5 Keputusan Wasit Paling Kontroversial Sepanjang Piala Dunia 2026: Kasus Folarin Balogun Bikin Heboh

Berikut ini lima keputusan wasit yang paling kontroversial sepanjang Piala Dunia 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 09 Juli 2026, 09:00 WIB
Gelandang Mesir Mostafa Ziko mencetak gol setelah yang sebelumnya dianulir VAR saat melawan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026). (AFP/Roberto Schmidt)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 banyak menyuguhkan momen tak terlupakan di lapangan, tetapi juga diwarnai sejumlah kontroversi.

Jika wasit dianggap menjalankan tugasnya dengan baik ketika nyaris tidak menjadi sorotan, maka turnamen kali ini justru menunjukkan sebaliknya. Sejumlah keputusan penting di lapangan, termasuk intervensi VAR, menjadi pusat perhatian sepanjang kompetisi.

Advertisement

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, dan pelatih Mesir, Hossam Hassan, menjadi beberapa sosok yang secara terbuka mengkritik kualitas kepemimpinan wasit sejauh ini. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut angkat bicara terkait satu keputusan kontroversial.

Performa wasit memang selalu berbeda dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Namun, inkonsistensi dalam penerapan aturan di ajang sepak bola terbesar dunia ini memicu kebingungan sekaligus kemarahan dari banyak pihak sepanjang musim panas ini.

Mulai dari penalti yang diberikan maupun tidak diberikan, gol yang dianulir, hingga berbagai keputusan kontroversial lainnya, berikut rangkuman momen-momen kepemimpinan wasit paling kontroversial di Piala Dunia 2026 sejauh ini, diurutkan berdasarkan tingkat kontroversinya


5. Harry Kane Gagal Mendapat Penalti

Pemain Inggris Harry Kane mencetak gol kedua selama pertandingan sepak bola babak 32 Piala Dunia antara Inggris dan Kongo di Atlanta, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Colin Hubbard)

Harry Kane dianggap sengaja mencari alasan untuk terjatuh. Insiden kontroversial terjadi saat Inggris menghadapi DR Kongo pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Harry Kane terjatuh di kotak penalti ketika berhadapan langsung dengan kiper Lionel Mpasi, yang melakukan sliding hingga mengenai sang striker.

Wasit Adham Mohammad Tumah Makhadmeh langsung menolak protes keras para pemain Inggris. Ia bahkan memberi isyarat bahwa Kane sengaja menjatuhkan diri, meski tidak mengganjarnya dengan kartu kuning karena dianggap melakukan simulasi.

VAR kemudian melakukan peninjauan dan memutuskan untuk tetap mendukung keputusan wasit di lapangan. Keputusan tersebut membuat banyak pihak kebingungan karena tayangan ulang dinilai menunjukkan adanya kontak yang cukup jelas sehingga layak menghasilkan penalti untuk Inggris.

 


4. Kartu Merah Folarin Balogun

Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Keputusan wasit soal Folarin Balogun berubah menjadi kontroversi hingga menarik perhatian dunia.

Setelah meninjau tayangan melalui VAR, wasit mengganjar Folarin Balogun dengan kartu merah langsung karena dianggap melakukan pelanggaran serius. Sang penyerang menginjak tumit dan pergelangan kaki bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, saat keduanya berebut bola.

Dalam kecepatan normal, insiden itu terlihat tidak terlalu berbahaya. Namun, tayangan ulang dalam gerak lambat memperlihatkan kontak yang jauh lebih keras sehingga memicu perdebatan mengenai apakah Balogun memang berniat melakukan pelanggaran atau hanya akibat benturan yang tidak disengaja.

Kontroversi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut campur dengan mendesak FIFA agar mencabut hukuman larangan bermain Balogun sehingga sang pemain bisa tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.


3. Lionel Messi Lolos dari Kartu Merah

Penyerang Argentina, merayakan gol pertama yang dicetak timnya dalam laga Grup J Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Aljazair di Stadion Kansas City, Kansas City, pada 16 Juni 2026. (Roberto SCHMIDT / AFP)

Lionel Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair pada laga pembuka fase grup Piala Dunia 2026. Namun, sang kapten sebenarnya berpeluang mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap kapten Aljazair, Aïssa Mandi, pada babak pertama.

Messi terlihat menginjak kaki Mandi dalam sebuah duel. Setelah wasit menghentikan pertandingan, megabintang Argentina itu tampak meminta maaf. Namun, wasit tidak mengeluarkan kartu apa pun, sementara VAR memutuskan tidak ada pelanggaran yang layak mendapat hukuman lebih berat.

Terlepas dari ada atau tidaknya unsur kesengajaan, tayangan ulang menunjukkan Messi sangat beruntung lolos dari kartu merah. Keputusan tersebut memicu perdebatan panjang di media sosial, bahkan melahirkan berbagai teori konspirasi di kalangan penggemar sepak bola.


2. Gol Mesir Dianulir, Gol Argentina Tetap Disahkan

Pemain Argentina Cristian Romero mencetak gol pertama timnya mereka selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Argentina dan Mesir di Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026. (AP Photo/Mike Stewart)

Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, mengaku tidak ingin lagi menonton Piala Dunia setelah menyaksikan apa yang ia sebut sebagai "ketidakadilan" dalam kekalahan timnya dari Argentina pada babak 16 besar.

Mesir sempat unggul 2-0 hingga menit ke-79. Namun, juara bertahan Argentina bangkit secara dramatis dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2, sekaligus memastikan langkah Mesir terhenti.

Hassan dibuat geram karena satu gol Mesir dianulir setelah tinjauan VAR akibat dugaan pelanggaran dalam proses terjadinya gol. Di sisi lain, gol kemenangan Argentina melalui sundulan Enzo Fernandez pada injury time tidak mendapat pemeriksaan serupa, meski dinilai diawali insiden yang hampir sama.

"Semua ini soal uang. Mereka ingin Messi tetap berada di turnamen ini," ujar Hassan dengan nada tinggi dalam konferensi pers setelah pertandingan.

"Mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak ingin memperhalus kata-kata saya. Kami diperlakukan dengan tidak adil hari ini. Kami menjadi korban ketidakadilan."


1. Gol Jonathan Tah Dianulir VAR

Pemain Jerman, Jonathan Tah dan Joshua Kimmich berebut bola dengan pemain Pantai Gading, Ange-Yoan Bonny, dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto, Sabtu (20/6/2026). (AP Photo/Stephanie Scarbrough)

Jerman sempat mengira telah memecah kebuntuan saat menghadapi Paraguay pada babak perpanjangan waktu. Jonathan Tah berhasil menyundul bola hasil sepak pojok Nathaniel Brown dan membawa Der Panzer unggul.

Namun, wasit Jalal Jayed mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau ulang insiden tersebut. Setelah melihat tayangan ulang, gol Tah akhirnya dianulir karena Waldemar Anton dinilai menghalangi pergerakan kiper Paraguay, Orlando Gill, yang terjatuh setelah terjadi kontak ringan.

Keputusan itu menjadi awal dari hari yang buruk bagi Jonathan Tah. Pertandingan kemudian berlanjut hingga adu penalti, dan bek Jerman tersebut gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung di atas mistar.

Kegagalan Tah mengeksekusi penalti menjadi penentu tersingkirnya Jerman secara mengejutkan dari Piala Dunia 2026.

Sumber: Sport Illustrated

Berita Terkait