Arsenal Ogah Jadi Underdog di Final Liga Champions: Momentum Emas yang Tidak Boleh Disia-siakan

Bahkan ada yang menganggap final Liga Champions ini sebagai “free hit” bagi tim asuhan Mikel Arteta. Namun, anggapan tersebut dianggap meremehkan kualitas Arsenal musim ini.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 29 Mei 2026, 17:45 WIB
Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Bola.com, Jakarta - Arsenal menghadapi atmosfer yang cukup aneh menjelang final Liga Champions 2025/2026 melawan Paris Saint-Germain (PSG). Banyak yang menilai Arsenal datang dengan status underdog yang memiliki sedikit peluang untuk mengejutkan.

Bahkan ada yang menganggap final Liga Champions ini sebagai “free hit” bagi tim asuhan Mikel Arteta. Namun, anggapan tersebut dianggap meremehkan kualitas Arsenal musim ini.

Advertisement

Menjuarai Liga Champions disebut bukan sekadar bonus tambahan setelah sukses memenangkan Premier League, tetapi bisa mengangkat tim ini menjadi salah satu generasi terbaik dalam sejarah klub, bahkan melampaui era “The Invincibles”.


Liga Champions Tak Pernah Jadi Kesempatan Cuma-cuma

Trofi dan bola final Liga Champions Wembley. (c) talksport

Narasi Arsenal tidak memiliki tekanan di final dinilai keliru karena kesempatan tampil di partai puncak Liga Champions sangat langka.

Kompetisi ini dianggap jauh lebih sulit diprediksi dibanding liga domestik. Satu malam buruk atau hasil undian yang tidak menguntungkan bisa langsung menghancurkan perjalanan sebuah tim.

Tidak ada jaminan Arsenal akan kembali mencapai tahap ini dalam waktu dekat. Hal itu pernah dirasakan era Arsene Wenger setelah Arsenal kalah 1-2 dari Barcelona di final Liga Champions 2006.

Sejak saat itu, Arsenal tidak pernah lagi menyentuh final hingga musim ini. Kesempatan kali ini disebut sebagai momentum yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.


Rekor Arsenal di Eropa Musim Ini Sangat Mengesankan

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Arsenal juga dinilai pantas berada di final karena performa mereka di Eropa musim ini sangat solid. The Gunners belum terkalahkan sepanjang kompetisi dan sukses melewati lawan-lawan kuat seperti Atletico Madrid, Bayern Munchen, dan Inter Milan.

Meski perjalanan fase gugur mereka disebut sedikit lebih mudah, Arsenal tetap tampil meyakinkan dan tidak pernah benar-benar terlihat berada di ambang eliminasi.

Sementara itu, PSG memang tetap dianggap favorit karena status mereka sebagai juara bertahan. Namun, Arsenal diyakini memiliki kualitas lebih dari sekadar “peluang underdog”.

Sebagai wakil terbaik dari liga terkuat di Eropa, Arsenal dinilai cukup mampu menciptakan sejarah baru.


Arsenal Berpeluang Menghapus Luka Besar Sejarah Klub

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes merayakan gol ke gawang Atletico Madrid di Liga Champions 2025-2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Final di Budapest menjadi kesempatan besar bagi Arsenal untuk menutup salah satu kekurangan terbesar dalam sejarah klub.

Meski memiliki tradisi kuat di Inggris, Arsenal baru memiliki satu trofi mayor Eropa sepanjang sejarah mereka. Hal itu dianggap kontras dengan reputasi besar klub asal London tersebut.

Bahkan beberapa klub Inggris lain yang dinilai “lebih kecil” justru mampu mengoleksi lebih banyak gelar Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Kemenangan atas PSG akan memiliki arti sangat besar bagi Arsenal dan Arteta.

“Arsenal hanya perlu memanfaatkan kesempatan ini. Peluang seperti ini mungkin tidak akan datang lagi,” tulis laporan tersebut.

Jika gagal, rasa penyesalan disebut bisa terus menghantui Arsenal dalam beberapa tahun ke depan, terutama karena tidak ada jaminan mereka akan kembali sedekat ini dengan trofi Liga Champions.

Sumber: Football365

Berita Terkait