Enzo Maresca Punya Aturan Unik di Man City, Erling Haaland Bisa Kena Dampaknya

Enzo Maresca memiliki aturan unik yang membuat Erling Haaland kemungkinan besar tidak akan menjadi kapten Manchester City.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 12 Agustus 2026, 14:30 WIB
Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester City melawan Brentford di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 9 Mei 2026. (Darren Staples / AFP)

Bola.com, Jakarta - Enzo Maresca ternyata memiliki aturan unik terkait kapten tim yang membuat Erling Haaland kemungkinan besar tidak akan menjadi kapten Manchester City.

Maresca kini tengah menentukan sosok yang akan mengenakan ban kapten City setelah Bernardo Silva meninggalkan klub pada musim panas 2026. Beberapa pemain masuk dalam kelompok kandidat, termasuk Haaland, Ruben Dias, dan Rodri.

Advertisement

Namun, aturan yang diterapkan Maresca sejak menangani Leicester City dan Chelsea membuat Haaland bukan pilihan ideal untuk posisi tersebut.

Pelatih asal Italia itu memiliki kebiasaan meminta kapten menghampiri bangku cadangan setiap kali timnya mencetak gol. Momen tersebut digunakan untuk memberikan instruksi taktik kepada sang kapten sebelum kembali bergabung dengan rekan-rekannya.

"Saat di Leicester dan Chelsea, saya punya aturan bahwa ketika kami mencetak gol, kapten harus datang ke bangku cadangan, bukan untuk merayakan, tetapi untuk menerima instruksi," ujar Maresca seperti dikutip BBC Sport.

"Namun, jika dia mencetak gol, dia boleh merayakannya."

Maresca kemudian menyadari aturan tersebut bisa menjadi masalah jika Haaland dipercaya sebagai kapten.

"Jika Erling menjadi kapten, kami punya masalah. Bisa dibayangkan?" lanjutnya.


Haaland Terlalu Sering Mencetak Gol

Sementara bagi Haaland, gol tersebut membuatnya semakin kukuh di daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris musim ini dengan catatan 23 gol. (AP Photo/Dave Thompson)

Haaland memang merupakan salah satu pemain terpenting Manchester City. Sejak bergabung pada 2022, penyerang asal Norwegia itu telah mencetak 162 gol dalam 198 pertandingan.

Ia juga sudah tiga kali memenangkan penghargaan Sepatu Emas Premier League serta membantu City meraih sejumlah trofi bergengsi, termasuk tiga gelar Premier League dan Liga Champions.

Namun, produktivitas Haaland justru menjadi alasan mengapa Maresca tidak terlalu tertarik menjadikannya kapten.

Pasalnya, Haaland akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol dibandingkan pemain lain. Jika ia menjadi kapten, Maresca bakal kehilangan kesempatan memberikan instruksi dari pinggir lapangan setiap kali Manchester City mencetak gol melalui sang striker.

Maresca memberikan contoh ketika City menghadapi K-League XI dalam laga pramusim. Setelah City mencetak gol, Ruben Dias langsung menghampiri bangku cadangan untuk menerima arahan.

"Saya pikir meskipun hanya dua atau tiga menit, selalu ada sesuatu yang harus disesuaikan," kata Maresca.


Ruben Dias Jadi Kandidat Terkuat

Bek Manchester City Ruben Dias berusaha untuk mengontrol bola dan dijaga pemain Crystal Palace (AFP)

Saat ini, Maresca memiliki beberapa pemain yang masuk dalam kelompok kepemimpinan Manchester City. Rodri, Ruben Dias, dan Haaland merupakan bagian dari kelompok tersebut.

Namun, Ruben Dias dinilai sebagai kandidat paling kuat untuk menggantikan Bernardo Silva sebagai kapten.

Situasi Rodri juga menjadi perhatian. Gelandang asal Spanyol itu disebut berpeluang pindah ke Barcelona dalam waktu dekat. Jika transfer tersebut benar-benar terjadi, persaingan untuk posisi kapten akan semakin mengerucut.

Jika kepindahan Rodri ke Barcelona gagal terwujud, ia juga berpeluang menjadi salah satu kandidat utama.

Dengan demikian, Haaland kemungkinan besar tetap menjadi mesin gol Manchester City di bawah Maresca, tetapi bukan pemimpin utama di lapangan.

Sumber: BCC via Givemesport

Berita Terkait