

Semusim kemudian, Liverpool kembali angkat trofi setelah menang tipis 1-0 atas klub Belgia, Club Brugge, pada musim 1977/1978.


Nottingham Forest (1978/1979 - 1979/1980)

 

Mungkin pada era saat ini, Nottingham Forest tak lagi dikenal sebagai klub yang meramaikan persaingan di kompetisi Eropa. Namun, pada kenyataannya, Forest pernah menjadi juara European Cup dua musim berturut-turut.

Nottingham Forest melakukannya pertama kali setelah Liverpool meraih back to back juara seperti yang diungkapkan di pembahasan sebelumnya.

Nottingham Forest menjuarai European Cup 1978/1979 setelah menang 1-0 atas klub Swedia, Malmo FF, di laga final. Kemudian mereka memastikan back to back juara setelah menang 1-0 atas Hamburg SV di final 1979/1980.


AC Milan (1988/1989 - 1989/1990)

 

Klub terakhir dalam daftar ini yang juga melakukan back to back juara di Liga Champions adalah AC Milan. Klub berjulukan Rossoneri itu melakukannya pada akhir dekade 1980-an, yaitu pada musim 1988/1989 dan 1989/1990.

AC Milan menjadi juara pada musim 1988/1989 setelah meraih kemenangan telak 4-0 atas klub Rumania, Steaua Bucuresti, pada laga final. Sementara musim selanjutnya, Rossoneri menjadi juara setelah menang 1-0 atas Benfica di laga puncak.

Berita Terkait