Bola.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut bakal merasakan hal yang memalukan saat menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026. Hal ini merujuk pada pernyataannya soal Spanyol beberapa waktu lalu.
Partai final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol kontra Argentina yang sama-sama sukses melenggang dari semifinal. Keduanya bakal berjumpa di Stadion New York New Jersey, New Jersey, Senin (20-7-2026) pukul 02.00 WIB.
Sepanjang turnamen ini, Donald Trump sudah absen, meski negaranya menjadi tuan rumah. Ia belum menghadiri satu pun laga sejauh ini.
Namun, hal itu tidak berarti dia belum meninggalkan jejak di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pria berusia 80 tahun tersebut diperkirakan akan hadir di stadion untuk menyaksikan final Piala Dunia 2026. Momen inilah yang bakal menciptakan situasi yang canggung bagi Trump.
Trump Mencibir Spanyol
Sangat jelas untuk melihat ke mana arah keberpihakan Trump dalam bentrokan besar tersebut. Masalah di luar lapangan telah memicu ketegangan signifikan AS dan Spanyol baru-baru ini, dan sang presiden tidak menahan diri saat membahas negara Eropa tersebut.
Dalam pertemuan NATO baru-baru ini, ia menyatakan ingin memutus semua hubungan dagang dengan Spanyol. Ia bahkan bertindak lebih jauh dengan menyebut negara tersebut sebagai sesuatu yang sia-sia.
Spanyol adalah sesuatu yang sia-sia. Omong-omong, kami tidak ingin melakukan bisnis perdagangan lagi dengan Spanyol. Saya ingin memutusnya," kata Donald Trump seperti dikutip dari Reuters.
"Spanyol adalah mitra yang sangat buruk di NATO. Mereka tidak berpartisipasi. Mereka tidak membayar. Saya tidak ingin ada urusan apa pun dengan Spanyol," lanjutnya.
Putuskan Hubungan Dagang
Saat melanjutkan omelannya, pemimpin Amerika tersebut melabeli negara itu 'tanpa harapan' dan mengatakan tidak ingin ada hubungannya dengan mereka, termasuk hubungan dagang dan kunjungan wisata.
"Tolong putuskan semua perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan wisata. Kami tidak ingin ada urusan apa pun dengan mereka. Lihat saja mereka nanti akan datang memohon kembali," cetus Trump.
"Tapi, kami tidak harus berdagang dengan mereka. Mereka tidak ada harapan, orang-orang yang buruk karena mereka membiarkan orang lain pergi, membayar, dan bekerja," lanjut politisi Partai Republik itu.
Bisa Dipermalukan Spanyol
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, sebenarnya mengklaim bahwa hubungan kedua negara sangat positif. Ia juga mengungkapkan obrolan singkat terkait sepak bola yang dilakukannya dengan Trump.
"Kami berbicara tentang Piala Dunia. Tidak ada ketegangan sama sekali, sebaliknya, semuanya berlangsung sangat ramah," kata Sanchez seperti dikutip dari Talksport.
Terlepas dari komentar tersebut, akan sangat menarik untuk melihat Trump menyerahkan trofi Piala Dunia 2026 kepada Spanyol jika mereka memenangkan laga final kontra Argentina yang akan berlangsung Senin mendatang.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, telah mengungkapkan bahwa Trump=lah yang nantinya akan menyerahkan trofi kepada pemenang Piala Dunia 2026.
Sumber: Give Me Sports, Reuters