Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita menarik, termasuk perjalanan Republik Demokratik Kongo yang akhirnya kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.
Setelah penantian panjang, negara Afrika tersebut siap menguji kemampuan mereka melawan Portugal pada laga perdana Grup H.
Di balik optimisme yang mengiringi langkah Kongo, terdapat dua nama yang memiliki keterkaitan kuat dengan Sunderland. Mereka adalah Noah Sadiki dan Arthur Masuaku, dua pemain dari generasi berbeda yang kini menjadi bagian penting dalam skuad asuhan Sebastien Desabre.
Sadiki mewakili masa depan sepak bola Kongo. Usianya baru 21 tahun, tetapi perkembangannya dalam dua tahun terakhir membuatnya disebut sebagai satu di antara gelandang muda paling menjanjikan di Premier League. Di sisi lain, Masuaku hadir sebagai sosok senior yang membawa pengalaman panjang dari berbagai kompetisi elite Eropa.
Saat Kongo bersiap menghadapi Portugal yang diperkuat sederet bintang kelas dunia, perhatian besar akan tertuju kepada dua pemain Sunderland tersebut. Mereka bukan hanya membawa harapan negara, tetapi juga simbol perjalanan panjang yang berbeda menuju Piala Dunia 2026.
Noah Sadiki, Talenta Belgia yang Memilih Membela Kongo
Tidak banyak pemain muda yang berani mengambil keputusan besar di usia dini. Noah Sadiki termasuk pengecualian.
Lahir di Belgia dan sempat memperkuat berbagai kelompok umur negara tersebut, Sadiki memutuskan mengalihkan kesetiaannya kepada Republik Demokratik Kongo pada 2023. Keputusan itu kini terbukti menjadi titik penting dalam kariernya.
Dalam waktu singkat, Sadiki menjelma menjadi pemain utama baik di level klub maupun tim nasional. Ia memainkan peran penting saat Kongo mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026 melalui sejumlah kemenangan krusial atas Kamerun, Nigeria, dan Jamaika pada fase kualifikasi.
Perkembangan Sadiki juga berlangsung pesat di level klub. Setelah didatangkan Sunderland dari Union Saint-Gilloise pada musim panas 2025 dengan nilai transfer sekitar 15 juta poundsterling, ia langsung mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Meski tidak memiliki postur yang dominan atau statistik gol yang mencolok, Sadiki menawarkan sesuatu yang sangat dibutuhkan sebuah tim modern. Ia agresif saat melakukan tekanan, cerdas dalam menghubungkan permainan, dan memiliki stamina luar biasa.
Kemampuannya menutup ruang serta membantu fase transisi membuatnya menjadi satu di antara pemain yang paling dipercaya pelatih.
Diprediksi Jadi Bintang Besar Premier League
Perkembangan Sadiki bahkan mendapat perhatian langsung dari pelatih Kongo, Sebastien Desabre. Beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, Desabre secara terbuka menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan sang pemain.
"Dalam dua atau tiga tahun ke depan, saya pikir dia akan menjadi satu di antara pemain terbaik di posisinya di Premier League," ujar Desabre.
Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Musim debut Sadiki bersama Sunderland berjalan sangat menjanjikan. Ia menjadi pemain reguler dan membangun kemitraan solid di lini tengah bersama pemain-pemain senior yang lebih berpengalaman.
Pengalamannya tampil secara konsisten di kompetisi terbaik dunia menjadi modal penting ketika Kongo menghadapi lawan sekelas Portugal.
Laga melawan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan akan menjadi ujian terbesar dalam karier internasional Sadiki sejauh ini. Namun, melihat perkembangan yang ia tunjukkan dalam beberapa musim terakhir, banyak pihak percaya gelandang muda tersebut siap menjawab tantangan.
Arthur Masuaku, Pemimpin Berpengalaman di Sisi Kiri
Jika Sadiki adalah simbol masa depan, maka Arthur Masuaku merupakan representasi pengalaman.
Bek kiri berusia 32 tahun itu telah lama menjadi bagian penting Timnas Kongo. Kariernya membawanya melintasi sejumlah kompetisi besar Eropa, mulai dari Yunani, Inggris, Turki, hingga kembali ke Premier League bersama Sunderland.
Masuaku memiliki pengalaman yang tidak dimiliki banyak pemain Kongo saat ini. Ia pernah merasakan tekanan bermain di level tertinggi bersama West Ham United, termasuk tampil di kompetisi Eropa.
Pengalaman tersebut menjadi aset berharga bagi skuad Kongo yang dihuni banyak pemain muda.
Di ruang ganti, Masuaku sering dianggap sebagai figur senior yang mampu membantu para pemain muda beradaptasi dengan tuntutan sepak bola internasional. Kehadirannya memberi keseimbangan bagi tim yang sedang membangun generasi baru.
Ketika menghadapi Portugal nanti, peran Masuaku diperkirakan akan sangat vital, terutama dalam meredam ancaman dari sektor sayap yang menjadi salah satu kekuatan utama lawan.
Portugal Jadi Ujian Pertama
Kongo tidak mendapatkan undian yang mudah. Portugal datang ke Piala Dunia 2026 sebagai satu di antara kandidat kuat untuk melaju jauh di turnamen.
Skuad yang dipenuhi pemain-pemain elite Eropa membuat Portugal difavoritkan dalam pertandingan pembuka Grup H. Namun, Kongo memiliki alasan untuk tetap percaya diri.
Perjalanan impresif selama kualifikasi menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta pelengkap. Tim asuhan Desabre tampil disiplin, solid, dan mampu mengalahkan sejumlah lawan kuat dalam perjalanan menuju putaran final.
Di tengah ambisi besar tersebut, Sunderland memiliki alasan khusus untuk memperhatikan laga ini.
Sebab, di antara jutaan pasang mata yang menyaksikan pertandingan Portugal melawan Kongo, akan ada sorotan tersendiri kepada Noah Sadiki dan Arthur Masuaku. Dua pemain dengan latar belakang berbeda, dua generasi yang berbeda, tetapi kini memikul tujuan yang sama.
Mereka ingin membantu Kongo menciptakan sejarah baru di Piala Dunia 2026. Dan perjalanan itu akan dimulai dari pertandingan besar melawan Portugal.