Bola.com, Jakarta - Spanyol sudah dipaksa menenggak pil pahit dalam laga pertama Grup H Piala Dunia 2026. Bentrok kontra tim antah berantah Cape Verde di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB, La Furia Roja hanya mampu bermain imbang tanpa gol.
Dijejali pemain-pemain wahid yang tersebar di liga top Eropa macam Pedri, Lamine Yamal, Marc Cucurella, Rodri, Ferran Torres, dan Gavi ternyata tak membuat pertandingan berjalan mudah bagi tim asuhan Luis de la Fuente.
Juara Piala Dunia 2010 akhirnya harus puas berbagi angka dan pastinya menjadikan hasil tak maksimal ini sebagai cermin guna menjalani duel-duel berikutnya.
Bersama tim unggulan lainnya seperti Belanda, Prancis, Brasil, Jerman, Inggris, serta juara bertahan Argentina, Spanyol juga dijagokan untuk menjadi yang terbaik di edisi ke-26.
Cape Verde, atau yang dikenal juga Tanjung Verde, kontan menjadi buah bibir. Bagaimana tidak, tak seorang pun yang mengira jika tim yang diarsiteki Bubista bisa luput dari pembantaian Spanyol yang unggul segalanya.
Mampu mempermalukan Spanyol tentunya membuat tim berjuluk Blue Sharks kian percaya diri menatap pertandingan selanjutnya di Grup H versus Arab Saudi serta Uruguay.
Dalam sejarahnya, inilah kali pertama Cape Verde tampil di pentas terakbar empat tahunan besutan FIFA. Kepastian tersebut mereka raih setelah mengukuhkan diri sebagai juara Grup D Kualifikasi Zona CAF.
Awalnya, Cape Verde tak lebih dari sebuah negara mungil yang hanya dihuni sekian ribu orang. Benar, Cape Verde merupakan negara kepulauan di tengah Samudra Atlantik yang jumlah penduduknya tak sampai 600 ribu jiwa.
Meski negara mini, Cape Verde ternyata kecil-kecil cabai rawit. Spanyol sudah merasaka pedasnya permainan mereka.
Selain Cape Verde, masih ada sejumlah negara kecil lainnya yang pernah lolos ke Piala Dunia.
Penasaran negara apa saja, berikut lima di antaranya seperti dilansir Planetfootball:
Trinidad & Tobago (1,3 juta)
Setelah beberapa kali gagal, Trinidad & Tobago akhirnya lolos ke Piala Dunia 2006 di tengah suasana gembira di seluruh Karibia.
Mereka bahkan berhasil menahan tim Swedia yang diperkuat Henrik Larsson dan Zlatan Ibrahimovic dengan hasil imbang tanpa gol di pertandingan pembuka mereka.
Inggris membutuhkan dua gol di menit-menit akhir untuk menghindari hasil imbang yang memalukan di pertandingan kedua mereka, sebelum kekalahan yang penuh perjuangan melawan Paraguay mengakhiri petualangan Soca Warriors.
Paraguay (860 ribu)
Jumlah penduduk Paraguay saat tampil di Piala Dunia 1930 tidak diketahui secara pasti akibat sensus yang gagal dan pecahnya perang pada 1932. Namun, berdasarkan data sensus 1924 dan 1936, populasinya diperkirakan masih di bawah satu juta jiwa, menjadikannya salah satu negara terkecil yang pernah tampil di putaran final.
Pada debutnya, Paraguay mengalahkan Belgia dan kalah dari Amerika Serikat. Sejak itu, La Albirroja telah lolos ke delapan edisi Piala Dunia berikutnya, termasuk Piala Dunia 2026. Kini, Paraguay memiliki sekitar 7,2 juta penduduk dan tetap menjadi salah satu kekuatan sepak bola yang konsisten di Amerika Selatan.
Cape Verde (528 ribu)
Salah satu kisah paling luar biasa dari kualifikasi Piala Dunia 2026 terjadi di Afrika, di mana Tanjung Verde mengalahkan Kamerun untuk mengamankan tempat di turnamen pertama mereka.
Berdasarkan luas daratan, negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika ini adalah negara terkecil yang pernah bermain di putaran final dan merupakan negara terkecil kedua dalam hal populasi.
Tanjung Verde menahan Spanyol dengan hasil imbang tanpa gol yang bersejarah di pertandingan pembuka Piala Dunia mereka, bermain dengan disiplin taktik yang ketat seperti tim Portugal yang berada di tengah klasemen. Sungguh luar biasa.
Islandia (340 ribu)
Setelah terkenal mengalahkan Inggris di Euro 2016 dan mencapai perempat final, Islandia menjadi peserta Piala Dunia terkecil sepanjang sejarah saat mereka mencapai final 2018.
Memimpin grup kualifikasi yang berisi Kroasia, Turki, dan Ukraina bukanlah prestasi yang mudah, artinya skuad yang tangguh berangkat ke Rusia dengan penuh harapan.
Hasil imbang yang mengesankan di pertandingan pembuka melawan Argentina diikuti oleh kekalahan dari Nigeria dan Kroasia yang memastikan tersingkirnya mereka dari babak grup.
Curaçao (185 ribu)
Dengan populasi sekitar 185.000 jiwa, negara Karibia itu tercatat sebagai negara berpenduduk paling sedikit yang tampil di Piala Dunia 2026, melampaui Jamaika.
Dipimpin pelatih veteran Dick Advocaat dan diperkuat banyak pemain keturunan Belanda, Curaçao mencuri perhatian pada laga perdana mereka. Meski akhirnya kalah 1-7 dari Germany, Curaçao sempat membuat kejutan dengan menyamakan kedudukan.
Bagi negara kecil dengan jumlah penduduk yang setara kota kecil di Eropa, momen mencetak gol dan bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Sumber: Planetfootball