Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan sedang menyiapkan rencana untuk melepas sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.
FIFA telah mengonfirmasi akan membuka peluang bagi pihak ketiga untuk melakukan investasi minoritas yang tidak memiliki kendali melalui FIFA Forward Enterprise (FFE).
Dalam proyek tersebut, FIFA menggandeng bank J.P. Morgan, sementara OpenEconomics ikut berperan mencari calon investor jangka panjang.
Pengembangan proyek tetap berada di bawah kendali Infantino dan administrasi FIFA, sedangkan investor eksternal hanya akan memiliki saham minoritas tanpa peran operasional.
Menurut laporan, pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah diajak berdiskusi mengenai rencana itu.
Skema tersebut mencakup pembentukan sebuah perusahaan yang akan mengelola kompetisi putra dan putri FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.
Seluruh 211 asosiasi anggota FIFA akan memperoleh kepemilikan saham yang dapat dipertahankan atau dijual untuk memperoleh pemasukan.
Bom Nuklir Sepak Bola
Laporan The Times, dilansir Mirror, menyebut seorang tokoh senior sepak bola menggambarkan rencana tersebut sebagai "bom nuklir" bagi sepak bola.
Dalam proposal yang beredar, FIFA akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas, sementara investor swasta diperkirakan menguasai 20 hingga 30 persen saham. Adapun asosiasi anggota FIFA akan menerima porsi sekitar 20 persen secara keseluruhan.
UEFA merespons laporan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan yang bernada keras.
"Ini telah melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh institusi pengelola sepak bola. UEFA memandang persoalan ini dengan sangat serius.
"Begitu pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional, seluruh pemangku kepentingan, liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan siapa pun yang peduli terhadap masa depan sepak bola.
"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan, terlebih tanpa transparansi mengenai siapa yang akan memperoleh keuntungan finansial. Tidak seorang pun memiliki sepak bola. FIFA juga bukan pemilik yang berhak menjualnya," demikian bunyi pernyataan UEFA.
Kekhawatiran Lain
Rencana tersebut juga memunculkan kekhawatiran bahwa investor swasta dapat mendorong penyelenggaraan Piala Dunia putra di negara-negara yang dinilai paling menguntungkan secara komersial.
Laporan itu menambahkan, pengusaha Amerika Serikat, Joshua Kushner, disebut sebagai calon investor utama bersama J.P. Morgan.
Joshua merupakan adik Jared Kushner, suami putri Donald Trump, Ivanka Trump.
Infantino diperkirakan akan kembali terpilih sebagai Presiden FIFA hingga 2031 karena tidak memiliki pesaing. Jika model baru itu diterapkan, ia disebut berpeluang mengemban jabatan sebagai komisaris.
Sejumlah pihak menilai gaji untuk posisi tersebut bisa menyamai Komisaris NFL, Roger Goodell, yang menerima 64 juta dolar AS per tahun (Rp1,1 triliun), atau sekitar 10 kali lipat lebih besar dibandingkan pendapatan Infantino sebagai Presiden FIFA.
Tuduhan Infantino
Infantino juga mendapat sorotan setelah penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Harga tiket, persoalan logistik turnamen, hingga campur tangan Donald Trump yang berujung pada penangguhan sanksi pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjadi perhatian publik.
Sepekan setelah turnamen berakhir, Infantino mengunggah pernyataan sepanjang 15 slide dengan total 887 kata di Instagram.
Dalam unggahan tersebut, ia menuduh para pengkritiknya telah menyebarkan kebencian.
"Pesan saya untuk semua orang yang...
"Kepada semua yang melewatkan indahnya sepak bola, emosi, perayaan, tawa, tangis, kekecewaan, dan kebahagiaan. Kepada semua yang tidak sempat melihat anak-anak, bayi, kakek-nenek, dan orang tua berkumpul menikmati sepak bola, saya minta maaf karena pertandingan telah berakhir dan minta maaf karena kalian melewatkan semua kebahagiaan serta kebersamaan itu.
"Saya juga minta maaf karena kalian begitu dipenuhi kebencian dan kritik hingga melewatkan semuanya," tulis Infantino.
Sumber: Mirror