Gianni Infantino Balas Kritik Piala Dunia 2026: Penyebar Isu Sedang Menebar Kebencian

Melalui unggahan panjang di media sosial, Gianni Infantino membela FIFA sekaligus menyindir pengkritik yang menurutnya lebih memilih "menebar kebencian" dibanding menikmati turnamen sepak bola terbesar di dunia.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 27 Juli 2026, 16:15 WIB
Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino angkat bicara terkait gelombang kritik yang mengiringi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Melalui unggahan panjang di media sosial, Gianni Infantino membela FIFA sekaligus menyindir pengkritik yang menurutnya lebih memilih "menebar kebencian" dibanding menikmati turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Advertisement

Pernyataan tersebut muncul setelah FIFA menuai sorotan terkait sejumlah kontroversi sepanjang turnamen, mulai dari keputusan disiplin pemain, persoalan visa, hingga dugaan campur tangan politik.

Dalam unggahan Instagram yang terdiri dari 15 slide, Infantino menyampaikan pesan keras kepada pihak-pihak yang selama ini mengkritik FIFA. Ia menuding sejumlah media dan pengamat telah menyebarkan kebencian serta rumor yang tidak benar.

Menurut Infantino, saat para pengkritik sibuk melontarkan tudingan, FIFA justru bekerja keras memastikan Piala Dunia 2026 berjalan lancar.

Ia juga mengklaim turnamen berlangsung aman tanpa insiden besar, serta menghadirkan kebahagiaan bagi jutaan suporter yang hadir langsung maupun miliaran penonton di seluruh dunia.


Klaim Turnamen Berjalan Aman dan Penuh Persatuan

Pemain Pantai Gading, Wilfried Singo (5), melindungi bola dari penyerang Jerman, Kai Havertz (7), saat kedua tim berhadapan di laga Grup E Piala Dunia 2026 di Toronto, Kanada, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Alexandra Antoniono)

Gianni Infantino menyebut lebih dari tujuh juta penonton dari lebih 200 negara menghadiri pertandingan di 16 kota tuan rumah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ia menegaskan Piala Dunia 2026 berlangsung tanpa kekerasan maupun gangguan keamanan yang berarti. Menurutnya, sepak bola berhasil menyatukan berbagai bangsa dan menjadi simbol persatuan, bukan perpecahan.

Infantino juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah tiga negara tuan rumah, aparat keamanan, sukarelawan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.


Bela Kebijakan FIFA soal Visa dan Keputusan Disiplin

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

 

Dalam pernyataannya, Infantino turut menyinggung kritik mengenai kebijakan visa selama Piala Dunia 2026.

Ia mengakui memang ada sebagian kecil orang yang ditolak masuk ke negara tuan rumah, tetapi menilai publik mengabaikan fakta bahwa jutaan visa berhasil diterbitkan.

Ia juga membela berbagai keputusan kontroversial wasit dan komite disiplin FIFA, termasuk kasus yang ramai diperbincangkan terkait Folarin Balogun.

Menurut Infantino, keputusan-keputusan seperti kartu merah yang diperdebatkan atau pembatalan hukuman bukanlah hal asing dalam dunia sepak bola dan juga kerap terjadi di liga-liga besar.


Kontroversi Belum Berakhir

Berdiri di samping Trofi Piala Dunia, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan pidato pada pertemuan musim dingin Konferensi Walikota AS pada 29 Januari 2026 di Washington, DC. Infantino mempromosikan Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menyoroti potensi manfaatnya bagi kota dan komunitas tuan rumah. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

 

Pernyataan Gianni Infantino diperkirakan tidak akan meredakan kritik terhadap FIFA. Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) sebelumnya telah memastikan akan mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA terkait dugaan campur tangan politik dalam kasus Balogun.

Selain itu, hubungan FIFA dengan UEFA juga dikabarkan memanas setelah badan sepak bola Eropa tersebut menilai FIFA telah "melewati batas" dalam penanganan kasus disiplin selama turnamen.

Sorotan juga masih tertuju pada investigasi terhadap tindakan para pemain Argentina usai final Piala Dunia melawan Spanyol.

Sebelumnya, kebocoran surat Infantino kepada Federasi Sepak Bola Argentina yang memuji profesionalisme tim juga menuai kritik karena dinilai bertolak belakang dengan insiden keributan yang terjadi seusai pertandingan final.

Sumber: SportBible

Berita Terkait